The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 100 The Axe incaran militer



Axell yang sedang berada dikamarnya ia harus terbangun dari tidurnya karna suara bisik dari ponselnya, dan pas dilihat ternyata suatu panggilan dari orang orangnya kalau pihak dari pemerintah sudah mencurugai perkumpulan the Axe bahkan pihak militer melakukan penyerangan tepatnya di markas The Axe yang berada disingapure.


Axell yang mendapat pesan itu ia memerintahkan bawahannya untuk memindahkan sisa sisa senjata ke Amerika dan Madrid, Axell sudah mengetahui akan hal itu jadi Axell sudah mengosongkan markas itu dan hanya senjata rahasia yang sudah terpasang dibeberapa titik tertentu markas yang berada disingapure


"apa yang aku takutkan sekarang terjadi, dan untungnya aku sudah menyiapkan payung sebelum hujan, haha...akan ada pesta kembang api di markas lamaku, dan sekarang aku tinggal bikin rencana gimana cara aku masuk kedalam jajaran dewan darkness, tikus jalanan yang ada di jajaran dewan darkness makin meresahkan" ucap Axell yang kini sudah berad dimeja kerjanya dengan memandangi komputernya yang menyala, gak lama Eric dan Thommy masuk kedalam kamarnya Axell


"permisi king..." ucap Eric dan Thommy


"ada apa" ucap Axell datar


"kau sudah tau berita tentang markas kita yang berada disingapure king" ucap Eric


"sudah, kenapa" ucap Axell


"kau masih bilang kenapa king, apa kau gak takut kalau posisimu tergeser bisnismu berantakan dan juga pihak pemerintah menargetkanmu Ax" ucap Thommy yang gak abis pikir dengan Axell, dan sementara Axell dia hanya bersikap santai


"apa yang harus aku takutkan, aku sudah bertindak lebih dulu, lagian siapa yang berani menyentuh bisnisku dan juga biarkan saja mereka menghacurkan markas yang berada disingapure mungkin mereka butuh hiburan dengan bermain kembang api" ucap Axell yang beranjak dari duduknya, sedangkan Eric dan Thommy mereka mengidik ngerti, apa yang dimaksud dengan bermain kembang api, Thommy dan Eric yakin kalau Axell sudah menyiapkan kejutan buat para militer yang ingin menghancurkan markasnya.


sementara di Las Vegas, tepatnya di sebuah mansion mewah mereka sedang mengadakan pertemuan para anggota dewan darkness untuk membahas tentang keterkaitannya the Axe dengan pembantaian besar besaran di Italian dan Roma diwaktu bersamaan, bahkan kedua kota itu harus mengalami kerugian cukup besar apalagi wilayah itu dekat dengan permungkiman. para militer pemerintah hanya mencurigai karna mereka kehilangan jejak bisa dibilang setelah kejadian itu seluruh data lenyap begitu saja.


Dewan Darkness mencurigai the Axe yang berada dibelakang pembantaian itu bahkan the Axe sendiri kini tercatat perkumpulan mafia terbesar, bukan cuman itu King Ax termasuk mafia terkejam bahkan dewan darkness pun posisinya hampir tergeser dengan adanya the Axe dimuka buminya, ketakutan dewan darkness terbukti dengan adanya king mafia misterius yang belum diketahui siapa orang itu apalagi the Axe hampir melenyapkan sebagian dari perkumpulan five devils perkumpulan yang keberadaannya cukup misterius, karna perkumpulan itu seakan menghilang setelah tewasnya Stevanuss diesel.


hawa dingin yang mereka pancarkan diarea ruangan itu, bahkan belum ada yang berani membuka suara hanya detakan gelas yang terdengar dan juga mereka sedang menunggu kedatangan Komandan Jero dan nyonya Rane yang belum sampai, tidak lama detakan langkah kaki terdengar memasuki ruangan itu.


"selamat pagi...." ucap komandan Jero yang memasuki ruangan itu dengan diikuti nyonya Rane, mereka pun langsung masuk dan seluruh anggota dewan darkness berdiri dengan seakan menyambut kedatangan komandan Jero.


setelah komandan Jero duduk dengan ditemani Nyonya Rane disampingnya, dan juga komandan Jero menatap satu persatu anggota dewan darkness


"hanya orang bodoh yang gak tau berita panas itu komandan, jangankan yang gak punya televisi ataupun media kucing saja tau soal berita itu" ucap Adrian Aston


"Aston bisakan kau bersikap serius, jika kau gak bisa bersikap serius sebaiknya kau diam" ucap Elizabeth Hopper yang membuat Adrian Aston mendengus kesal


"saya baru dapat info kalau markas utama the Axe di Singapore, sisanya mereka berpindah pindah" ucap Caesar Thomas


"kenapa Axell bisa seceroboh itu, mana bisa markas the Axe diketahui, apa sistem milik Axell berhasil dicuri" batin Ivano Edrick


"apa pihak militer akan melakukan penyerangan pada the Axe, kalaupun iya itu sangat bagus kita gak susah susah melenyapkan king Ax itu" ucap Chen Wang


"militer mengambil sekutu buat menyerang markas the Axe di Singapore, dan mungkin aja akan terjadi penyerangan besar besaran yang akan terjadi dalam sejarah para mafia, dibantai militer pemerintah" ucap Antonius


"setiap mereka membahas the Axe apalagi ketua mereka king Axe, kenapa seperti ada yang aneh dalam diriku, sebenarnya apa yang terjadi dan siapa king Axe itu, dia terlalu misterius sampe sampe aku sendiri gak bisa menyelidikinya, apa ini juga ada hubungannya dengan Axell putraku" ucap Antonius dalam hatinya


"kau benar, tapi apa mungkin pihak militer bisa melenyapkan king Ax, dia terlalu cerdik untuk dilenyapkan" ucap Jhon Walker


"apa dari pihak kita akan ikut berpihak dalam pembantaian itu" ucap Hans Kendrick


"itu sama saja kalian mengantarkan nyawa kalian kalau kita ikut dalam pembantaian the Axe, kita cukup jadi penonton saja, aku juga penasaran seberapa besarnya nyali pihak militer mau melenyapkan king Ax" ucap Aston


pembicaraan mereka terus berlanjut, apalagi tentang ide mereka dalam pembantaian besar besaran yang akan dilakukan oleh pihak militer pada the Axe, apalagi dewan darkness perlu mengamankan bisnis mereka karna resiko mereka cukup besar, the Axe mafia elit yang cukup misterius bisa saja dewan darkness terkena imbasnya karna sama sama mafia dan juga bisnis ilegal mereka yang pernah ditandai oleh pihak militer.


mereka gak mau mengambil resiko kalau ikut campur ataupun turun tangan, dalam pembantaian itu mengingat resiko mereka dan juga pekerjaan mereka yang sering jadi incaran pada militer.