
💿Plashback💿
Saat di rumah Axell yang berada di Indonesia, Mark dan Daniel nampak panik karna mereka dapat kabar kalau anggota dewan akan membantai abis abisan mafia asal Israel dan Mexico, Daniel dan Mark ingin ikut keberperang namun disisi lain ia mereka harus menjaga tuan muda mereka Axell Timofey, Axell yang sudah tau rencana
Axell yang sudah tau rencana peperangan itu ia meminta Daniel dan Mark untuk ikut acara tour di SMAnya, tentu saja mereka mempercayai Axell.
"Mark, besok aku akan ikut ke Singapure bareng teman sekolahku" ucap Axell
"Yasudah kau pergi dengan Daniel" ucap Mark
"Hey Mark aku bukan anak TK yang harus di antar ketika ikut tour, aku bisa pergi sendiri" ucap Axell yang terlihat kesal pada Mark
"Tapi..." ucap Mark terpotong
"Udahlah Mark izinin aja, Axel gk bisa di bantah, lagian kita masih bisa pantau Axell dengan menggunakan GPS yang ada di gelangnya" ucap Daniel
"Nah...Daniel aja ngerti, jadi kalau kalian berdua mau ikut ke California bersama Daddy, silahkan gak ada larangan dariku" ucap Axell
"Tenang saja aku sudah meminta izin pada daddy, jadi kalian gak perlu khawatir, aku hanya ingin menikmati kebebasan walaupun di area sekolah" ucap Axell
"Yaudah kalau gitu, kau boleh ikut acara tour dan kami besok akan ke California membantu daddymu dalam pertempuran" ucap Mark
"Ok good job" ucap Axell yang langsung pergi
"Huh...gampang sekali membohongi mereka, kalian pikir aku benaran mau ikut tour, tapi Sayangnya aku akan ikut dengan kalian ke pertempuran di California" batin Axell
Keesokan paginya Axell sudah siap untuk berangkat diantar oleh supirnya kesekolah, tapi pas di sekolahnya Axell mengancam gurunya untuk tidak memberi tahu kalau Axell tidak ikut,
"Tuan muda sudah sampai" ucap sang supir
"Thanks" ucap Axell yang langsung keluar, ia pun segera bergegas keruang guru menemui gurunya.
Brakk...
"Stevano apa yang kau lakukan" ucap sang guru karna mereka kaget, Axell langsung menutup pintunya
"Sorry, kelepasan" ucap Axell dengan senyum davilsnya, Axell memang terlihat sangat misterius di hadapan para guru, bahkan mereka juga sangat takut pada Axell, mereka mengetahui kalau Axell seorang Psychopath dan juga Hacker.
Axell mengubah namanya menjadi Stevano, atau Axell Stevano,
"Ada apa Stev kau kesini" ucap Bu Tiwi yang cukup berani
"Saya hari ini gak ikut tour yang membosankan itu, jadi saya meminta pada kalian semua jangan ada yang kasih tau pada keluarga saya kalau saya gak ikut tour hari ini, jika dari kalian ada yang membocorkan dan membertahu keluarga saya, saya pastikan peluru melayang di kepala kalian" ucap Axell yang mengeluarkan pistol miliknya yang berada di belakang punggungnya
"I...iya kami gak akan memberitahu keluargamu, tapi kau mau kemana Stev" ucap pak Yaya
"Saya mau menemui teman saya di luar kota di lagi kritis jadi saya akan menjenguknya, saya pegang ucapan kalian" ucap Axell
Axell pun keluar dari ruang guru saat dikoridor ia baru ingat dengan gelang yang memakai GPS, ia pun menghampiri Arya cowok cupu
"Arya, gua boleh minta tolong" ucap Axell
"Minta tolong apa Stev" ucap Arya
"Kau pake gelang ini, gelang ini milik daddyku, awas kalau sampai lu ilangin" ucap Axell
"Tapi kenapa kamu kasih ke saya gelang ini kan milikmu stev" ucap Arya
"Gelang ini ada GPSnya, hari ini gua gk ikut tour soalnya mau nemuin sahabat gua yang lagi sakit di luar kota, jadi
lo pegang ini, intinya biar keluarga gw percaya kalau gw ikut tour" ucap Axell
"Gw malas kalau harus ikut tour, jadi lo bawa gelang gw" ucap Axell yang melepaskan gelangnya
"Tenang aja gelang ini gak akan membunuh lo, cuman ada GPS yang terpasang pada bokap gw, biar mereka percaya kalau gw ikut tour" ucap Axell.
