
"Mereka suruhan ayahku, dan juga pamanku aku tidak tau kenapa mereka selalu memakai senjata seperti itu menyebalkan bahkan aku pernah melarangnya tapi mau gimana lagi" ucap Axell yang langsung pokus pada layar laptopnya
"Apa kau ada hubungan dengan mafia" ucap kimberly ragu ragu
"Sudah kuduga pasti Kimberly akan mencurigai hal itu " batin Axell,
Axell menatap Kimberly dan tersenyum tipis pada Kimberly
"Aku gak ada hubungannya sama mafia kim, justru aku tidak tau mafia itu seperti apa, yang jelas aku bukan bagian dari mafia dan mustahil juga kali kim, memangnya dimana keberadaan mafia aku tidak tau keberadaan mafia" ucap Axell dengan tersenyum getir
"Kalau kau bukan bagian dari mafia dan kenapa bodiguardmu pada memakai senjata" ucap kimberly yang masih penasaran
"Ayahku seorang miliarder dan dia takut kalau anak tunggalnya kenapa napa, mungkin itu alasan ayahku mengirim bodiguard baru kesini, padahal aku sudah melarangnya" ucap Axell yang berbohong tentu saja hal itu Kimberly mempercayainya kalau Axell itu anak dari seorang miliarder bukan dari seorang mafia.
•flashback off•
"Apa kemungkinan Axell anak dari seorang mafia, dan aku dari sorot matanya kemarin yang biru pekat aku seperti mengenal sorot mata itu" ucap Komandan Zero
"Apa Arsen ada hubungannya dengan ke anggota dewan darknesa" ucap nyonya Rane
"Kurasa tidak Arsen tidak memiliki tato seperti juna dulu" ucap Elizabeth
"Sudahlah kalian jangan membahas tentangku, semua identitasku privat jadi sampai kapan pun kalian gak bisa mencari tau siapa aku" ucap Axell yang masih berdiri diambang pintu, mereka yang cukup kaget dan langsung menengok kearah sumber suara itu.
"Axell"
"Arsen"
"Arsen"
"Arsen"
"Iya aku, kenapa" ucap Axell
"Bagaimana kau bisa tau kalau" ucap Komandan Zero yang terpotong
"Aku tau karna aku berhasil meretas cctv mansion, aku cuman mau kasih tau kalian berhenti mencari tau tentang identitasku gak bakal ketemu karna aku seorang hacker bahkan kemampuanku sudah diakui dunia" ucap Axell
"Mau apa kau kesini" ucap Kimberly yang menatap tajam Axell
"Aku cuman mau pamit" ucap Axell
"Yaudah sana ngapain lagi masih disini" ucap Kimberly, Axell hanya tersenyum miring
"Axell kau jangan pergi tinggal disini, kalau kamu pergi kamu mau tinggal dimna nak" ucap nyonya Rane
"Gk bisa bu, ada misi yang harus aku lanjutkan karna dulu sempat tertunda akibat ledakan di new york" ucap Axell
"Misi, misi apa " ucap Elizabeth
"Aku gak bisa kasih tau sekarang, yang jelas misi itu udah aku susun rapi selama 13 tahun, tepatnya di usiaku ke 8 th, aku mulai merancang misi sampai akhirnya aku harus menunda karna mereka sudah mengetahui keberadaanku tepatnya terjadi ledakan di new york" ucap Axell
"Ini rumahmu juga tinggallah lebih lama disini, kami sudah menganggapmu bagian dari keluarga ini" ucap Komandan Zero
"Makasih, tapi aku harus pergi, dan liat saja nanti akan ada ke kejutaan didewan darkness" ucap Axell
"Satu lagi, awasi Kimberly karna dia Target terakhir dikeluarga ini setelah Arjuna" ucap Axell yang langsung pergi.
Ia pergi ke Berlin tepatnya ke apartmentnya Rezan, mereka akan ikut bersama Axell ke Belanda untuk menemui Ivano yang akan menjalankan misinya untuk masuk kedalam jajaran dewan darkness.
Sementara di Rusia Antonius dan rombongan sudah siap untuk terbang ke Brighton London, membutuhkan banyak waktu untuk sampai di Brighton London, setelah mereka sampai di Brighton London mereka langsung mencari mansion dimaskud, 2 jam menempuh perjalanan dari kota Brighton akhirnya mereka sampai disebuah kota yang menghubungkan kota Brighton dengan kota Hostings. Akhirnya mereka sudah sampai di mansion yang gak terlalu megah.
Antonius langsung menyuruh Daniel untuk meretas cctv yang ada di mansion itu, setelah Daniel mereka mereka melihat seorang anak kecil yang sedang menagis akibat diperlakukan kasar oleh sang ibu tiri tapi ada seorang wanita yang memeluknya dan membelanya, dan mereka berpendapat kalau itu Cylame Victoria bahkan Theresa saja sampai menangis dibuatnya karna melihat putrinya yang menderita.
