
"Gak masalah jika ketemu lagi sama kalian aku akan perkenalkan beberapa temanku kau bisa pilih sendiri sesuai seleramu untuk kau kencani" ucap Axell, bahkan Violetta langsung kegirangan, sedangkan Reina ia hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah sahabatnya, gak lama Kimberly datang menghampiri mereka dan mentap bingung sahabatnya yang lagi kegirangan
"Vio kenapa" ucap Kimberly
"Kau kaya gak tau Vio aja, kalau dia udah udah ngebahas soal pria ya pasti kaya gitu" ucap Reina
"Lily pacarmu yang tampan ini dia janji mau kenalin salah satu temannya denganku jadi aku gak akan ngejomblo lagi dech" ucap Violetta
"Hey aku tidak janji yah, aku sudah katakan jika ku ketemu denganmu lagi maka aku akan ku kenalkan dengan sahabatku" ucap Axell
"Gak masalah" ucap Violetta yang masih kegirangan.
"Sebaiknya kita pulang sekarang" ucap Axell ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Valden untuk menyuruhnya nganterin Violetta dan Reina pulang.
Axell yang kini nganterin Kimberly pulang, bahkan dalam perjalanan mereka banyak bercerita, Kimberly yang kini sudah melupakan tentang janji itu, bahkan ia terlihat bahagia bersama Axell sampe sampe mereka membahas kenangan dimasa lalu mereka yang penuh warna, namun kini pertanyaan Kimberly sangat serius ia seperti penasaran kenapa dulu Axell bisa tinggal dirumahnya dan ia memakai nama dari kakaknya Arjuna Arsen Calandra
"Axell aku hanya ingin tau kenapa kau bisa berada dilingkungan keluargaku bahkan mereka menganggapmu seolah kau putranya sendiri" ucap Kimberly yang terlihat penasaran.
"Sebenarnya waktu itu saat aku pulang ke new york dibandara terjadi pembantaian dan mereka menginginkan kematianku setelah sekian lama aku menghilang namun keberadaanku mampu kecium oleh mereka dan saatku terpojok mereka melempar granat dari udara jadi aku terpental dan jatuh kesungai, dan kebetulan the Army atau pasukan militer dari ayahmu menemukanku jadi mereka membawaku ke camp mereka, dan aku juga mengalami amesia hampir 1 tahun lebih dari situ orang tuamu mengangkatku sebagai putranya dan mereka sering menyamai sikapku dengan kakakmu Arjuna yang memiliki kemiripan" ucap Axell yang menjelaskan
"Dan alasan terbesarku kenapa aku tidak menemuimu karna aku takut kau menjadi incaran dari musuhku" ucap Axell
"Dan kenapa kau banyak sekali musuh, apa kau juga seorang mafia sama seperti ayah dan ibu" ucap Kimberly yang menatap Axell, Axell hanya tersenyum tipis
"Karna darah keturunan yang membuatku harus menjadi seperti ini, jika udah waktunya aku akan cerita dan mungkin dengan sendirinya kamu akan tau siapa aku, yang jelas aku belum bisa bicara sekarang, aku minta maaf" ucap Axell yang menagkup wajah Kimberly yang kini berlinang air mata
"Aku akan menunggumu untuk menceritakan sampai kau siap menceritakannya padaku, tapi aku takut..." ucap Kimberly yang langsung memeluk Axell, kini Axell udah menghentikan laju mobilnya.
"Jangan takut aku selalu ada disampingmu sayang" ucap Axell yang mencium puncak kening Kimberly
"Aku takut kehilanganmu Ax seperti aku kehilangan kak Juna, aku takut kamu pergi ninggalin aku Ax, aku takut...." ucap Kimberly yang terisak dalam tangisnya
"Suatu saat kamu akan ketemu sama kakakmu sayang tapi aku belum bisa ceritain sekarang keberadaanya kakakmu masih hidup dan dia juga yang selalu merindukanmu"batin Axell
" aku gak akan pergi ninggalin kamu karna aku akan selalu disampingmu sampai kapanmu karna cintaku hanya untukmu"ucap Axell yang menangkup wajah Kimberly dan mentapnya
"Apa kau masih mengingat ciuman itu,saat pertama kali aku menciummu sebelum kita berpisah, dan itu ciuman pertemuan kita baby" ucap Axell dengan nada mengoda, Kimberly dibuatnya blus bahkan ia hanya menundukan kepalanya karna takut ketahuan pipinya memerah
Axell pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ia sebuah kalung liontin yang berhurup A dengan permata yang cukup cantik, Kimberly yang melihat Axell memakaikan kalung itu pada Kimberly ia cukup kaget sekaligus bahagia
"Aku beri kamu kalung yang memiliki hurup A agar kamu bisa mengingatnya hanya Axell Stevano yang berhak memilikimu sampai kapanpun"ucap Axell yang mencium puncuk kening Kimberly
"Terima kasih aku akan selalu mengingatnya dan sampai kapanpun aku akan selalu jadi pemilikmu Axell Stevano" ucap Axell yang kini ia mencium pipinya Axell.
"Kenapa cuman sebelah" ucap Axell dengan senyum jailnya, Kimberly pun kini mencium pipi Axell yang sebelahnya
"Udah" ucap Kimberly
"Terima kasih sayang" ucap Axell yang kini melajukan mobilnya kemasionnya keluarga Calandra. Axell menghentikan laju mobilnya tepat di depan mansion.
"Apa kamu tidak masuk dulu temuin ayah dan ibu, mungkin saja mereka merindukan" ucap Kimberly yang mengajak Axell untuk masuk
"Mmmm baiklah" ucap Axell yang mengikuti Kimberly saat ia membuka pintu Kimberly langsung disambut oleh para pelayannya dan juga ada ibunya menghampirinya ia cukup kaget karna ada Axell
"Arsenn.....kamu kembali kesini nak, ibu senang sekali kamu kembali kesini" ucap Nyonya Rane yang langsung memeluk Axell, namun tak sengaja nyonya Rane menyentuk lukanya Axell yang membuat Axell meringgis
Awww...
"Kau kenapa Arsen, apa ada yang sakit" ucap Nyonya Rane khawatir
"Aku tidak papa bu" ucap Axell
"Ibu, disini yang anak ibukan aku kenapa yang ibu peluk hanya Axell" ucap Kimberly yang berpura pura cemberut
"Yasudah sini ibu peluk juga" ucap Nyonya Rane yang memeluk Kimberly
"Ibu senang jika kalian sudah baikkan, o iya Arsen apa kau akan tinggal lama disini" ucap Nyonya Rane
"Maaf bu, aku disini hanya untuk beberapa hari ada hal yang harus aku lakukan bu" ucap Axell