The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 18 ingatan



💿Flashback on💿


Axell baru saja tersadar dari pingsannya, ia melihat di sekelilingnya


"mansion" ucap Axell, ia pun mengingat ingat kejadian yang tadi sore


"2 pria itu menyebutku dengan nama Axell Timofey, apa aku memang Axell Timofey" ucap Axell yang berusaha mengingat semua kejadian di masalalunya.


"Kenapa aku susah sekali mengingatnya sih aghhh...." ucap Axell yang menahan sakit di kepalanya, untung saja ruangan itu kedap suara jadi gak ada yang bisa mendengar teriakan dari ruangan tersebut.


Sedikit demi sedikit Axell mampu mengingat memori ingatannya.


"Axell, ya mungkin namaku Axell, tapi kenapa aku susah sekali mengingatnya, ya walaupun sekarang bisa lebih baik dari kemaren aku mampu mengingatnya walaupun masih samar samar" ucap Axell


"Apa mungkin aku seorang Hacker" ucap Axell ia pun terus mengingatnya


"Yaps Daniel, sebelum kejadian ledakan itu aku pernah menitipkan tasku padanya berisi data penting, bukankah aku dari Indonesia tapi apa tujuanku kesini, akhhh...siallll...kenapa susah sekali aku mengingatnya sih" ucap Axell yang mulai frustasi


"Dan sekarang aku berada di mansion nyonya Rane dan komandan Zero yang merupakan ketua dewan Darkness, aku harus menyembunyikan identitasku dulu sebelum ingatanku kembali, aku akan tetap menjadi Arsen, walaupun aku sudah bisa mengingat namaku, ya walaupun hanya nama depan, aku tidak bisa mengingat nama panjangku dengan jelas, lebih baik aku seperti ini dan menyembunyikan identitasku" batin Axell


"Sepertinya aku harus bermain drama" ucap Axell, yang beranjak dari duduknya.


💽flashback off💽


"Apa kau punya darah keturuan mafia Arsen, aku yakin memiliki darah murni dari dari Mafia bahkan dari cara kau bertarung kau sudah sangat ahli dalam memainkan semua senjata" ucap komandan Zero yang terlihat curiga dengan dengan Axell, bahkan ia yakin kalau Axell adalah keturunan mafia


"Hanya keturunan mafialah yang mampu melakukan semua itu, kau seperti keturunan murni dari seorang mafia" ucap Komandan Zero yang menatap intens Axell, sementara Axell ia hanya bersikap santai. Axell pun langsung masuk keruangan itu


"apa itu keturunan murni, yang jelas aku tidak bisa mengingat semua kejadian di masa laluku, kecuali......" ucap Axell yang terpotong


"Ledakan dan sampai akhirnya aku berada disini" ucap Axell


"Sudahlah Zer jangan kau paksakan Arsen mengingat semua masalalunya, aku takut itu semakin memperburuk keadaanya, jika dia nyaman dengan seperti ini biarkan saja, suatu saat nanti Arsen mampu mengingatnya sendiri, yang kita lakukan hanyalah melindunginya jika ia benar keturunan dari dewan Darkness, mungkin dia bisa bernasib sama seperti Arjuna di incar oleh para mafia yang ingin menghancurkan Dewan Drakness" ucap Nyonya Rane seketika bayangan putranya melintas saat terjadi ledakan di mansion las vegas


"Aku setuju dengan pendapat nyonya Rane" ucap Drake dengan di ikuti anggukan oleh Jhon


"Arsen apa kau sudah baikan, besok pagi kita akan ke Jerman" ucap Nyonya Rane


"Kenapa di percepat bu, bukannya masih ada satu hari lagi untuk kesana" ucap Arsen


"Seharusnya begitu, tapi dengan kejadian tadi kami makin memghawatirkan keselamatanmu, sebaiknya kita mempercepat keberangkatannya" ucap komandan Zero


"Tapi Ayah ibu, bisa kan kita berangkat lusa saja, aku mau menemui Ling dulu" ucap Arsen


"Tidak bisa, jika kau mau berpamitan dengan Aling, nanti biar Jhon yang mengantarmu kerumah Aling" ucap Nyonya Rane.


