
sementara di Jerman Kimberly marah marah bahkan kemarahannya tidak bisa dikontrol, bisa dibilang Kimberly hampir depresi karna diputuskan oleh Axell, bahkan Kimberly menyadari kalau dirinya memang salah, tapi tetap saja Kimberly tidak ingin putus dengan Axell apalagi banyak kenangan manis yang mereka lewati sejak dulu, betapa bodohnya Kimberly marah mengkhianti Axell yang benar benar mencintai Kimberly ya...walaupun hidupnya Axell masih jadi teka teki untuk latar belakang seorang Axell.
Kimberly yang masih terisak dan gak mau bicara sama orang orang mansion dan juga Kimberly sejak Kemarin tidak mau makan hal itu yang membuat keluarganya khawatir terlebih rasa penasaraan atas ucapan Axell tempo hari yang mengatakan soal Juna yang masih hidup, Kini nyonya Rane dan Komandan Jero memasuki kamar milik putrinya, mereka mencoba berbicara dengan putrinya apalagi hal yang menyangkut Axell yang membuat mereka semakin penasaran.
"Lily....."ucap nyonya Rane yang mendekati sang putri, Kimberly pun langsung memeluk sang ibu
"buu....aku gak mau putus dengan Axell"ucap Kimberly yang kembali menangis
"tapi itu kesalahanmu nak, menurut ayah wajar Axell seperti itu, mungkin dia kecewa dengan apa yang kamu lakukan"ucap Komandan Jero
"tapi yah... semua ini karna Reno, Reno yang paksa aku bukan kemauan aku"ucap Kimberly
"tenangin dulu hati kamu, coba berpikir jernih begitu juga dengan Axell biarkan Axell berpikir"ucap Nyonya Rane
"Axell pasti marah dan membenci aku bu, yah"ucap Kimberly.
mereka semakin bingung dengan putrinya, yang bikin jadi penasaran kemana Reno teman pria dari Kimberly itu, semenjak kejadian itu mereka tidak tau dimana Reno seakan menghilang tanpa jejak dan saat mereka dikamar Kimberly 2 orang dari tangan kanan nyonya Rane dan Komandan Jero menghampiri bahkan mereka terlihat panik
"komandan, nyonya"ucap kedua tangan kanan nyonya Rane dan komandan Jero
"ada apa"ucap nyonya Rane dan komandan Jero
"kita bicara diruanganku"ucap komandan Jero
dan mereka pun pergi keruangan milik komandan Jero dan disana mereka langsung berbicara
"pihak militer gabungan mereka sedang meledakan markas milik the Axe yang berada di Singapure, tapi...."ucap tangan kanan komandan Jero.
"tapi kenapa..."ucap Komandan Jero penasaran
"pihak militer hampir kalah karna keamanan yang cukup ketat di markas the Axe sehingga mereka cukup kewalahan dan juga The Axe sudah mengetahui hal itu dan jadi markas itu kosong dan hanya ada tawanan the Axe yanh dikurung begitu juga dengan beberapa negara yang ikut dalam pembantaian itu diluncurkan beberapa drone diwaktu bersamaan termasuk salah satu bisnis milik anggota dewan terkena ibasnya kecuali bisnis milik tuan Antonius yang tidak tersentuh dan sementara bisnis kita hanya 1 yang mendapat ibasnya tuan "ucap tangan kanannya
"aneh kenapa bisnis Antonius tidak tersentuh"ucap Nyonya Rane
" ada apa"ucap komandan Jero
"ayah....ayah sudah tau tentang pembantaian itu"ucap Elizabeth dan dibalas anggukan oleh komandan Jero
"sudah"ucap komandan Jero
"bukan cuman itu saja aku dapat kabar dari pihak sekertariat dewan drakness kalau data data para dewan berhasil dicuri dalam waktu bersamaan, itu artinya akan ada titik kehancuran di jajaran dewan darkness"ucap Elizabeth
mereka hanya menghela napas kasar dengan pernyataan dari Elizabeth, bagaimana mereka tidak syok bahwa dihari yang bersamaan terjadi hal yang membuat mereka cukup syok dan juga mereka sangat penasaran siapa yang melakukan itu apa ada orang lain atau justu dari pihak dalam yang berani melakukan itu semua itu masih menjadi teka teki tentang siapa pelaku dibalik itu, mereka sempat berpendapat The Axe dibalik pelaku itu dan juga ucapan Axell tempo waktu.
sementara di mansion Antonius Timofey yang berada di Rusia mereka dibuat heran kenapa bisnis miliknya tidak tersentuh atau tidak kena imbas dari pembantaian yang dilakukan pihak militer dan juga sebagian bisnis milik anggota dewan drakness terkena imbasnya hanya dirinya yang masih aman.
"aku masih heran kenapa semua bisnisku masih aman sementara bisnis milik anggota dewan lainnya sebagian kena imbasnya hanya milik komandan Jero dan nyonya Rane serta Ivano yang hanya sedikit sementara Meyleen Na dan Chen Wang mereka yang paling parah terkena imbasnya"ucap Antonius sambil menatap kearah layar komputernya
"kau benar tuan, ini ada yang aneh, seharusnya bisnis milikmu juga cukup tersentuh apalagi masih dalam zona merah berbeda dengan nyonya Meyleen Na dan tuan Chen Wang zona mereka hijau menurutku ini kebalikan dan ada hal aneh juga"ucap Nicholas
"tuan Antony.... dewan sekertariat mengatakan dalam sebagian data data rahasia milik anggota dewan berhasil dicuri"ucap Lucifer yang sejak tadi fokus dengan layar komputernya
"bagaimana bisa, apa Tuan Hanci bisa sebodoh itu kenapa bisa sampe dicuri bukannya tuan Hanci sudah menerapkan sistem perangkat yang baru kenapa bisa sampe dicuri"ucap Antonius yang gak habis pikir, ia benar benar bingung dengan apa yang terjadi saat ini.
Anggota Dewan Drakness benar benar kehilangan penerus sejati mereka dan sekarang jajaran dewan drakness sebentar lagi akan hancur dengan hilangnya semua data data rahasia milik anggota dewan.
"Axell andai saja kau tak semisterius itu mungkin dewan drakness gak akan seperti yang sekarang"batin Antonius Timofey
"tuan besok anggota dewan mengadakan pertemuan darurat di Las Vegas Amerika"ucap Lucifer
"pertemuan....bagaimana bisa aku kesana meninggalkan istriku yang sebentar lagi akan melahirkan"ucap Antonius yang terlihat bingung antara menghadiri pertemuan atau justru tetap dirusia menemani istrinya yang tinggal menghitung hari lagi.
Antonius pun beranjak dari duduknya sementara tangan kanannya masih berada diruang kerja milik Antonius, mereka juga paham situasi Antonius saat ini tapi mau gimana lagi pekerjaan mereka yang gak bisa ditunda atau diwakilkan oleh siapapun.