
"Dan itu hanya rekayasa dulu setelah pembantaian dimansionku, aku diasingkan keIndonesia dan pas aku balik ke amerika terjadi pembantaian di bandara dan aku loncat dari atas jembatan karna akibat dari ledakan itu" ucap Axell yang mengingat kejadian kelamnya
"Dan aku ditemukan dan diselamatkan oleh komandan Zero serta nyonya Rane, dan mereka juga memganggapku sebagai putranya karna waktu itu aku kehilangan sebagian dari memoriku" sambungnya lagi
"Jadi gak ada yang tau kalau kau masih hidup Axell" ucap Roberto
"Gak ada, bahkan daddyku saja tidak mengetahui kalau putranya selamat dari pembantaian di new york itu" ucap Axell yang menatap sendu kearah jendela
"Dan kau jun, kenapa bisa kau masih selamat dari ledakan waktu di Las vegas"ucap Roberto
"Aku masih bisa selamat dalam ledakan itu semua karna Axell kalau saja Axell gak datang menolongku pasti aku udah benaran tewas ditempat kejadian"ucap Eric yang mengingat kejadian ledakan di Las Vegas
"Dan kami juga bisa seperti ini semuanya karna king Axell" ucap Calvin
"Dan kami juga berhutang nyawa pada Axell" ucap Zico
"Dan king juga yang menyelamatkan kami dari pahitnya hidup dijalanan dan mengubah kami jadi seperti ini" ucap Rezan
"Dan kau juga adalah pewaris terakhir dari dewan Darkness dan otomatis mereka mengincarmu, cepat lambat mereka akan membunuhmu sebelum tujuan mereka tercapai mengantikan kedudukan dewan Darkness menjadi Five Devils" ucap Axell
"Aku bersedia bergabung dengan the Axe, tapi gimana dengan" ucap Roberto
"Kau tenang saja kami udah merekayasa kejadian itu dan mereka juga mengaggap kau sudah tewas ditangan kami"ucap Eric
"dan sekarang namamu bukan Roberto Braillie Thomas melainkan Thomy Braillie agar tidak ada yang mencurigainya, dan kau akan dibimbing oleh mereka untuk mengetahui semua tujuan the Axe"ucap Axell
"Mmm.... baiklah nama yang cukup keren Thommy, apa aku bisa hidup bebas, selama ini aku banyak diatur oleh pak tua itu" cap Roberto
"Selama kau di The Axe aku gak akan membatasi pergaulanmu kecuali kau melanggar aturanku dan aku gak segan segan menghukummu"ucap Axell
"Berarti aku bisa donk kencan sama wanita" ucap roberto
"Jangankan kencan nikahin aja terserah, aku gak akan mengatur hidupmu sendiri yang mampu mengaturnya, dan buat fasilitas nanti Eric yang akan kasih fasilitas itu pun dalam pemantauanku, dan jika kau berani berkhianat aku gak segan segan membunuhmu dengan cara yang cukup tragis" ucap Axell mereka yang berada disitu pun sampe merinding Axell gak pernah main main sama ucapannya
"Iya aku janji gak bakal berkhianat dan aku juga bersumpah akan jadi pengikutmu Axell" ucap Roberto
"Bagus akan ku pegang ucapanmu" ucap Axell yang melangkahkan kakinya keluar kamar Roberto
"Dan dimana markas the Axe"ucap Roberto
"Markas kita ada Singapure daratan asia tenggara" ucap Eric
"Kau gak perlu khawatir thom wanita asia lebih cantik dan lebih menggoda di banding wanita Eropa" ucap Zico
"Apa iya" ucap Roberto tak percaya karna selama ini ia kebanyakan diam dimansion karna kalau ketahuan keluar dari mansion tanpa izin pasti ia mendapatkan hukuman dari ayahnya tuan Caesar Thomas
"Kau sama saja dengan Zico" ucap Calvin yang melangkahkan kakinya keluar kamar Roberto diikuti dengan Eric
"Tenang aja Thom nanti kau ikut denganku ke club malam atau di Casino milik the Axe aku yakin pasti bakal betah mengelola bar dan casino the Axe" ucap Zico
"Kau sama Zico sama saja tapi awas kalau lo berdua macem macem sama sniper wanita yang ada di markas, aku yakin kau berdua akan digantung mati sama king Axe" ucap Rezan yang masih berada disitu
-nama Roberto diubah menjadi Thommy.
"Kau liat saja nanti kau akan liat bagaimana kekejaman king Ax" ucap Rezan
"Sniper wanita yang berada dimarkas mereka cukup mengerikan kau jangan mau berusan sama mereka thom, jika kau salah mengoda mereka gw yakin peluru menancap di kepalamu" ucap Zico
"Wow kejam juga mereka" ucap Thommy
"Mereka bukan wanita sembarangan" ucap Rezan yang melangkahkan kakinya keluar kamar Roberto
Pagi harinya Axell sudah siap untuk berangkat ke Belanda untuk menemui Ivano Edrick, Axell kali ini tidak dianterin sama The Axe ia memilih untuk pergi sendiri dengan menggunakan pesawat milik pemerintah agar tidak ada yang mencurigainya.
Siang harinya Axell sudah sampai Amsterdam Belanda disana juga Axell di jemput mereka Jean tangan kanannya Ivano Edrick
"Apa kau Arsen Calandra" ucap Jean yang menggunakan mobilnya ia juga memakai baju casual agar tidak dicurigai
"Iya, aku Arsen apa kau Jean, tangan kanannya Ivan" ucap Axell
"Iya, silahkan masuk tuan muda" ucap Jean yang menyuruh Axell masuk kedalam mobilnya
"Jangan panggil aku tuan muda, panggil aja Arsen dan jangan terlalu formal denganku" ucap Axell
"Mmm baiklah Arsen" ucap Jean, Jean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Mansion Ivan, saat didalam perjalanan Jean dan Axell mereka mengobrol membicarakan hal hal konyol dan Jean pun nampak gak canggung dengan Axell bahkan seperti sudah kenal cukup lama ya walaupun baru beberapa jam mereka berkenalan.
Mereka pun sampai di mansion mewah milik Ivano dan mereka pun langsung masuk kedalam mansion itu
"Arsen, akhirnya kau sampai juga, bibi Rane bilang kau kabur dari Mansion kenapa" ucap Ivan yang mengajak Axell duduk disalah satu sopa
"Aku sudah izin sama ibu waktu aku berangkat kesini dan aku berpikir kalau ibu atau ayah mengirim mata mata untuk mengikutiku, dan acara jalan jalanku sebagai warga biasa akan hancur karna ibu menyuruh orang mengawasiku" ucap Axell
"Kau ini sama saja dengan Juna, bahkan kelakuanmu hampir sama yang sering pergi tanpa izin tentu saja bikin semua orang panik" ucap Ivan, dan mereka pun banyak bercerita, gak lama Pelix Edrick adik dari Ivan Edrick menghampiri mereka
"Sore kak" ucap Pelix yang menghampiri Ivan
"Ada tamu yah, sorry" ucap Pelix
"Pelix kenalkan ini Arsen, anak angkatnya bibi Rane" ucap Ivan, Pelix pun menatap Arsen
"Seperti pernah liat orang ini" batin Pelix
"Pelix adiknya kak Ivan" ucap Pelix
"Arsen" ucap Axell
"Kenapa namamu hampir sama seperti Kak Juna" ucap Pelix
"Ya karna ibu Rane memberiku nama yang mirip dg Juna, kau jangan tanya kenapa namaku bisa sama, alasannya tanyakan saja pada nyonya Rane " ucap Axell