
"Hey pak tua, apa kau susah rabun hah, aku ini bukan bocah ingusan yah" ucap Axell
"Sudahlah sayang gak usah ladenin anak ini, mending kau segera masuk kedalam dan jual wanita sialan ini, jadiin dia jalang di Bar ini" ucap Sherly
"Aku tidak mau, dan aku bukan jalang, tuan muda tolong aku, aku gak mau jadi jalang di Bar ini, aku masih punya putri untuk aku besarkan" ucap Theresa
"Dasar wanita gak tau diri minta bantuan saja sama bocah ingusan" ucap Bastian dengan nada yang mengejek
"Kasian banget wanita ini, kenapa aku jadi ingat mommy yah" batin Axell yang menatap sendu wanita ini.
"Aku yang akan membelinya, berapa yang kau inginkan" ucap Axell
"Kau jangan main main bocah ingusan mana mungkin kau bisa membeli wanita sialan ini kau jangan main main dengan kami" ucap Sherly dan Bastian dengan senyum mengejek
"Lebih baik kita jual Wanita sialan ini pada pemilik Bar ini" ucap Bastian, Axell hanya tersenyum miring dan menghubungi Roso salah satu kepercayaan Zico untuk mengelola Bar yang berada di daerah ini, Axell memang mempercayakan Zico dan Rezan untuk mengelola bisnis Bar dan Casino miliknya, Bar dan Casino tersebut diatas namakan dengan nama The Axe dan penghasilannya bisa dipake untuk kepentingan Markas serta yang lainnya.
"King Ax tumben kau datang kemari, dan kenapa Zico dan Rezan tak menghubungiku terlebih dulu" ucap Roso pada Axell dengan nada yang cukup sopan
"Jelaskan pada dua orang ini siapa pemilik Bar ini" ucap Axell datar
"Baik king, tuan, nyonya sebetulnya pemilik resmi Bar ini adalah king kami king Ax" ucap Roso yang membuat kedua orang itu kaget bukan main.
"Sudah jelaskan, cepat katakn berapa kau ingin menjual wanita ini" ucap Axell
"600 juta gimana apa kau sanggup hah" ucap Bastian dengan suara mengejek, Roso yang tak terima king mereka diejek seperti itu ia pun menodongkan pistol tepat dikepala Bastian.
"Jika kau masih ingin hidup, jaga ucapanmu pd king kmi ia bukan orang yang susah, dan king kami mampu membeli 100 wanita seperti wanita yang kau tawarkan pada king kami" ucap Roso dengan nada dingin yang membuat kedua orang itu ketakutan, Axell hanya tersenyum miring melihat 2 orang itu ketakutan.
Axell pun menuliskan angka pada selembar cek itu dan diberikan pada Bastian
"700 juta, dan ada satu syarat kau jangan pernah menganggu wanita ini dan juga anaknya jika kau melangkar kupastikan kau berakhir dikantong mayat" ucap Axell dengan nada dingin, Bastian pun mengambil cek tersebut dan langsung pergi begitu saja.
"Sekarang kau aman gak ada yang bisa menganggumu lagi" ucap Axell
"Terima kasih tuan muda, apa tuan muda akan menjadikan saya pegawai di Bar ini"ucap Theresa dengan suara yang cukup ketakutan.
" sebaiknya kita ceritakan didalam"ucap Axell yang mengajak Theresa masuk kedalam Bar, terlihat wajah ketakutan dari Theresa saat memasuki Bar Night Axe.
"Apa yang harus saya lakukan tuan untuk memebus uang yang telah kau berikan pada Bastian dan juga Sherly" ucap Theresa
"Siapa namamu"
"Theresa Victoria tuan"
"Sebaiknya kau panggil aku Stevano jangan tuan muda aku gak suka sebutan itu" ucap Axell
"Terserah kau" ucap Axell
"Jika kau ingin menganti uang tadi silahkan saja, tapi aku gak butuh uangmu aku cuman ingin kau pergi ke Amerika dan menemui daddyku Antonius Timofey, apa kau mengenal nama itu" ucap Axell
"Aku tidak mengetahui nama itu" ucap Theresa
"Daddyku Antonius Timofey adalah seorang mafia dan juga salah satu anggota dewan darkness mungkin kau terlalu awam untuk mengetahui dunia mafia" ucap Axell
"Apa dia sangat berbahaya jika aku datang menemuinya" ucap Theresa
"Aku tidak tau apa yang akan daddyku lakukan, yang jelas kau temui dia dan kasih gelang ini" ucap Axell, yang memberikan sebuah gelang yang memiliki password rahasia yang dituliskan dibelakang gelang itu.
"Untuk apa aku menemuinya dan memberikan gelang ini pada tuan Antonius kenapa tidak kau yang menemuinya sendiri" ucap Theresa
"Ada hal yang tidak kau ketahui, setelah kau menemui daddyku kau pasti mengetahui alasannya" ucap Axell
"Besok aku akan mengirimu keamerika" ucap Axell
"Apa bisa aku menemui putriku sebelum kau mengirimku ke Amerika" ucap Theresa
"Tentu saja boleh, dan kau akan tinggal dimana nanti kalau kau tidak punya tempat tinggal di Amerika, kau katakan saja pada anak buahku yang mengantarmu ke Amerika" ucap Axell
"Aku akan tinggal dirumah peninggalan neneku, dan sekali lagi terima kasih kau telah membantuku" ucap Theresa
"Tidak masalah dan ini kau pegang jumlahnya sama 250jt kau kasih pada putrimu untuk biaya dia hidup selama kau tinggal ke Amerika, dan sisanya kau bawa untuk bertahan hidup disana sebelum kau mendapatkan pekerjaan disana, dan kau harus memberikan gelang itu pada daddyku Antonius Timofey, dan aku selalu mengawasimu tanpa kau ketahui" ucap Axell
"Iya, fano aku akan menerima tugas darimu dan aku juga gak akan menyia nyiakan kepercayaan mu" ucap Theresa
"Semoga kau bisa menaklukan hati daddyku, aku tau selama ini pasti daddy kesepian dan Theresa sepertinya cocok untuk menjadi pendamping daddyku, daddy berhak bahagia dan Theresa mengingatkanku pada mommyku, semoga mommy merestui dan mendukung apa yang aku lakukan ini semua untuk kebahagian daddy dan pilihanku semoga menjadi pilihan daddy juga maafkan aku dad belum bisa menemuimu" batin Axell
🔁Flashback off🔁
"Kapan kau terakhir kali ketemu sama putraku" ucap Antonius yang menatap serius Theresa juga Nickolas dan Lucifer yang menatap serius Theresa
"Sekitar 2th yang lalu saya bertemu dengan Fano, maksud saya Axell" ucap Theresa
"Kenapa kau memanggil Axell dengan sebutan Fano"ucap Nickolas
" karna pas perkenalan dulu, Axell mau nyebutkan namanya dengan nama Stevano dan saya gak tau kalau nama asli Fano itu Axell"udah Theresa
"Dan dimana kau bertemu dengan tuan muda mungkin kami bisa melacaknya" ucap Lucifer, yang menanyakan pertemuannya dengan Axell