Arya pun menerima gelang yang di pakai Axell tadi, Axell pun mengeluarkan uang 5 lembar 100k,
"Pas masuk sekolah gw ambil gelangnya, awas kalau ilang gw gantung lo diatas gedung" ucap Axell dengan nada mengancam
"Iii...iya Stev" ucap Arya gugup
"Jangan dilepas dari tangan lo" ucap Axell yang langsung pergi, di luar gerbang sudah ada Zico dan Calvin yang menunggu Axell
"Gimana" ucap Calvin
"Beres" ucap Axell yang langsung masuk kedalam mobilnya
30 menit kemudian Axell telah sampai di apartemen miliknya, mereka pun berjalam kearah rooftop gedung Apartemen yang dimana disana udah ada Jeremy dan 3 orang lainnya yang berada di dalam helikopter milik Axell,
Mereka pun bersiap untuk berangkat ke Las Vegas, mereka juga udah menyiapkan beberapa senjata mereka, seperti pistol, bom, misil, roket, berbagai jenis senapan, granat mini, katana serta busur panah sudah mereka siapakan untuk pertempuran nanti
"Siapkan yang perlu kalian bawa, aku Zico, Calvin dan Jeremy nanti akan turun langsung untuk mengamankan Arjuna serta Roberto, Sisanya Candra, Randi serta Rezan kalian tetap stay di helikopter, saat misi penyelamatan nanti jika kalian melihat ada orang mendekat kearah kami berempat dari pihak mana pun kalian tembak saja" ucap Axell yang memberikan komando
"Ingat target kita Arjuna Calandra, dan Roberto Thomas" ucap Calvin yang mengingatkan
"Ya kami akan mengigatnya, jika tidak lupa"ucap Zico santai lantas saja Zico mendapat tatapan tajam dari semua orang yang berada di helikopter
" slow wey"ucap Zico yang langsung angkat tangan
Mereka sudah berada di Las Vegas Axell, Calvin, Zico dan Jeremy mereka sudah siap dengan baju khusus yang di rancang the Axe serta memiliki logo the Axe di bagaian dada sebelah kanan, tak lupa mereka pun memakai topeng untuk menutupi identitasnya
-topeng milik king Ax
-topeng milik tangan kanannya king ax
-topeng milik anggota the Axe
"Candra, Ran, Dan Rezan kalian berbagi tugas nanti dan satu orang untuk, memantau kami dari monitor AXRED yang sudah aku aktifkan, disitu aku sudah menandai mana musuh mana anggota dewan kalian mengerti" ucap Axell
"Mengerti king" ucap mereka serampak
*Duwarrr.....
Dor...dor...dor ....
Duwar.....
Duwarrrrrr*...
Begitu banyak ledakan yang terdengar di seluruh penjuru Las Vegas serta Nevada, Arjuna dan Roberto yang dulu mereka di asingkan untuk sementara di Las vegas negara paling kecil di Nevada, anggota dewan memang sengaja mengasingkan mereka di Las Vegas namun hal itu tercium oleh Mafia Asal Israel dan maxico yang akan menghancurkan keanggotaan Dewan Darkness yang akan di gantikan menjadi Five Devils, para Dewan yang mengetahui hal itu segera mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyerang balik Mafia Israel.
"Tuhan jika ini jalanku tolong lindungilah aku" ucap Axell yang sambil mengepalkan kedua tangannya di dadanya ia berdoa agar tuhan selalu melindunginya.