The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 107 ternyata masih hidup



mereka begitu penasaran dengan kedatangan beberapa orang yang cukup misterius, namun mereka dapat mengenali dari logo yang mereka pakai logo panah yang gak lain dari The Axe namun mereka cukup penasaran dengan logo yang berada ditopong sang king itu, yang gak lain logo yang pernah jadi bagian dari dewan darkness dan juga pemilik kursi tertinggi didewan darkness namun setelah orang itu tewas perkumpulan itu seakan diikut tewas dan gak ada yang mengetahui keberadaan selama ini tapi sekarang ada orang dari bagian dari the Axe yang memakai logo itu ditopengnya namun berbeda dibajunya yang memakai logo the Axe.


"Diamond devils...iya logo itu milik diamond devils tapi kenapa orang itu bisa memakai topeng yang berloga diamond devils, sebenarnya siapa orang itu" batin komandan Jero


"sebenarnya siapa kalian dan mau apa kalian kesini" ucap komandan Jero dengan nada dinginnya


"kau mau tau mauku apa...." ucap Axell dengan tersenyum simik


"meledakan gedung ini, bagaimana ide bagus bukan " ucap Axell dengan tersenyum misteriusnya membuat mereka menyidik ngeri


"kau jangan main main dengan kami..." ucap Chan Wang dan Axell hanya tersenyum sinis


"harusnya anda tuan jangan bermain main dengan kami, akhh....bukankah anda yang bermain main dengan kami dengan menjadi bagian dari mafia sekutu" ucap Eric yang buka suara apalagi senyum simik terukir jelas diwajahnya, Ivano saja hampir tak bisa mengenali Arjuna yang sekarang.


"apa maksudmu..." ucap Chan Wang marah


"sudahlah anda jangan pura pura pikun tuan Chen Wang, atau mau peluru menancap dikepalamu rasanya tanganku sudah gatal ingin menekan platuk pistol" ucap Thommy yang juga ikut buka suara


"jangan coba coba denganku" ucap Chen Wang


"serigala berbulu domba sepertimu memang tidak pantas berada disini tuan Chen Wang, owh....satu lagi nyonya Meyleen Na" ucap Axell yang langsung menarik kursi dan duduk santai


"coba kalian hitung berapa nyawa yang kalian bunuh, tidak jauh jauh cukup hitung pewaris dewan darkness sama nyonya Gueenci kalian tidak bisa menghitungnya bukan" ucap Axell


"apa maksudmu bicara dengan jelas" ucap Elizabeth


"jangan dengarkan omong kosong orang itu" ucap Meyleen Na


"ya kau benar ini hanya omong kosong tapi mungkin kau bisa liat keturunanmu akan tewas detik ini juga dengan aku mengirimkan drone kemansionmu bagimana, ini juga berlaku buat kalian yang berani melawanku detik ini juga mansion serta keluargamu akan tewas dalam hitungan detik, ya... seperti yang kau liat kemarin seru bukan" ucap Axell dengan tersenyum devilsnya


"jangan pernah berani menyentuh keluargaku bocah ingusan" ucap Meyleen Na marah


Axell pun berdiri dan menghampiri Meyleen Na, bahkan aura yang kini Axell pancarkan sangat berbeda


"kenapa takut, apa kau pikir kehilangan itu tidak menyakitkan kau dan sekutumu yang telah membunuh mommyku dan kau Meyleen Na, Chen Wang kalian juga harus merasakan apa yang pernah aku rasakan 14 tahun aku menyimpan dendam dan membuat semuanya untuk membalaskan dendamku kalian semua juga yang membuat aku seperti iblis jangan salahkan aku jika aku berbuat diluar batas" ucap Axell dengan sorot mata tajam


suasana menjadi kini menjadi panas apalagi pancaran aura yang Axell pancarkan sangat berbeda


"aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematian ibumu" ucap Meyleen Na


"kau jangan salahkan kami ibumu mati bukan salah kami tapi salahkan ibumu yang tidak bisa menjaga dirinya lagian kami juga tidak tau siapa kau dan juga ibumu bodoh" ucap Chen Wang mendengar hal itu emosi Axell meluncak


Axell melepaskan topengnya dan kini menampakan wajah tampannya yang hampir persis dengan Antonius sewaktu muda dulu bahkan semua orang cukup kaget dan juga Antonius dan komandan Jero yang tak kalah terkejutnya


"Axell Timofey apa kau masih mengenalku 3 kali kau hampir membunuhku tapi sayang nyawaku seperti kucing yang gak mudah kau bunuh" ucap Axell


"Kau.....kau masih hidup" ucap Chen Wang gugup


"Axell...." ucap Antonius lirih


terlihat Chen Wang hendak menagkat pistolnya dan mengarahkannya pada Axell namun dengan cepat Eric menembaknya lebih dulu


dor....


aghhh.....


