The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 51 pembantaian 2



Axell yang kesal karna Darel tak menyebutkan apa yang terjadi diruangan itu bahkan Darel memutuskan sambungannya hal itu membuat Axell semakin kesal


"Disini kingnya siapa sih aku atau dia" ucap Axell, dan gak lama 2 anggota the Axe yang ikut dengan Axell yang gak lain ialah Vero dan Azka menghampiri Axell


"King kami sudah memasang peledak dan bom rakitan disetiap sudut" ucap Vero


"Bagus sekarang kita cari pintu yang memiliki desain paling beda diantara yang lain" ucap Axell


"Pintu yang paling beda hanya ada di ujung sana king" ucap Azka dan mereka pun langsung menuju kearah pintu yang memiliki desain paling beda.


Mereka pun langsung memdobrak pintu tersebut dan langsung masuk saat masuk kedalam ruangan itu mereka cukup terkejut dengan aktifitas yang ada dikamar tersebut.


"Sialan Darel, ternyata ini yang dia maksud, huh....bikin mataku tercemar saja dengan pemandangan yang seharuanya gak aku liat" ucap Axell, Vero dan Azka hanya terkekeh.


"Kalian bereskan semua itu" ucap Axell dan bertepatan seorang pria yang bertubuh kekar tanpa busana langsung menghampiri mereka yang sedang berdiskusi, begitupun dua wanita yang ada disitu keluar dari ruangan itu, orang yang ada diruangan itu mereka tanpa busana selelai benang pun, bahkan semenjak mereka masuk kedalam ruangan itu hanya suara desahan yang mengema diruangan itu.


"Huh....bikin mataku tercemar saja" ucap Axell kesal


"Siapa kalian" ucap pria itu dan kedua wanita itu keluar, Azka dan Vero langsung memanah mereka kedua wanita tersebut.


Jleb....


Aghh....


Jleb.....


Aghhh .....


"Kalian sudah membunuh wanitaku" ucap geram pria itu, yang gak lain namanya Gono seorang mafia sekutu yang menguasai wilayah Madrid.


Gono pun langsung mengambil senjatanya namun sebelum itu Axell lebih dulu memanah Gono dengan racun yang melumpuhkan semua sarap milik Gono


Jlebb....


Agh....


"Sekarang kau sudah gak bisa apa apa lagi tuan Gono" ucap Axell yang langsung tersenyum miring


"Siapa kau, aku gak pernah berurusan denganmu anak muda" ucap Gono, Axell hanya tersenyum sinis dengan sorot mata yang tajam


"Azka kau ambil selimbut untuk menutupi tubuh mereka, yang udah mencemari mataku dengan pemandangan yang menjijikan ini" ucap Axell, Azka pun langsung mengambil selimbut dan langsung menutupi tubuh 2 tubuh wanita itu dan juga Azka menutupi tubuh Gono


"Apa kau mau tau siapa aku" ucap Axell yang mencengkam kuat dagu Gono, Axell pun melepaskan topeng yang ia pake


"Ka...kau" ucap Gono yang terbata bata dan juga terlihat sangat kaget pas tau kalau orang yang ada dihadapannya itu adalah Axell.


"Iya ini aku apa kau masih mengenaliku" ucap Axell,


"Ka...kau ma...masih hidup bagaimana bisa" ucap Gono


"Hey pak tua asal kau tau nyawaku ini seperti kucing jadi gak akan bisa membunuhku termasuk kau karna sekarang aku King Ax yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri karna kau sudah mengusikku" ucap Axell dengan penuh penekanan


"Dasar bocah ingusan lepaskan aku" ucap Gono, Axell pun meluncur tembakannya tepat dikepalanya


Dor....


Aghh....


Axell memberondong tempakan pada Gono dan ia juga memasukan bom rakitannya kedalam mulutnya, bahkan Azka dan Vero menyidik ketakutan melihat kekejaman sang king mereka.


"Kita segera keluar dari ruangan ini sebelum bomnya meledak" ucap Axell datar, mereka pun segera keluar dari ruangan itu dan...


Duwarr.......


Ledakan yang cukup dasyat terjadi didalam ruangan sehingga terjadi getaran disekitar mansion akibat dari ledakan yang terjadi diruangan itu.


Axell langsung menyusul yang lainnya, bahkan ia membantu Daren yang hampir kewalahan namun the Axe masih utuh hanya luka kecil serta goresan sedangkan anggota Gono banyak yang tewas,


"Ambil posisi" ucap Axell, mereka pun segera bersembunyi ditempat tertentu, mereka mengendap dan bersembunyi seperti sniper yang siap membidik para musuh mereka.


The Axe memiliki kemampuan sniper yang cukup bagus bahkan hampir dari keseluruhan mereka dilatih untuk menjadi sniper, The Axe juga bukan hanya diajarkan memanah saja tapi mereka mengajarkan beladiri serta menembak bukan cuman itu orang orang terpilih dari the Axe Axell jadikan sebagai peracik racun dan juga perakit bom.


Saat dilihat anggota Daren mulai terdesak Axell melemparkan gas beracun.


"Gas beracun" ucap Daren yang tau ada gas beracun kearahnya


"Gunakan masker kalian" teriak Daren dan anggota the Axe pun segera memakai masker khusus.


Bahkan satu persatu musuh mereka tumbang bukan hanya dari gas beracun melainkan dari Axell dan juga Azka dan Vero yang menembaknya.


Dor.....


Agh ....


Dododododorrrrr..........


Agh...Aghh....bruk .....bruk ....brukkk....


Seluruh jajaran Gono telah tewas ditangan sang king Ax dan juga The Axe, Axell, Vero dan Azka keluar dari persembunyiannya


"King Ax" ucap mereka barengan yang langsung membuka masker mereka yang menutup hidung mereka


"Cepat segera keluar dari mansion, sebentar lagi bom akan segera meledak dalam waktu 5 menit lagi" ucap Darel lewat mikroponnya ia terlihat panik saat tau waktu bom itu meledak tinggal 5 menit lagi


Axell serta The Axe lainnya keluar dari mansion itu dan gak lama bom meledak


DUWARRRR..... ..


DUWAARRRR........


untung saja mereka bisa menghindar dari ledakan itu dan mereka pun segera masuk kedalam mobil mereka dan menjauh dari area itu karna sebentar lagi pasti ada warga dan pihak kepolisian yang akan mengepung tempat itu, secara ledakan itu sangat dahsyat. Beruntung sekali tempat itu jauh dari penduduk jadi saat ledakan itu terjadi tak berakibat fatal kependuduk sekitar.


Dan yang langsung pergi kekota Valencia kota yang gak jauh dari dari kota Cuenca. Mereka pun langsung pergi kekota tersebut dan setelah sampai di kota tersebut mereka langsung menuju mansionnya Fox mafia sekutu yang berada dikota Valencia.


Mereka pun langsung menyusun rencana Darel yang kini digantikan oleh Daren karna Daren cukup terluka parah dan terkena tembakan dilengannya kananya jadi ia gak ikut untuk penyerangan selanjutnya dan digantikan oleh Darel. The Axe yang memiliki luka yang cukup parah Axell tidak mengizinkan untuk ikut di penyerangan selanjutnya, karna ia gak mau mengambil resiko dengan kondisi the Axe sendiri, ada 2 orang anggota the Axe yang gak ikut serta Daren yang juga gaj ikut totalnya 3 orang yang gak ikut untuk penyerangan selanjutnya. Mereka hanya ditugaskan untuk mengendalikan drone serta komputer sebagai pusat komando yang memantau keberdaan sang king dan The Axe yang memulai penyerangan.