
Axell yang mendapat info dari ivano Edrick soal rencana para dewan yang ingin mengambil keuntungan saat para militer berniat membantai markas the Axe dan juga para Dewan Drakness perlu bersiaga bisa aja bisnis mereka juga ikut kena ibas apalagi mereka sesama seorang mafia.
Axell memerintahkan anggotanya untuk kembali kemarkas mereka, untuk menjaga markas mereka dan memperketat keamanan markas mereka. bukan cuman itu Axell juga menyuruh anggotanya untuk menaruh tawanan mereka kemarkas, dan menjadi tempat untuk menaruh tawanan mereka agar makas tidak terlihat kosong, namun Markas yang disingapure Axell sudah menaruh penjagaan yang cukup ketat dengan memasang senjata tersembunyi disekitar markas yang berada disingapure.
Axell melangkahkan kakinya menghampiri teman temannya yang sedang berada diruang tengah, masing masing mereka tengah pokus dengan laptop didepannya.
"bagaimana..." ucap Axell yang langsung duduk disamping Eric dan dengan mengambil gelas dan menuangkan vodka kedalam gelas kecil
"hampir 50% berjalan dengan baik king" ucap Eric namun matanya masih tertuju pada layar laptopnya
"dalam waktu 3 hari semuanya harus sesuai dengan rencana" ucap Axell
"king...tapi bagaimana dengan bisnismu yang berada disingapure" ucap Calvin
"Candra sudah menghandlenya, tapi aku minta kalian amanankan bisnisku jangan sampai kecium oleh pihak militer, kalau bisnis kita hancur otomatis bisnis ilegal milik dewan darkness juga ikut kena ibasnya" ucap Axell
"kalian bertiga siapkan diri kalian" ucap Axell yang langsung mengisap rokok ditangannya
"bertiga siapa" ucap Thommy
"emangnya mau apa Ax" ucap Thommy lagi
"Thommy sama Eric, persiapkan diri kalian sebentar lagi akan ada kejutan untuk dewan darkness" ucap Axell yang beranjak dari duduknya, ucapan Axell yang membuat Thommy dan Eric bingung, sedangkan Calvin ia sudah tau apa yang dimaksud dari ucapan Axell barusan.
namun sebelum Axell pergi ia membalikan badannya dan dan menatap kearah teman temannya, teman temannya yang menyadari itu mereka mengarahkan pandangan kearah Axell
"kenapa king, ada yang ketinggalan" ucap Zico pada Axell
"kapan kalian kembali ke Amerika" ucap Axell, yaps mereka memang masih berada diitalia dan belum kembali hanya anggota Axe Shadow Army yang sudah kembali pulang kemarkasnya, dan juga pasukan tambahan dari Diamond Devils yang sudah kembali lebih awal ke San Marino.
"besok king, itu baru rencana" ucap Eric
"okay, hari ini aku akan kembali Jerman, ada yang perlu aku bereskan, jadi aku gak bisa bareng sama kalian ke Amerika" ucap Axell
"iya king, kau selesaikan aja masalahmu, soal markas kita bisa handle" ucap Thommy
••
Axell pergi ke Jerman dengan mengunakan pesawat umum, dan sesampainya dibandara Jerman, Axell dijemput oleh salah satu orang orangnya dan kini tujuannya pergi ke apartemennya untuk lebih dulu. Axell kali ini berniat untuk menemui Kimberly kekasihnya yang berada di Jerman, namun mobil yang Axell kendarai menghentikan lajunya dan hampir menabrak seorang wanita, bahkan terlihat jelas wanita itu sedang dikejar oleh 3 orang pria
"maafkan saya king, biar saya cek dulu" ucap anggota dari The Axe yang menjemput Axell dari bandara tadi
"anda kenapa nona, menyebrangnya tidak berhati hati, kalau saya menabrak anda bagaimana" ucap Wino, bahkan wanita itu nampak ketakutan
"maafkan saya tuan, saya dikejar sama orang jahat" ucap wanita itu yang terlihat ketakutan
"hey...." ucap dari salah satu ketiga pria yang tadi mengejar wanita itu
"to....tolong saya tuan" ucap Wanita itu
"berikan wanita itu pada kami" ucap salah salah satu dari orang itu
"jangan tuan, saya mohon tolong saya" ucap Wanita itu yang masih ketakutan
salah satu dari mereka langsung menarik paksa tangan wanita itu
"jangan bermain kasar sama wanita" ucap Wimo menagkis tangan dari pria itu
"banyak bacot....habisi dia" ucap orang yang menarik paksa tangan wanita itu, dan gak lama suara tembakan dari arah mobil itu tepat pada tangan orang itu dan reflek melepaskan cengkramannya.
seorang pria berparas tampan dengan mata tajam keluar dari mobil itu dengan membawa pistol ditangannya
"lepaskan wanita itu, jika kau gak ingin berurusan denganku" ucap Axell dingin
wanita yang tadi pun mengarahkan pandangan pada Axell dan melangkahkan kakinya mundur dengan wajah ketakutannya
"Axell..." ucapnya lirih
"anda jangan ikut campur, bukan urusan anda, lepaskan wanita itu" ucap pria itu
"jangan ada yang berani menyentuhnya, kau salah orang cari lawan" ucap Axell,
"Wimo....urus tikus jalanan itu" ucap Axell, dan Wimo mengerti dengan maksud dari ucapannya Axell, Wimo pun mengeluarkan pistol dari balik punggungnya dan mengarahkan pistol itu pada wanita itu, mereka sempat lari namun dalam 5 detik mereka langsung mati terkena tembakan yang dilayangkan oleh Wimo, sedangkan Axell dia membawa wanita itu masuk kedalam mobilnya
"tenanglah mereka gak akan menganggumu lagi ling" ucap Axell, yaps wanita itu adalah Shelena Aling sahabat Axell sewaktu masih tinggal bersama komandan Jero dan Aling pun langsung memeluk Axell dengan erat, Axell hanya membalas pelukannya Aling, Axell tau kalau Aling sedang ketakutan.
Wimo pun langsung masuk kedalam mobilnya
"cari tau siapa orang yang menganggu sahabatku, kau tau maksudku kan" ucap Axell dan Wimo hanya mengangguk mengerti
"baik king" ucap Wimo, Wimo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.