"sudah ku bilang jangan main main dengan king kami" ucap Eric kini drone laser mengarah kearah Chen Wang dan Meyleen Na, Meyleen pun hendak kabur pas tau didepannya itu adalah Axell, namun dengan cepat drone itu menembahknya


dorr.....


aghhhh.....


dor....


dor....


"bawa mereka kemarkas, aku masih membutuhkan infomasi dari mereka, kalau mereka tetap tidak buka mulut berikan saja mereka buat makan siang Tiger dan Leo" ucap Axell pada tangan kanannya yang gak lain Calvin dan Zico yang ikut masuk sedangkan anggota yang lain mereka berjaga diluar


"lepaskan saya brengsek...." teriak Chen Wang


"lepaskan aku Axell Timofey...." teriak Meyleen Na


setelah mereka dibawa pergi Axell hendak pergi ia rasa sudah selesai dengan membawa Chen Wang dan Meyleen Na


"tunggu....." ucap Antonius yang menghampiri Axell, Axell pun membalikan badannya


"ini Axell putrakukan" ucap Antonius dengan wajah sendu dan Axell hanya tersenyum tipis


"aku Axell putramu dad..." ucap Axell dan Antonius langsung memeluknya dengan erat, rasa kangen selama ini kini rasanya terbayarkan


"kamu kemana aja daddy selalu menencarimu Ax...." ucap Antonius yang melepaskan pelukannya


"aku tidak kemana mana bahkan aku sendiri yang selalu memantau daddy, maaf aku belum bisa pulang bersama daddy mungkin nanti kalau kedua adikmu sudah lahir aku akan pulang kerusia tapi tidak untuk sekarang dad...." ucap Axell sejujurnya Axell juga ingin pulang dan berkumpul dengan keluarganya tapi keadaannya yang belum bisa menyatukan mereka


"tidak papa asalkan daddy sudah liat kamu dalam keadaan baik baik aja itu lebih dari cukup" ucap Antonius


"Arsen..." ucap komandan Jero dan nyonya Rane


"ayah, ibu maaf soal kejadian waktu itu" ucap Axell


"tidak papa, kami ngerti kamu waktu itu dalam keadaan emosi" ucap nyonya Rane


"dari mana kalian bisa mengenal putraku" ucap Antonius bingung


"dia putra angkat kami yang pernah kami ceritakan tapi kami tidak tau kalau Arsen ada putramu Axell" ucap komandan Jero, Eric yang hanya diam dan menatap interaksi antara Axell dan keluarganya


"Eric..." panggil Axell


"ada apa king" ucap Axell


"bukankah kau kangen keluargamu, kenapa kau tidak memeluk mereka" ucap Axell


"tapi king...." ucap Eric ragu, Axell mengisaratkan untuk membuka topengnya


"ju..juna....." ucap komandan Jero dan nyonya Rane kaget bukan cuman komandan Jero dan nyonya Rane yang kaget tapi Elizabeth juga yang notabenya kakak dari Arjuna atau Eric


"iya bu, aku juna, aku masih hidup sampe sekarang karna Axell, dia yang menolongku saat ledakan itu dan membawaku pergi jauh dari situ, Axell juga mengajarkan aku banyak hal sampe aku bisa kaya sekarang" ucap Arjuna dan orang tuanya serta Elizabeth langsung memeluk Arjuna, ruangan itu kini dipenuhi rasa haru berbeda dengan tuan Caesar Thomas yang menganggap Axell pembunuh putranya


"kalian semua bisa bahagia tapi aku tidak, dan kau Axell kau ketua the Axe yang sudah membunuh putraku" ucap Caesar Thomas


"itu tidak mungkin, aku masih hidup bagaimana kau beranggapan aku masih hidup" ucap Thommy yang membuka topengnya


"Roberto..." ucap tuan Caesar Thomos bahkan terlihat sangat kaget


"Thommy namaku sekarang Thommy bukan Roberto lagi" ucap Thommy


"ini maksudnya bagaimana kenapa mereka masih hidup bukannya...." ucap Ramos Baxter yang terlihat bingung


"hanya sedikit rekayasa, kalau tidak seperti itu mungkin mereka akan beneran tewas" ucap Axell


gak lama Astrid dan Gladis menghampiri Axell


"king kita harus segera kembali" ucap Astrid dan dibalas anggukan oleh Axell


mereka pun langsung pergi dengan terburu buru tak lupa mereka memasangkan topeng mereka lagi.