Mereka langsung masuk kedalam mansion itu, mansion itu yang memiliki beberapa penjaga dan mereka langsung menembak mati penjaga itu.
"Siapa kalian" ucap penjaga itu
Penjaga itu langsung menbukakan gerbang itu,
"Ada urusan apa kalian sama tuan kami, nyonya Theresa, ngapain nyonya Theresa kesini bukankah kau sudah tidak berguna lagi disini" ucap penjaga itu dengan nada yang mengejek, Antonius yang gak suka dia menperlakukan Theresa seperti itu Antonius langsung menembak orang itu.
DOR...
Antonius menembak penjaga itu tepat dikepalannya, bahkan kedua orang sahabatnya hendak melawan namun langsung disodongkan pistol oleh Mark, Daniel, dan Lucifer
DOR....DOR...
dua orang penjaga itu langsung ditembak mati oleh mark dan Lucifer
Theresa cukup kaget apa yang dilakukan oleh keempat pria dihadapannya.
"Ka...kalian membunuhnya" ucap Theresa gugup
"Kau tenang saja ini hal biasa, nanti kau akan terbiasa melihat Ini, karna kau akan hidup dilingkungan mafia" ucap Antonius ia pun mengemgam tangan Theresa untuk masuk kemansion milik Bastian ia tau kalau Theresa sangat ketakutan saat ketemu dengan Bastian ia masih gak lupa dengan perbuatan Bastian sama Theresa.
Brakkk ....
Mark menendang pintu itu sampai terbuka, dan mereka masuk kedalam mansion, betapa kagetnya saat mereka masuk mereka melihat Cylame sedang diperlakukan kasar oleh Sherly dan juga bastian tentu saja dengan kedua anaknya.
"BERHENTI, APA APAAN KALIAN MEMPERLAKUKAN PUTRIKU SEPERTI ITU APA KAU TAK PUNYA HATI" bentak Theresa yang langsung menghampiri putrinya dan memeluknya.
"Ngapain kau kesini dasar jalang, ibu sama anak sama saja pembawa sial" ucap Bastian
"Dasar gak tau malu" ucap Sherly
"Berhenti sebutku jalang karna aku bukan jalang sepertimu" ucap Theresa emosi
Plakkk...
Bastian menanpar keras pipi Theresa, Antonius yang melihat Theresa diperlakukan kasar ia gak terima
"Berani sekali kau menampar istriku, setelah kau menjualnya dan menyiksa putrimu sendiri sekarang kau menampar istriku juga, dasar pria keparat" ucap Antonius yang terlihat emosi sambil menyodongkan pistol tepat di kepalanya
"Ma....maafkan sa..saya tu...tuan saya gak tau kalau Theresa istri anda" ucap Bastian terbata bata
"Jika aku tidak menyebutkan dia istriku apa kau masih berani" ucap Antonius
"Ma...maafkan saya tuan" ucap Bastian
"Maafkan suami saya tuan, kami janji gak akan melakukannya lagi" ucap Sherly
Antonius pun langsung menurunkan pistolnya, matanya beralih pada Cylame sedang menagis dengan banyak luka lebam disekujur tubuhnya, ntah kenapa ia jadi teringat dengan putranya Axell sewaktu masih kecil. Antonius pun langsung menghampiri Cylame yang sedang dipeluk oleh Theresa
"Sebaiknya kita bawa pergi putrimu dari sini" ucap Antonius
"Cylame kau ikut daddy pergi dari sini yah" ucap Antonius lembut bahkan mereka cukup kaget karna Antonius bisa selembut itu pada seorang anak kecil, yang mereka tau Antonius memperlakukan hal seperti itu pada Axell sewaktu ia masih kecil.
Antonius mengendong Cylame diikuti Theresa, Antonius juga menyuruh pengasuh dari Cylame untuk ikut namun ia menolaknya, ia lebih memilih keluar dari rumah itu dan menemui keluarganya. Antonius juga memberikan kode pada Lucifer untuk memberi perhitungan pada Bastian.
*DOR..
AGHHHH*...
satu tembakan di layangkan oleh Lucifer dan mengenai kaki Bastian, Bastian hanya menahan sakit dikakinya, Mark dan Lucifer membisikan sesuatu pada orang itu
"Itu belum apa apa dibandikan dengan penderitaan pada nyonya dan nona kecil kami" ucap Mark
"Jika kau masih ingin cari masalah dengan kami, kami gak segan segan memutuskan kepalamu dari lehernya bahkan nyawa keluargamu ada ditangan kami" ucap Lucifer
"Iya..tuan kami gak akan menganggu Theresa sama anaknya" ucap Bastian terbata bata