
"Dasar anak itu, dulu dia yang mengajarkan Juna berburu, sekarang Arsen" ucap nyonya Rane lirih.
"Pasti akan menyenangkan, apalagi kalau berburu Rusa" ucap Arsen Antusias.
"Ibu tidak mengizinkan kau berburu dengan Ivan, apa pun alasannya ibu gak mau dengar, sebaiknya kau pokus berlatih senjata Arsen" ucap nyonya Rane yang langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Apa aku salah jika hanya ikut berburu dengan Ivan, " ucap Axell
"Kau memang gak tau permasalahannya sebaiknya kau jangan ikut berburu bareng Ivano, kau gak tau apa apa soal ini " ucap Elizabeth, Arsen yang bingung pun ia malah meninggalkan meja makan, ia malah pergi kekamarnya.
Saat di kamar Axell merebahkan tubuhnya sambil melihat atap kamarnya,
"Kenapa ibu gak ngizinin aku buat ikut memburu bareng Ivan" ucap Axell
"Pasti Ling tau tentang ini diakan udah kerja pada keluarga Calandra pasti ia tau jawabannya" ucap Axell
Axell pun beranjak dari tempat tidurnya ia dan mengambil jaket hitam yang berada lemari kamarnya, serta pistol pemberian Ivan sebagi hadiah karna Axell pernah mengalahkan Ivan dalam taruhan saat memanah, pistol lengkap dengan amunisinya, Axell pernah diberi pesan kalau keluar rumah harus membawa pistol untuk berjaga jaga.
Axell pun menyelipkan pistolnya di belakang punggungnya, Axell pergi tanpa membawa ponselnya, ia juga men - nonaktifkan GPS yang berada di gelang, serta mengambil tas kecil miliknya, tas yang lengkap dengan dompet miliknya serta kartu card miliknya, tepatnya black card pemberian Antonius Timofey yang sudah di pindahkan ke black card tabungan miliknya sendiri tujuannya agar tidak dapat di lacak siapapun ia mengantinya sewaktu masih di Indonesia, jadi black cardnya aman, tanpa pantauan siapapun, Axell juga menaro card yang pernah di berikan oleh nyonya Rane.
Axell keluar dari kamarnya mengendap gendap ia keluar rumah lewat belakang yang tidak terpantau oleh cctv mansion.
Axell berhasil keluar dari mansion ia pun menghentikan sebuah taxi yang lewat, ia pun pergi kesebuah danau tempat dimana Ling berada, tadinya Axell menghubungi terlebih dulu pada Ling, sesampainya di danau itu, Axell langsung menghampirinya.
"Haii...Ling" ucap Axell yang langsung duduk di rerumputan.
"Ada apa kau mengajakku ketemuan di sini Ar, bahkan kau mengacaukan lukisanku, dan terpaksa aku membawa kesini" ucap Ling yang mengunakan bahasa mandarin,
"Aku minta maaf, ada yang perlu aku tanyain sama kamu Ling, o iya Ling apa kau sudah selesai melukisnya" ucap Axell
"Belum sedikit lagi, apa kau mau ikut melukis juga" ucap Ling, Axell memang sering melukis bareng Ling, bahkan Axell pun cukup mahir dalam hal melukis.
"Tidak, aku tidak mau, cepatlah selesaikan lukisanmu, aku akan mengajakmu untuk makan" ucap Axell
"Aku sudah makan tadi, sebenarnya apa yang mau kamu tanyakan Arsen" ucap Ling
"Huh...banyak yang aku ingin tanyakan sama kamu, makanya cepat selesaikan lukisanmu Sellena Aling" ucap Axell yang mulai kesal.
"Huh...baiklah, kenapa kau gak cerita disini saja Ar, kenapa harus cari tempat lain, apa kau kabur dari mansion nyonya Rane dan Komandan Zero yah" tebak Ling
Axell hanya menganggukan kepalanya "cepatlah selesaikan aku gak ada waktu lagi, o iya hari ini juga besok lusa aku akan ikut dengan Komandan Zero dan nyonya Rane ke Jerman" ucap Axell, Ling pun menghentikan aktifitasnya
"Kenapa" ucap Ling yang seolah olah terkejut
"Makanya cepat selesaikan lukisanmu" ucap Axell, Ling pun langsung membereskan lukisannya,
"Sudah Ayo" ucap Ling yang telah selesai membereskan barang barangnya.
Axell dan Ling pun pergi kesuatu tempat, mereka pergi ke sebuah bukit taman kota, mereka juga membeli cemilan untuk menemani mereka.
"Apa kau mengenal Arjuna Arsen Calandra" ucap Axell yang langsung to the point
Ling nampak terdiam, "aku mengenalnya, dia baik sama sepertimu, dan dia juga hobby banget memanah dan memburu hewan, aku pernah di tolong oleh tuan muda Juna pada saat aku lagi ikut nona Lily dan tuan muda Pelix memancing di pinggir sungai dekat hutan saat itu..
💿Flashback on💿
Saat itu Pelix mengajak Lily dan Ling untuk memancing ikan di sungai dekat hutan.
" Ling, Lily, kalian mau ikut aku gak memancing ikan di sungai dekat hutan "ucap Pelix yang mengajak Lily dan Ling untuk ikut dengannya.
" aku gak mau, ibu melarangku untuk pergi kesana Pelix, apa kau tidak tau disana banyak hewan buas kalau kita di makan hewan buas gimna"ucap Lily yang gak mau ikut dengan Pelix.
"Lili disana gak ada hewan buas, aku pernah kesana bersama Juna tapi gak ada hewan buas, ayolah kalian ikut" ucap Pelix yang memohon
"Kenapa gak kamu aja yang kesana Pelix" ucap Ling
"Aku tidak mau kesana sendiri aku takut kalau sendiri, lagian kalau aku sama kaliankan ada teman buat ngobrol masa aku hanya ngobrol sama nyampuk sih, ayolah ikut memancing ikan denganku"ucap Pelix
" lagian paman dan bibi gak akan marah ko kita memancing gak lama, mau gak"ucapnya lagi
"Kenapa kau gak ajak kak Juna aja, buat memancing denganmu" ucap Lily
"Juna tidak mau, katanya dia mau latihan memanah bersama kak Ivan" ucap Pelix
"Mmmm yaudah dech tapi sebentar yah mancingnya aku takut nanti ibu nyariin" ucap Lili
"Tapi Lily nanti gimana kalau Bibi Rane marah" ucap Ling
"Gak akan ko, kita ikut mancing bersama Pelix" ucap Lily.
Mereka pun ikut pergi memancing bersama, Setelah itu, Pelix pun memasangkan umpan. Hampir satu jam mereka memancing Pelix sudah mendaptakan 3 ikan hasil pancingannya.
"Pelix kita pulang yuk, nanti ibu nyariin" ucap Lily
"Sebentar lagi Lili" ucap Pelix
"Tapi Pelix ini hampir gelap, kita pulang aja yah" ucap Ling
Krusak.....krusak...
"Pelix itu suara apa" ucap Lily yang mulai ketakutan
"Mana aku tau" ucap Pelix yang juga mulai ketakutan.
"Apa jangan jangan itu binatang buas" ucap Ling
"Ling kau jangan nakut nakutin ku" ucap Lily yang terlihat ketakutan