
Axell juga meretas semua cctv jalanan yang ia lewati dengan menghapus cctv tersebut tanpa diketahui pihak pemerintah, bahkan Axell sempat mematikan seluruh listrik seluruh kota Zaragoza untuk mempermudah perjalannya.
Valden, Javier dan Golovin mereka hanya bisa diam dengan apa yang king mereka lakukan walaupun sedikit khawatir tentang apa yang Axell lakukan dengan meretas data data milik pemerintah apalagi itu sangat beresiko jika diketahui oleh pihak pemerintahan.
dan apa lagi dengan bola mata Axell yang berubah menjadi biru pekat mereka gak berani berucap hanya memperhatikan apa yang dilakukan sang king
"Kalian lihat saja Five Devils, Axell-lah yang akan melenyapkan kalian semua" ucap Axell bahkan ucapanya bikin mereka merinding, apalagi aura Axell yang bikin mereka mengidik ngeri. Bahkan aura Axell kali ini yang ia pancarkan sangat berbeda dengan bola mata yang berwarna biru pekat.
Sasampainya dimarkas mereka tepat pagi hari, seluruh anggota Axs Shadow Army yang masih selamat segera diobati, bahkan banyak yang terluka parah dalam pertempuran itu, saat Axell masuk kedalam kamarnya ia berpapasan dengan nyonya Gueenci yang ingin keluar dari kamarnya, nyonya Gueenci cukup kaget saat melihat tangan Axell yang mengeluarkan darah bahkan beberapa luka goresan dibagian kening Axell serta bagian wajahnya, karna Axell membuka topengnya serta jaket yang ia kenakan, mata nyonya Gueenci tertuju pada bola mata Axell yang berwarna biru pekat,
"Bola mata itu" batin nyonya Gueenci.
"apa Stevano orangnya, yang akan menjadi penguasa mafia yang akan menjadi king Mafia masa depan, dalam buku ramalan pernah kubaca tentang king mafia hanya menjadi teka teki tentang sosok pengusa dunia hitam" batin Nyonya Gueenci
"Fano....." panggil nyonya Gueenci, namun saat nyonya Gueenci memanggil bola mata itu kian memudar, dan kembali normal.
"Kenapa mere" ucap Axell
"Kenapa bola mata Fano kembali normal apa aku salah liat, tapi mana mungkin" batin Nyonya Gueenci
"Mere...kenapa kau malah bengong" ucap Axell yang membuyarkan lamunannya
"Akh...tidak, Fano apa mere boleh tanya sesuatu" ucap nyonya Gueenci
"Tanyakan saja" ucap Axell
"Apa tadi bola matamu berwarna biru pekat" ucap nyonya Gueenci
"Mungkin mere salah liat, aku tidak pernah bola mataku berubah warna kecuali aku memakai softlens mere, mungkin kau salah liat mere" ucap Axell. Gak lama Valden menghampiri Axell dan nyonya Gueenci
"Pagi nyonya, king sebaiknya lukamu diobati dulu sebelum semakin parah" ucap Valden
"Fano tanganmu kenapa, Valden sebaikanya kau segera obati lukanya Fano" ucap nyonya Gueenci khawatir
"Stevano kau jangan menganggap kecil lukamu cepat obati" ucap nyonya Gueenci, Akhirnya Axell pasrah dan tangannya diobati oleh Valden, Valden cukup kaget juga karna ada luka yang sama didekat luka goresan itu
"Cepat obati jangan banyak tanya tentang luka itu" ucap Axell datar.
"Sebenarnya kalian habis dari mana kenapa anggota kalian banyak yang terluka parah" ucap nyonya Gueenci penasaran
"Hanya sedikit main main saja mere, kau jangan terlalu khawatir" ucap Axell tersenyum simik
"Apa kau sudah gila Fan, kau bilang hanya main main liatlah anggotamu banyak yang terluka parah, kau ini benar benar seperti daddymu yang seorang psychopath Fano" ucap nyonya Gueenci, Axell hanya terkekeh
"Apa kau lupa mere aku duplikat dari daddy, o iya mere untuk sementara kau tinggal disini, disini kau bisa lebih aman karna banyak yang mengincar nyawa para dewan setelah kau dinyatakan tewas dalam kecelakaan" ucap Axell dan dibalas anggukan oleh nyonya Gueenci karna ia juga belum siap menampakan wajahnya didepan para dewan.
"Besok aku akan kembali madrid menemui anggotaku yang lain sebelum aku pergi kerusia melihat pernikahan daddy dengan theresa" ucap Axell, nyonya Gueenci cukup kaget pas tau Antonius mau menikah lagi, bahkan selama 12 tahun ia hanya hidup sendiri dan tak mengingginkan memcari pengganti Glavieska sahabatnya, tapi ntah kenapa Antonius bisa mendapatkan pengganti Glavieska, disisi lain nyonya Gueenci bahagia karna mantan suami dari sahabat bisa mendapatkan kebahagiannya.
"Apa kau tidak becanda Fano, dan kenapa bisa Antonius bisa menikah dengan wanita itu apa wanita itu keturunan mafia juga" ucap nyonya Gueenci yang penasaran
"Theresa hanya wanita biasa dan dia tidak ada keterlibatannya dalam dunia mafia, dia wanita yang baik cuman dia tidak bisa merasakan kebahagian bersama mantan suaminya dulu, aku yang memilihnya untuk menjadi istri daddy karna aku tau theresa orang baik dan mungkin daddy akan melindungi theresa serta anaknya dari mantan suaminya dulu" ucap Axell
"Jadi calon mommymu itu Wanita pilihanmu Fan" ucap nyonya Gueenci
"Tentu, daddy gak bisa menolak permintaan dan mungkin dengan berjalannya waktu cinta akan tumbuh diantara mereka berdua" ucap Axell
"Kau benar Fano, aku senang dengarnya akhirnya Antonius bisa mendapatkan kebahagiannya setelah glavi pergi, aku tau kesedihan diantara kalian dan aku pun bisa merasakan" ucap nyonya Gueenci. Setelah Valden mengobati lukannya Axell kembali kekamarnya dan untuk istirahat karna seharian Axell tidak tidur,
Ntah kenapa bayangan Kimberly melintas dipikiran Axell, bayangan Kimberly yang sedang tertawa lepas bahkan bayangan Kimberly yang sedang marah dan membencinya juga melintas
"Maafkan aku kim, aku tau aku egois tapi aku gak mau mengambil resiko kalau nyawamu harus jadi taruhannya, dan aku akan selalu melindungimu tanpa kau sadari kim" ucap Axell sambil melihat photo Kimberly diponselnya
"Sampai kapanpun rasa cinta ini gak akan pernah berubah karna kau wanita pertama dan terakhir dalam hidupku kim, aku Axell Stevano Timofey akan selalu mencintai Kimberly Amora Calandra sampai kapan pun, dan setelah misiku selesai aku akan menmuimu dan menperbaiki semuannya tapi ngak untuk sekarang" ucap Axell, bahkan ucapan Axell didengar oleh nyonya Gueenci yang sedari tadi mendengarkan ucapannya Axell.
Axell menaro ponselnya dan ia pun langsung tertidur, karna rasa ngantuk sudah menyerangnya, sementara di markas The Axe dihebohkan dengan berita pembantaian itu, bukan cuman itu saja para dewan juga dihebohkan dengan berita pembantaian itu dengan tewasnya beberapa anggota kepolisian yang sedang mengejar orang orang itu.