
"Apa mereka masih ada king" ucap Eric yang terlihat penesaran dengan keberadaan mereka
"Gak perlu tau" ucap Axell datar, Axell pun melangkahkan kakinya melewati mereka yang sedang dudk
"Kalian tidur dikamar depan, disana ada 2 kamar untuk kalian tinggali" ucap Axell langsung pergi
"Sungguh misterius" ucap Zico yang menatap kepergian Axell
"Aku yakin pasti king tau sesuatu tentang dewan darkness dari masa kemasa, namun king nutupin itu semua dari kita" ucap Eric
"Kau benar, tapi kita gak bisa apa apa, apa lagi kita mencari tau sendiri itu mustahil bagi kita" ucap Calvin.
Sementara itu Axell masuk kekamarnya kamar yang dulu pernah ia tempati, Axell duduk diujung kasur yang berukuran king size, Axell duduk sambil memperhatikan beberapa photo yang terpajang didinding tembok
"Kek ini Axell, Apa kakek sekarang senang tentang apa yang sekarang Axell lakukan memberantas musuh dari dewan darkness tanpa diketahui anggota dewan darkness" ucap Axell, Axell pun merebahkan tubuhnya diatas kasur itu.
Gak lama Axell tertidur, saat Axell tertidur sebuah bayangan mimpi menghampirinya, mimpi yang seakan nyata tuan Timofey yang menghampiri Axell dimimpinya bahkan lokasinya saja masih didalam kamar yang Axell tempati.
"Axell....bangun nak" ucap tuan Timofey
"Kak....kakek" ucap Axell yang terlihat gugup.
"Iya ini kakek cucuku, kakek bangga padamu Axell kau mampu meneruskan usaha kakek melenyapkan para musuh keluarga kita dan juga musuh dari dewan darkness kakek bangga padamu Axell" ucap tuan Timofey
"Tapi kek" ucap Axell yang terpotong
"Itu resikomu Axell, kau harus menyelesaikan misimu jika kau gak mau kehilangan orang yang kau sayangi Axell, seperti kakek dulu kehilangan nenekmu, ku harap kau mengerti tentang apa yang di maksud dengan ucapanku Axell karna kau seorang king mafia sesungguhnya" ucap tuan Timofey
"Kau sudah hampir punya segalanya Axell cuman kau perlu memperkuat pertahanan The Axe serta pasukan bayangan milikmu" sambungnya lagi
"Axell janji kek, Axell akan menyelesaikan misi Axell kek" ucap Axell
"Bagus itu baru cucuku, jika kau ingin jadi mafia sejati utamakan misimu selesaikan misi itu, singkirkan dulu masalah hatimu Axell kau jangan bersikap egois" ucap Tuan Timofey
"Tapi kek" ucap Axell
"Kau jangan bersikap lemah hanya karna cinta Axell, kau ini king mafia yang sesungguhnya yang akan menguasai dunia kegegelapan Axell, dengarkan ucapan kakek tuntaskan misimu" ucap tuan Timofey
"Baik kek, Axell akan tutaskan misi Axell yang telah Axell susun selama 13 tahun ini, Axell gak akan mundur dari misi itu walaupun nyawa Axell jadi taruhannya karna mereka yang sudah memulai semuanya" ucap Axell dengan sorot tajam bahkan bola matanya berubah jadi warna biru pekat, tuan Timofey hanya tersenyum tipis
"Pergi keruangan rahasia yang berada dibawah tanah, disitu kamu akan mendapat beberapa petujuk yang selama ini kakek simpan baik baik untukmu Axell, kakek sudah menyiapakan segalanya ruangan itu, kau cari sebuah kotak yang berukiran klasik romawi" ucap tuan Timofey
"Jika petunjuk yang kakek kasih kamu paham, kau pergi kewilayah eropa untuk menemui Helius karna kakek udah menyiapkan segalanya melalui Helius, kau juga akan mendapatkan bantuan tambahan pergilan kewilayah eropa musuh yang kau hadapi bukan orang sembarangan Axell Stevano Timofey cucukku" ucap tuan Timofey seketika bayangan itu hilang
"Kek...kakek...maksudnya apa kek" ucap Axell yang berteriak
"Ternyata cuma mimpi tapi kenapa mimpi itu serasa nyata, aku harus cari pintu masuk kedalam ruangan bawah tanah itu tapi dimana tombol itu" ucap Axell
"Agghhhhh...siaalllll...." ucap Axell yang mengusap wajahnya dengan kasar. Ia pun melangkahkan kakinya keluar kamarnya,
"Apa pintu masuk itu berada diperpustakan yah, aghhh sialll kenapa aku susah sekali mengingat letak tombol itu, apa karna dulu aku pernah amesia kali ya" ucap Axell, ia pun melangkahkan kakinya menuju perpustakan dan tak sengaja bertemu Eric, Thomy, Calvin dan Zico
"Mau kemana king" ucap Eric
"Bantu aku cari tombol yang menghubungkan pintu masuk keruangan bawah tanah" ucap Axell dan disetujui oleh mereka
"Siap king" ucap mereka barengan
"Kita mau cari dimana dulu" ucap Calvin
"Perpustakaan Vila dulu" ucap Axell dan mereka pun menuju perpustakan yang berada didalam Vila tersebut
Mereka mencari apa yang Axell maksud, karna didalam perpustakan itu banyak lukisan serta photo photo jadi mereka mengecek satu persatu photo dan lukisan itu, dan gak lama Zico membuka sebuah lukisan Arsitektur dan saat membuka di balik lukisan itu ada sebuah tombol yang ntah apa pungsinya
"King aku menemukan tombol itu, dibalik lukisan ini " ucap Zico, Axell serta yang lain pun menghampiri lukisan itu.
"Iya ini tombolnya" ucap Axell, Axell pun menekano tombol itu yang mendeteksi sidik jari dari orang yang menekan tombol itu.
”Selamat datang diruangan rahasia bawah tanah tuan Timofey, Axell Stevano Timofey kami sudah lama menunggu kedatanganmu calon penerus “ Axell serta yang lain cukup kaget bukan main saat tombol pendeteksi mengatakan sudah menunggu kedatangan Axell, ia yakin kalau kakeknyalah yang sudah menyiapkan semua itu untuknya.
Rak buku yang berada disamping itu terbuka cukup lebar dan saat terbuka lampu yang berada diruangan rahasia itu satu persatu menyala, seperti sedang menyambut kedatangan sang pemilik.
Axell melangkahkan kakinya lebih dulu, matanya tertuju pada sebuah bingkai photo keluarganya, photo itu saat Axell berusia 5 tahun, yang sedang duduk dipangku oleh kakeknya dan disamping kakeknya ada daddy dan mommynya.
"Ternyata bingkai photo ini masih ada disini" ucap Axell, bahkan matanya tertuju pada sebuah kotak peti bahkan ukirannya terlihat Clasic romawi
"Mmm mungkin ini yang dimaksud oleh kakek" ucap Axell yang memperhatikan peti itu
"Peti apa king" ucap Thommy
"Aku juga gak tau," ucap Axell
"Calvin, Zico kalian bawa peti ini kekamarku nanti" ucap Axell
"Siap king" ucap Calvin dan Zico barengan.
Calvin dan Zico membawa peti itu dan mereka melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu