
Kini Axell sudah siap akan melakukan penyerangan dispanyol tempatnya dimansion taun Dalen yang merupakan anggota Five Devils yang bermarkas di Spanyol tepatnya dikota Zaragoza, Axell pergi menemui Axe Shadow Army pasukan bayangan milik Axell yang bermakas Toledo Madrid.
Axell pergi sendiri tampak mengajak anggota The Axe, bahkan Axell pergi pas tengah malam agar tidak diketahui oleh anggota the Axe pas ia pergi, apalagi ada Alexco yang pasti melarangnya kalau ia pergi sendirian.
Axell pergi ke Toledo mengunakan mobilnya ia menerobos gemperlap malam kota Madrid, gak butuh waktu lama untuk sampai di Toledo dan Axell pun langsung disambut oleh Axe Shadow Army yang sudah menunggunya.
"Selamat datang king Axe" ucap anggota Axe Shadow Army yang menyambut kedatangan king mereka
"Dimana Javier serta yang lain" ucap Axell pada Han yang merupakan anggota Axs Shadow Army
"Mereka sudah menunggu di ruang kerja king, mari saya antar" ucap Han, Axell pun mengikuti Han dan langsung menemui Javier serta yang lainnya.
"Selamat datang king" ucap Mereka yang ada diruangan itu, mereka yang ada diruangan itu adalah tangan kanannya Axell di Axs Shadow Army yang gak lain adalah Javier, Igo, Valden, Golovin dan Wander.
"Gimana persiapannya, kita akan membantai abis mansion Dalen" ucap Axell dengan nada dinginnya
"Semuanya udah siap king tinggal kita melakukan penyerangan, bom rakitan serta droAx sudah terpasang disana" ucap Javier.
"Apa kita akan melakukan penyerangan dengan anggota yang ada disini aja king" ucap Wander
"Tidak aku udah ngabarin Xavier serta untuk mengirimkan anggotanya untuk melakuakan penyerangan nanti, mungkin mereka akan nyampe nanti siang, aku udah tugaskan Xavier serta Victor untuk dibagian udara" ucap Axell yang langsung duduk disopa yang berada disitu
"Pastikan Dalen ada dimansionnya biar aku mudah menlenyapakannya" ucap Axell, bahkan mereka cukup merinding dengan aura yang Axell pancarkan.
"Saya udah pastikan Dalen ada dimansion king" ucap Igo
"Bagus" ucap Axell.
"Dan bagaimana keadaan nyonya Gueenci" ucap Axell yang menanyakan nyonya Gueenci
"Nyonya Gueenci sekarang sudah mulai membaik dan dia juga udah sadar dari koma panjangnya" ucap Valden, Valden yang ditugaskan khusus menjaga nyonya Gueenci, Valden juga seorang dokter psychopath milik Axs Shadow Army.
"Apa aku boleh menemuinya" ucap Axell yang ingin menemui nyonya Gueenci
"Tentu saja king, mari saya antarkan ruangan khusus nyonya Gueenci" ucap Valden, yang mengantarkan Axell keruangannya nyonya Gueenci, Nyonya Gueenci dimarkas Axs Shadow Army dijaga oleh 3 perawat perempuan yang dikhususkan merawat nyonya Gueenci, 3 perawat perempuan itu adalah seorang sniper handal yang sudah dilatih oleh Javier serta yang lain untuk menjaga nyonya Gueenci. 3 perawat itu adalah Ginari, Lyn dan Tesa. Sebenarnya disana gak ada anggota perempuan kecuali mereka untuk menjaga nyonya Gueenci selama dia dalam pengawasan Axs Shadow Army dan sebelum ia sembuh akibat kecelakaan itu nyawanya udah diujung tanduk
Valden membuka pintu ruangan itu dilihatnya ada nyonya Gueenci ysng sedang siuapin oleh Lyn, Valden dan Axell pun menghampiri nyonya Gueenci
"Selamat pagi nyonya Gueenci" ucap Valden
"Dia king Axe nyonya, dia yang membawamu dan menyelamatkanmu waktu kecelakaan itu" ucap Valden, Axell pun mendekati nyonya Gueenci
"Terima kasih tuan kau sudah menyelamatkanku, aku berhutang nyawa padamu tuan muda" ucap nyonya Gueenci
"Kau gak perlu berterima kasih, karna kau sudah seperti keluargaku, apa kau masih ingat denganku" ucap Axell yang membuka topengnya, Nyonya Gueenci hanya diam sambil menandangi lebih lekat wajah Axell
"Mungkin kau sudah lupa denganku, Aku Axell Timofey, nyonya apa kau sudah mengingatnya" ucap Axell, nyonya Gueenci menatap dengan seksama wajah Axell
"Apa kau benaran Axell Timofey" ucap nyonya Gueenci tak percaya
"Iya, aku Axell Timofey" ucap Axell sambil menunjukan sebuah tato loga yang berada ditangan sebelah kananya, nyonya Gueenci langsung kaget dengan sebuah kebenaran itu
"Bagaimana bisa ini terjadi" ucap nyonya Gueenci
"13 tahun yang lalu setelah mommy tewas aku diasingkan di Indonesia dan membuat rumor seakan akan aku tewas dalam pembantaian itu tapi tetap saja ada yang mengetahui keberadaanku sampe sampe pas aku kembali ke amerika mereka menyerangku dari bandara dan itu juga aku membuat rumor kalau aku udah tewas tuk kedua kalinya" ucap Axell sambil tersenyum tipis
"Kau ini, apa nyawamu seperti kucing yang bisa kau permainkan" ucap nyonya Gueenci
"Aku sungguh senang sekali ternyata kau masih hidup Fano, dan aku berterima kasih karna kau sudah menolongku" ucap nyonya Gueenci yang menatap sendu Axell, nyonya Gueenci memang sering memanggil Axell dengan sebutan Fano atau Stevano, nyonya Gueenci adalah sahabat dekat dari mendiang mommynya Axell Glavieska
"Kau tak perlu bertema kasih nyonya, karna kau juga sudah seperti keluargaku"ucap Axell
"Dasar bocah nakal sudah kubilang dari dulu panggil aku dengan sebutan Mere jangan sebut nyonya atau pun bibi, dan kau sudah kuanggap putraku sendiri anak dari sahabatku" ucap nyonya Gueenci
"Mmm baiklah mere, aku akn biasakan memanggilmu dengan sebutan mere" ucap Axell, Mere adalah panggilan mama ibu dalam bahasa prancis.
"Aku punya pertanyaan untukmu apa kau mau menjawabnya dengan jujur Fano" ucap nyonya Gueenci dengan menatap lekat wajah Axell.
"Apa yang akan kau tanyakan mere" ucap Axell yang mengalihkan pendangannya
"Bisakah kau tatap mataku saat bicara serius Stevano" ucap nyonya Gueenci, Axell memang gak bisa menatap mata nyonya Gueenci saat ia mengajaknya berbicara serius.
"Mmm baiklah, dan apa yang akan kau tanyakan mere" ucap Axell
"Apa Mereka itu adalah anggotamu Fan, dan sejak kapan kau membentuk mereka, dan apa tujuanmu" ucap nyonya Gueenci
"Mereka anggotaku aku menamainya The Axe, sekitar 6 tahun yang lalu aku membentuk mereka, tujuanku hanya untuk melindungi keluarga ku saja" ucap Axell ia gak mengatakan hal sejujurnya karna belum waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya pada orang lain.