The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 28 penculikan Roberto Thomas



"Saya mohon jangan bunuh tuan muda" ucap orang itu dengan suara yang cukup serak


Dorr...


Axell meluncurkan peluru bius pada Roberto


Aghhh....


Brukk...


Roberto jatuh pingsan karna akibat peluru bius yang diluncurkan oleh Axell, Axell pun mendekat keatah orang itu


"Mau apakan tuan muda kami" ucap orang itu ya mungkin orang kepercayaan keluarga thomas, sebut saja namanya Tora


"Jangan khawatir kami gak akan membunuhnya asalkan kau mau jadi mata mata kami dimansion ini" Axell yang mendekati Tora


"Aku gak mau jadi mata mataku dan aku gak mau jadi pengkhianat tuan Thomas" ucap Tora


"Kau gak akan jadi pengkhianat tuan Thomas, Tora, kau akan tetap menjadi pengikut setianya, gimana" ucap Axell yang memberi penawaran


"Cepatlah katakan jika kau gak mau maka racun yang ada ditubuhmu akan memgerogoti sel darah ditubuhmu, dan aku gak punya waktu banyak cepat katakan" ucap Axell dengan suara dinginnya


"Baiklah aku akan menjadi pengikutmu tapi kau jangan bunuh tuan muda kami" ucap tora yang bersedia menjadi mata mata dari Axell


"Aku gak akan bunuh tuan muda kalian, dan aku hanya akan menjadikan tuan mudamu sebagai anggotaku, jika kau berkhianat padaku siap siap Roberto yang akan kena imbasnya" ucap Axell


"Saya berjanji," ucap Tora, Axell pun mengambil suntikan yang berada didalam saku kantong jaketnya dan menyuntikan penawar itu pada Tora


"Kau tenang saja Roberto aman denganku, aku hanya ingin melindunginya dari musuh dewan darkness yang sudah menewaskan beberapa pewaris Dewan darkness" ucap Axell


"Apa maksudmu" ucap Tora


"Roberto sedang diincar oleh salah satu perkumpulan mafia yang akan mengantikan kedudukan dewan darkness" ucap Axell


"Sebenarnya siapa kau" ucap Tora


"Nanti juga kau tau siapa aku, yang jelas aku sama dengan Roberto salah satu keturunan mafia dari dewan darkness yang akan menjadi pewaris resmi dewan darkness" ucap Axell,


"Dan sekarang apa tugasku" ucap Tora


Axell hanya tersenyum miring kearah Tora"kau cukup jadi mata mataku dan kau bilang pada Thomas kalau Roberto tewas ditangan kami the Axe, dan jasadnya dibawa the Axe dan jika mereka menanyakan kenapa kau gak ikut tewas seperti pengawal lainnya, bilang saja kau ditembak mengunakan pluru bius"ucap Axell


"Sii...siap" ucap Tora gugup


"Panggil aku king Ax, aku juga akan mengawasimu dan memasangkan pengedap di tubuhmu" ucap Axell, gak lama Calvin, Eric, Zico dan Rezan nyamperin Axell


"King" ucap mereka barengan


"Pasangkan pelacak serta pengedap ditubuh tora, dia akan menjadi mata mata disini" ucap Axell


"Baik king" ucap mereka barengan, Rezan pun memasangkan pengedap serta pelacak ditubuh Tora.


"Bawa Roberto sekarang juga, waktu kita gak banyak" ucap Axell mereka pun langsung memapah Roberto


"Jika kau ingin bertemu dengan tuan mudamu datanglah kemarkasku nanti aku akan suruh beberapa orang untuk menjemputmu, dan kau harus ingat jika kau berkhianat denganku bukan cuman Roberto yang akan menjadi sasarannya tapi juga keluargamu juga akan merasakan dampaknya" ucap Axell mengancam


Mereka pun langsung pergi dari Mansion, dan Tora segera melakukan aksinya dengan menghubungi Bram dan Rison tangan kanannya Caesar Thomas.


Axell dan The Axe membawa Roberto ke Villa milik the Axe yang berada diberlin



sambil nunggu Roberto sadar dari pingsannya para The Axe mereka melakukan pesta Barbeque-an sesuai request dari Zico, dan mereka pun melakukan pesta itu.


"Dimana aku" ucap Roberto


"Sepertinya bukan dimansion, tapi dimana ini" ucap Roberto


"Kau sudah bangun" ucap Axell datar


"Kau siapa dan dimana aku sekarang" ucap Roberto


"Tenang saja kau aman sekarang dan kau sedang berada di Vila milikku the Axe" ucap Axell


"Apa kau yang membuat kekacauan dimansionku" ucap Roberto


"Tentu" ucap Axell datar


"Apa yang kau inginkan sampe sampe kau bikin kekacauan dimansionku hah" ucap Roberto dengan nada tinggi, Axell hanya tersenyum miring. Eric, Calvin, Zico dan Rezan yang mendengar suara Roberto yang cukup tinggi bisa dibilang membentak dan mereka pun langsung masuk ke kamarnya Roberto.


"Jika kau masih berbicara dengan nada tinggi pada king kami maka ku pastikan peluru serta anak panah melayang dikepalamu" ucap Calvin dengan nada datarnya


"Sebenarnya siapa kalian, dan mau apa kalian " ucap Roberto yang kini menurunkan nada suaranya


"Sudah ku bilang aku hanya ingin bermain² saja" ucap Axell santai


"Jangan bikin aku penasaran dengan semua teka tekimu" ucap Roberto


"Sebenarnya siapa kalian dan mau apa kalian membawaku kesini, dan kenapa kalian semua memakai topeng seperti itu" ucapnya lagi


"Mmm baiklah aku akan memberi tahumu dari pada kau mati penasaran" ucap Axell


"Aku Axell king dari The Axe, dan mereka tangan kananku, Eric, Calvin, Rezan dan Zico, aku membawamu kesini hanya ingin menjadikanmu bagian dari the Axe" ucap Axell


"Jika aku tidak mau" ucap Roberto


"Jika kau tidak mau otomatis kau pulang ke potsdam hanya tinggal nama" ucap Zico santai


"Apa tujuanmu mengajakku menjadi bagian dari the Axe" ucap Roberto


"Tujuan utama kami melenyapkan five Devils perkumpulan mafia kelas elit yang akan menghancurkan dewan Darkness" ucap Eric


"Kenapa begitu" ucap Roberto


"Karna kami bagian dari dewan darkness" ucap Axell dan Eric barengan


"Ma...maksudnya" ucap Roberto gugup


Axell dan Eric pun menunjukan sebuah tato yang bergambar bulan yang memeluk matahari bisa dibilang simbol dari dewan Darkness


"A...apa kalian pewaris dari dewan Darkness dan bagaimana bisa bukannya Axell Timofey serta Arjuna Calandra dan bukannya mereka sudah tewas" ucap Roberto yang masih tak percaya


"Memang, mereka sudah tewas tapi itu cuman rumor doank" ucap Axell


"Maksudnya" ucap Roberto


Axell dan Eric pun membuka topengnya yang tadi mereka gunakan sejak tadi


"Ar...Arjuna dan...." ucap Roberto


"Iya ini aku Arjuna Calandra" ucap Eric


"Dan aku Axell Timofey, pasti kau bingungkan kenapa kami masih hidup dan bukannya rumor mengantakan kalau gw udah tewas sekitar 12 tahun yang lalu bukan bukan" ucap Axell


••••••🏹•••••🎯•••••🔫••••••