
"Jangan senang dulu tuan Dulax, disini The Axe yang akan menghabisi kalian terutama saya yang akan melenyapkanmu" ucap Eric dengan nada penuh penekanan
Dulax pun langsung mengangkat senjata dan diarahkan kekepalannya Eric namun sebelum platuk pistol itu ditekan lebih dulu Calvin menekan platuk pistol itu dan mengenali kaki kirinya.
Aggghhhhh.....
"Jangan pernah macam macam sama kami dan kali ini kau berurusan dengan kami apa kau mau mengucapkan sesuatu tuan Dulax" ucap Calvin dengan senyum devilsnya itu.
"Saya gak pernah berurusan dengan kalian kalian sendiri yang mencari urusan denganku" ucap Dulax yang menahan sakit dikakinya
"Apa kau lupa, dengan kejadian 6 tahun yang lalu hah" ucap Eric yang kini emosinya meluap setelah ia mengingat kejadian 6 tahun yang lalu
"6 tahun yang lalu" ucap Dulax mengingat kejadian demi kejadian 6 tahun kebelakang
"Arjuna Calandra, apa kau masih lupa dengan nama itu hah" ucap Eric, hal itu membuat Dulax tersentak kaget
"Kau masih hidup" ucap Dulax
"Udahlah Ric, tembak saja dia" ucap Calvin
"Iya, saya masih hidup sampe sekarang semua karna king Ax dan sekarang ucapkan selamat jalan pada dunia mu tuan Dulax" ucap Eric, Eric pun langsung melayangkan pelurunya
Dor....
Aghhh ......
Dor...dodododo.....
Aghhh....
"Ka....kauu....." ucap Dulax terbata bata, Eric pun langsung menghampiri tuan Dulax yang sudah terkapar diatas lantai
Krekk......
Eric menginjak kepalanya Dulax
"Itu belum seberapa apa yang ada buat kepada saya, dan karna king Ax saya bisa membalaskan dendam saya" ucap Eric, dengan tatapan tajam, bahkan Eric lebih mengerikan dari biasanya
Eric pun menurunkan kakinya dari kepala Dulax setelah Dulax tewas di tangannya dan Eric hanya tersenyum devilsnya melihat Dulax yang sudah tewas,
Mereka pun keluar dari ruangan itu dan menghampiri yang lain untuk membantunya menghabisi jajaran dari Dulax sendiri.
Beberapa anggota dari kubu Axell banyak yang tewas namun gak sebanyak anggota dari tuan Dulax lagi, apalagi ada bantuan dari pihak sekutu yang membuat anggota dari dari Axell kewalahan namun karna the Axe memiliki pasukan bayangan tanpa sepengetahuan dari the Axe, Axe Shadow Army membantu the Axe dari belakang.
Sementara di San Marino Axell terus memperhatikan layar monitornya apalagi dengan diiringi senyum devils terukir diwajahnya
"Satu persatu mereka akan tewas ditanganku, Five Devils tunggulah kedatanganku dan sekarang aku yang akan menlenyapkan setelah dulu kalian melenyapkanku dan sekarang dikehidupan ku yang baru yang akan melenyapkan kalian" ucap Axell spontan bahkan bola matanya kini berubah dengan munculnya kilat biru yang menghiasi bola matanya itu.
Axell pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan pribadinya dan Axell hendak menemui tangan kanannya itu.
didalam ruangan itu Valden dan Xavier mereka sedang pokus dengan layar laptopnya sedangkan Ciro, Andrew, Jordan dan Galen mereka tengah menyaksikan pertempuran yang dilakukan oleh anggota the Axe bahkan mereka gak segan segan mengidik ngeri, mereka memang belum pernah melakukan pertempuran sama sekali apalagi mereka hanya berlatih dan berlatih bahkan mereka hanya dikasih tau oleh tuan Helius mereka akan ikut ambil adil dalam sebuah pertempuran setelah kedatangan ketua baru yang gak lain titisan dari Stevanus disell sendiri yang gak lain adalah Axell sendiri
Axell pun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu
"bagaimana dengan pertempurannya, kalian harus bisa lebih dari itu" ucap Axell pada tangan kanannya dari diamord devils
"king ini sungguh mengerikan" ucap Galen spontan
"biasankan aku mau kalian lebih kejam dari itu" ucap Axell
"jangan pernah pandang musuh remeh, dan juga kalian kasih ampun yang namanya musuh, musuh tetap musuh sekalipun itu saudaramu sendiri mereka berhak dilenyapkan sebelum kalian sendiri yang dilenyapkan" ucap Axell dingin dan mereka hanya menelan ludah kasarnya mendengar ucapan dari Axell sendiri
Axell pun melangkahkan kakinya menghampiri Valden dan Xavier
"bagaimana...." ucap Axell dingin
"aman king, mereka berada dalam kendali kita" ucap Valden yang masih pokus dengan layar laptopnya
"bagus.... dengan begitu kita lebih mudah melenyapkan seluruh jajaran mafia sekutu setelah itu baru kita hancurkan five devils dengan mudah" ucap Axell dengan tersenyum devilnya
"huh....kalau sudah begini, rasanya mau ditelan hidup hidup" batin Valden yang merasakan aura dari Axell yang sangat mencengkram.
setelah lama berbicara dengan Valden, Xavier serta yang lain Axell pun memutuskan untuk pergi dari ruangan itu, apalagi banyak message yang masuk kedalam ponselnya