"Baiklah aku akan menemui Ling malam ini, o iya ayah apa kau tadi melihat pistol milikku di tempat kejadian" ucap Axell yang menanyakan pistol miliknya yang dibawa saat ia pergi


"Nanti ayah akan ganti pistol yang baru Arsen, kau tinggal pilih saja mana yang kau suka" ucap Komandan Zero


"Dan sejak kapan kau mulai memakai dan membawa pistol" ucapnya lagi


"Aku tidak tau sejak kapan yang jelas aku sangat menyukainya, jika aku melihat orang yang menyebalkan seperti tadi, aku langsung menembaknya bereskan gak perlu bertarung melelahkan, ya walaupun tubuh mereka sangat mengerikan tapi hatinya seperti hello kitty" ucap Axell yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


Semua yang ada di ruangan itu hanya diam menyimak pembicaraan Axell mereka gak tau harus ketawa apa takut, yang jelas yang di katakan Axell itu sangat mengerikan seperti sebuah ancaman.


Axell segera membereskan barang barangnya, ia pun mengambil sebuah gelang dari laci lemarinya untuk dikasih ke Ling sebagai kenang kenagan dirinya.



Axell pun segera menemui Jhon yang sudah siap menunggu Axell dengan membawa 2 bodiguardnya


"Untuk apa membawa bodiguard bukankah rumah Ling tidak jauh dari sini, lagian rumah Ling di serbang ujung jalan mansion bukan di ujung kota China juga" ucap Axell yang melangkahkan kakinya lebih awal, Drake yang mendengar ucapan Axell hanya bisa tertawa menurutnya ucap Axell memang benar Jhon yang berlebihan.


"Jhon kau dengar yang di ucap Arsen, rumah bibi chen itu di serbang jalan mansion bukan di ujung China hahh...." ucap Drake yg tertawa


"Sudahlah kau diam drake, aku hanya menjalankan perintah dari nyonya Rane" ucap Jhon yang langsung meninggalkan Drake yang masih tertawa.


Axell dan Jhon pergi kerumah Bibi Chen atau Ling mengunakan 2 mobil 1 mobil di tumpangi Axell dan Jhon satunya lagi bodiguard yang ikut dengannya. Selama dalam perjalanan Axell tidak banyak bicara ia hanya memandang lurus kearah jendela ntah apa yang sedang ia pikirkan


"Apa yang sedang kau pikirkan Arsen" ucap Jhon


"Akh...tidak, bukan suatu hal yang penting" ucap Axell


Mereka pun telah sampai di rumah Bibi Chen rumah yang cukup sederhana saat mereka keluar dari mobilnya Axell seeta yang lain di sambut oleh Bibi Chen serta paman Lee


"Selamat malam tuan Jhon, selamat malam tuan muda Arsen, silahkan masuk" ucap Paman Lee dan Bibi Chen ramah


"Paman Bibi, apa Ling sudah tidur" ucap Axell


"Ling sudah tidur tuan muda, jika tuan muda ingin menemuinya kami akan bangunkan Ling" ucap Bibi Chen


"Akh tidak perlu aku tidak mau menganggu istirahatnya Ling, aku kesini cuman mau ngasih ini, bibi paman tolong sampaikan sesuatu pada Ling, besok aku akan ikut ayah dan ibu ke Jerman sampaikan maafku pada Ling karna tidak bisa menemuinya untuk berpamitan" ucap Axell


"Kami akan menyampaikannya tuan muda" ucap Paman Lee


"Kalau gitu kami pamit" ucap Axell, ia pun keluar dari rumah Ling, dan hendak pulang ke mansion milik keluarga Calandra