
Axell menatap lekat wajah Eric, sejujurnya Axell bingung mau bicara dari mana untuk menjelaskan pada Eric, apalagi Eric adalah kakak dari Kimberly sendiri.
"Aku gak tau harus bicara dari mana ric, jika aju menceritakan padamu apa kau akan berpihak padaku atau justru kau mau membenciku sama seperti Kimberly" ucap Axell.
"Maksudnya gimna, apa yang lo maksud Kimberly itu adalah Lily adikku" ucap Eric dan dibalas anggukan oleh Axell
"Sebaiknya kau cerita padaku biar aku ngerti, jangan bikin aku bingung Ax" ucap Eric, Axell pun menceritakan semua permasalahan dengan Kimberly dan juga Axell menceritakan pertemuannya dengan Kimberly diIndonesia. Eric juga kaget bukan main pas tau Axell mencintai adiknya,
"Aku sekarang ngerti Ax, dan menurutku ini bukan sepenuhnya salahmu, kau hanya mau melindungi adikku" ucap Eric, Axell hanya menundukan kepalanya
"Apa kau sangat mencintai Lily Ax" ucap Eric yang menatap serius Axell
"Aku sangat mencintai Kimberly dan aku rela kehilangan segalanya asalkan aku bisa hidup bersama Kimberly, aku tau kesalahanku cukup besar bagi Kimberly tapi yangku lakukan ini hanya semata mata melindungi dirinya dari musuh musuhku yang menginginkan kematianku,aku gak mau kalau harus kehilangan Kimberly Ric, Kimberly hanya milikku Axell Stevano Timofey hanya aju yang berhak memilikinya" ucap Axell.
"Aku ngerti, dan aku juga akan membantumu untuk memperbaiki hubunganmu dengan Kimberly, anggap saja ini sebagia balas budiku terhadap mu yang udah nyelamatin hidupku dan aku juga sebagai kakaknya Kimberly mendukungmu karna aku tau siapa kau Ax, walaupun terkadang seperti iblis tapi kau juga memiliki hati yang lembut, cuman satu yang aku minta jagain adikku jangan sampai dia terluka" ucap Eric
"Aku janji Ric, dan aku akan perjuangain cintaku pada Kimberly, bagaimana pun caranya Kimberly harus jadi milikku Ric" ucap Axell,
"Aku percaya Ax" ucap Eric yang menepuk pundak Axell ia pun langsung keluar dari ruangannya Kimberly.
"Aku percaya sama kau Ax untuk jadi pelindung Lily" batin Eric
Malam harinya 3D sudah berangkat ke Prancis bersama anggotanya, Kini dimansion hanya ada Axell, Eric, Thomy, Calvin dan Zico. Kini mereka sedang menikmati minum wine dan Whiskey serta rokok dan vave yang mereka hisap.
"King memangnya kita mau ngapainya kerusia king" ucap Thomy
"Keacara pernikahannya daddyku, 2 hari lagi daddy akan menikah dengan Theresa dan aku mau melihat pernikahan itu walaupun aku gak ada diantara mereka" ucap Axell
"Apa kau serius king" ucap Calvin
"Tentu, aku yang meminta daddy untuk menikah dengan Theresa, dan mungkin mereka menikah tanpa cinta, ya seiringnya berjalannya waktu mungkin mereka akan saling mencintai" ucap Axell
"Kau gila Axell bagaimana bisa kau menyuruh seorang wanita untuk menikah dengan tuan Antonius" ucap Eric
"Ya, kau benar aku memang gila haha..." ucap Axell yang mulai kehilangan kesadarnya
"Mereka yang buatku seperti ini, mommy pergi disaatku masih kecil akibat ulah bodoh mafia sekutu, dan sekarang Kimberly yang akan ninggalinku, aku udah terlanjur cinta mati sama Kimberly aku memang bodoh kenapa dulu aku nginkarin janjiku yang udahku buat dan aku punya alasan kenapa aku nginkarin janji, karna ini semua gara gara mereka yang mengincarku, aku gak mau mengambil resiko itu tapi Kimberly gak bisa ngerti itu" ucap Axell yang menahan emosinya
"Ax...kau harus tenang kau harus yakin suatu saat nanti kebahagian akan ada dipihakmu" ucap Calvin
"Gak bakal ada kebahagian bagiku sebelum aku menyelesaikan misiku membantai seluruh five devils sampai keakarnya termasuk mafia yang tergabung dalam sekutu" ucap Axell bahkan kini suaranya makin melemah
"Axell, kau jangan putus asa Ax, kami the Axe akan selalu ada buatmu untuk menyelesaikan misimu king, kau masih punya kami" ucap Eric
"Kau juga harus yakin Kimberly akan kembali denganmu Ax, kau perlu menunggu" sambungnya lagi
••••
Pagi harinya mereka berangkat keRusia tepatnya kekota Thomsk, mereka tinggal disebuh Vila milik Axell sendiri lebih tepatnya Vila peninggalan dari kakeknya,
Mereka sampai di Thomsk tepat malam hari, mereka langsung masuk kedalam Vila itu, Vila yang sudah kosong namun masih terawat. disana juga ada ruangan rahasia bawah tanah, ruangan yang pernah ditunjukan oleh kakeknya waktu Axell berumur 5 tahun namun Axell tidak bisa mengingatnya letak ruangan itu, ruangan itu juga memiliki password rahasia yang hanya Axell yang mampu membukannya hanya dengan cap jarinya. Axell, Calvin, Eric, Zico dan Thomy langsung masuk kedalam Vila tersebut.
"Wow....keren juga, ku kira dalamnya menyeramkan tapi ternyata dalamnya lebih keren dari pada dibayangan" ucap Thomy yang melihat lihat setiap sudut diVila itu
"Kau benar dalamnya lebih elegan dan klasik" ucap Zico yang ikut menimbal
"Ini Vila siapa King" Calvin yang melihat lihat disekitar Vila
"Ini Vila pemberian kakek dulu, aku masih ingat kakek dulu pernah ngasih tau sebuah ruangan rahasia namun aku masih bingung letaknya dimana" ucap Axell
"Jadi Vila ini pemberian tuan Timofey king, terus bagaimana kau bisa lupa letak ruangan itu" ucap Eric yang ikut duduk disopa yang berada disitu
"Waktu itu kakek ngasih tauku waktu umur 5 tahun, dan sekarang 20 tahun selisihnya 15 tahun mana bisa ku inget" ucap Axell yang masih berusaha mengingat letak ruangan itu
Calvin yang masih mengamati setiap photo yang masih terpajang di dinding tepatnya disetiap sudut ruangan.
"King ini photo siapa" ucap Calvin yang menunjuk sebuah photo yang cukup berukuran besar.
"Itu photo dewan darkness generasi pertama dan generasi kedua" ucap Axell
"Jadi seperti ini perwujudan dewan darkness generasi pertama dan generasi kedua" ucap Thomi yang memperhatikan sebuah bingkai photo besar yang berada diruangan itu