
Aghhhhh........
Teriak Axell sambil memukul samsak dengan cukup keras, ternyata saat di Axsel berada di situ komandan Zero dan nyonya Rane melihat Axell di tepat itu tapi mereka gak nyamperin malah memperhatikan Axell dari ambang pintu
"Ledakan, iya ledakan itu yang bikin aku jatuh ke sungai" ucap Axell ia pun duduk terlemas di lantai wajahnya nampak terlihat pucat
"Ada hubungan apa aku dengan mafia" batin Axell yang merunduk
Aghhhh........
Teriak Axell sambil menarik rambut Axell, Axell yang sudah nampak frustasi, nyonya Rane makin gak tega melihat Axell yang kesakitan yang berusaha menggingat semua kejadian di masa lalunya.
Nyonya Rane dan komandan Zero pun masuk kedalam ruang itu, mereka nampak gak iba melihat Axell yang berusaha menggingat semua kejadian di masa lalunya
"Arsen" panggil nyonya Rane, Axell pun mendongkrak dan melihat kearah sumber suara itu
"Ibu, Ayah" ucap Axell lirih
"Arsen jika kau tidak bisa menggingat semua kejadian di masa lalumu jangan kau paksakan itu terlalu menyiksamu Arsen ibu gak tega melihatmu seperti ini" ucap Nyonya Rane yang memeluk Axell
"Ibumu benar Arsen, jika itu terlalu menyiksamu jangan kau paksakan, kau harus yakin suatu saat nanti ingatanmu pasti akan kembali, kau hanya mengalami amesia ringan bukan Amesia permanen jadi ingatanmu pasti kembali hanya butuh waktu saja" ucap komandan Zero
"Jangan bikin ibu sedih Arsen, denganmu seperti ini sangat menyiksa, walaupun kau bukan putra kandung ku tapi kau udah seperti putra kandungku sendiri" ucap Nyonya Rane Axell hanya dia mencerna semua perkataan dari komandan Zero dan nyonya Rane
"Aku minta maaf bu, saat aku melakukan hal baru disini seperti aku pernah melakukan hal itu di masa lalu natah siapa itu, aku tidak bisa mengingatnya hanya jadi teka teki" ucap Axell
"Aku yakin pasti Arsen ini merupakan keturunan mafia, aku bisa melihatnya bahkan saat dia bertarung seperti Arsen sudah terlatih" batin komandan Zero.
"Sebaiknya kau istirahat Arsen, pulihkan dulu kondisimu sebelum kau benar benar siap melakukan apa yang aku suruh" ucap Komandan Zero yang melangkahkan kakinya keluar ruangan
"Dasar pak tua, gak lihat apa kondisiku tadi yang terlihat kacau masih saja dia menyuruhku buat berlatih" batin Axell
"Aresn sebaiknya kau istirahat, ibu temenin kau istirahat" ucap nyonya Rane
"Gak perlu ibu, aku bisa istirahat sendiri, dan kau bisa istirahat juga" ucap Axell
"Baiklah ibu juga akan beristirahat, kau juga langsung istirahat Arsen" ucap Nyonya Rane
"Baik bu" ucap Axell
Mereka pun keluar dari ruangan Gym itu saat Axell hendak ke kamarnya Axsel melihat Eliza dan Patricia sedang berlatih, Axell pun membalikan posisinya ia malah nyamperin Eliza dan Patricia
"Kak Eliza apa aku boleh ikut berlatih bersama kalian" ucap Axell.
"Tentu, ayo " ucap Eliza
"Eliza dia siapa sepertinya aku baru melihatnya disini" ucap patricia
"Dia adik angkatku Patricia, namanya Arsen Calandra" ucap Eliza
"Iya memang, ibuku menamai dia Arsen Calandra nama dari adikku Arjuan Arsen Calandra, dia kehilangan memorinya jadi dia tidak mengingat namanya sendiri jadi ibuku beri nama Arsen" jelas Eliza
"Hai Arsen aku Tricia" ucap Petricia
"Arsen, apa kalian keberatan jika aku ikut berlatih bareng kalian" ucap Axell
"Sama sekali tidak Arsen" ucap Petricis
"Tapi apa kau sudah benar² pulih Arsen" tanya Eliza
"Tentu, tadi saja aku habis bertarung dengan james mengunakan pedang, pasti kau gak menyaka kalau aku bisa melakukan itu" ucap Axell yang terlihat kepedan
Mereka pun mulai berlatih dengan mengunakna tangan kosong, Petrici yang menyerang Axell terlebih dulu, sementara Eliza hanya melihat Axell dan Petricia yang sedang bertarung
"Dari gaya bertarung seperti itu, aku seakn akan lihat Antonius Timofey bahkan dari cara dia menghindar pun cukup mengimbangi" batin Eliza
"Apa Arsen itu ada hubungannya dengan Antonius Timofey, tapi bukankah Antonius punya anak laki laki yang akan menjadi pewaris seluruh kerajaan bisnis Timofey, apa mungkin kalau Arsen itu Axell Timofey tapi bukankah Axell ikut tewas dalam pembantaian mansion diAmerika" batin Eliza
"Kalian berdua hentikan nanti kalian lanjutkan lagi setelah makan siang, ini udah waktunya makan siang dan kau Arsen kau segera masuk nanti ibu bisa cemas mencarimu" ucap Eliza
"Baiklah kak" ucap Axell
"Eliza nanti kau harus bertarung lagi denganku, banyak yang harus aku pelajari darimu" ucap Axell yang meninggalkan Perticia
"Pelajari apa lagi dariku Arsen kau cukup terlatih, bahkan banyak serangan yang kau hindari, apa kau pernah belajar khusus Arsen" ucap Petricia
"Ntahlah aku gak tau aku ngak mengingat semua kejadian di masalaluku" ucap Axell
Axell pun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya ia pun segera membersihkan badannya, dan turun kebawah untuk makan siang bersama keluarga barunya.
Setelah makan siang Axell pergi keluar rumahnya tanpa memberi tahu keluarganya ia pergi secara diam diam.
"Dari pada aku jenuh di dalam mansion mending aku keluar" ucap Axell ia pun pergi keluar mansion
Axell pergi menuju sebuah Danau yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mansion ataupun camp milik militer.
"Disini terasa lebih sejuk, semoga di sini aku bisa mengingat semua kejadian kelam yang pernah aku alami, jujur aku merasa gak nyaman dengan aku seperti ini" ucap Axell yang duduk di rerumputan sekitar danau itu sambil menikmati udara sore.
Gak lama ada seorang cewek yang menghampiri Axell dan duduk di sampingnya
"Aku boleh duduk di sini" ucap cewek itu dengan menggunakan bahasa mandarin, bukan bahasa inggris seperti Axell.
"Silahkan" ucap Axell yang juga mengunakan bahasa Mandarin, Axell memang sudah menguasai beberapa bahasa diantaranya, Inggris, Rusia, Mandarin, Jepang, Korea, tagalog, Indonesia, thai, dan prancis,serta melayu.
"Kau bisa berbahasa Mandarin juga, aku Sellena Aling" ucap cewek itu yang bernama Ling, ia memang berasal dari China bahkan bahasanya saja berlogat Mandarin