The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 88 kemarahan Axell



Axell pun menatap satu persatu orang orang yang berada diruangan itu


"Kenapa, kalian gak bisa jawabkan" ucap Axell dengan nada tinggi


"Maafkan saya Axell, kami tidak tau kalau pas waktu itu dimansionmu terjadi pembantaian, waktu itu kami kehilangan akses pada tuan Antonius. Sebelumnya kami memiliki akses kemansion tuan Antonius lewat tuan Timofey dulu, " ucap tuan Helius dengan tatapan penyeselannya


"dan kami juga gak tau pembantaian itu kami tau pembantaian itu 3 hari setelah pembantaian dan kami juga sempat mendapatkan kabar kalau tuan muda Axell ikut tewas dalam pembantaian itu" ucap Tuan Darius ikut angkat bicara


"Iya karna kalian gak pernah bisa berpikir, seharusnya waktu kakek menyuruh kalian memata matainku kalian harus bisa gercep, bukan hanya mengandalkan kristal terus" ucap Axell yang masih tersulut emosi


"Maafkan kami, kami memang gak bisa berpikir waktu itu" ucap tuan Helius


"Kalian memang bodoh, percuma kalian memiliki pasukan yang lebih kuat jika berpikir saja masih mengunakan Cristal, dan seharuanya jika Stevanuss menyuruh kalian menyembunyikan keberadaan Diamord devils bukan berarti kalian bisa lepas tangan, gunakan otak kalian, kalian masih mengawasi orang dengan menyamar dan tanpa menunjukan identitas kalian apa kalian tidak berpikir seperti itu hah" ucap Axell yang masih berbicara dengan nada tinggi, mereka hanya menundukan kepalanya yang dikatankan Axell memang ada benarnya, mereka selama ini mengandalkan Cristal untuk memantau dan mengawasir Axell.


Agghhhh.......


Axell memukul tembok dengan keras ia meluapkan emosinya


"Aku harus kelihangan mommyku, diumur 7 tahun aku harus mengalami semua kejadian kelam tepat dihari ulang tahunku, mereka menghancurkan segalanya, aghhh...." ucap Axell yang terlihat depresi ia duduk melemas dilantai dengan menarik rambutnya


"Ax....." panggil Valden


"Biarkan saja dia meluapkan emosinya, ini memang kesalahan saya" ucap tuan Helius


"Kalian berempat sebaiknya keluar dari tempat ini, ini waktunya belum tepat untuk membahas permasalahan" ucap tuan Helius


"Iya kek" ucap mereka berempat dan langsung keluar dari pusat komando itu.


"Mereka yang menjadikanku seperti iblis kecil" ucap Axell yang mengusap dengan kasar wajahnya bahkan air matanya keluar deras, bahkan yangnya saja sempat terluka karna ia menghantam tembok untuk meluapkan emosinya.


"Ax...." ucap Valden dan Xavier yang memberanikan diri mendekati Axell


"Val, Xav..." ucap Axell yang menatap Valden dan Xavier secara bergantian


"Kau harus tenang, kau gak harus seperti ini Ax, masih ada kita yang akan melindungimu" ucap Valden yang menatap iba Axell, ia sudah menganggap Axell seperti adiknya sendiri


"Yang dikatakan Valden memang benar Ax, lupakan masalalu kelammu, kita ubah semuannya membalaskan dendammu pada orang orang yang telah membunuh mommymu" ucap Xavier


"Jangan seperti ini Ax, mommymu bisa sedih jika liat putra kesayangannya hancur seperti itu" ucap Valden yang menenangkan Axell


"Maafkan Kakek Ax, kakek tau kakek salah kakek memang gak bisa diandalkan untuk mengurus Diamord Devils dan juga Cristal" ucap tuan Helius


Axell pun mendongkrakan kepalanya ia menatap pria tua didepannya, sebenarnya ada rasa kecewa dalam dirinya terhadap tuan Helius namun ia mencoba menepisnya.


"Baik, itu sudah seharusnya karna Diamord Devil adalah milikmu sekarang, lakukan apa yang terbaik menurutmu tapi jangan utamakan egomu yang bisa menghancurkan semuanya" ucap tuan Helius, ia berjongkong disamping Axell


"Aku mengerti " ucap Axell dengan menatap mata tuan Helius yang kini bola mata itu bewarna biru pekat


"Sebaikny kamu istirahat pulihkan tengamu, dan juga tenagkan pikiranmu" ucap tuan Helius dan diikuti anggukan oleh Axell.



••1 BULAN KEMUDIAN ••


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



Udah hampir satu bulan Axell tinggal di desa Vannuss tepatnya dikota terpencil San Marino Italia. Bahkan Axell turun tangan untuk menbantu anggota Diamord devils, penduduk disana yang gak lain anggota Diamord Devils masa kemasa generasi anggota Diamord devils.



Axell, Valden dan Xavier secara langsung mengajarkan anggota Diamord devils untuk mengunakan panah beracun sebagai senjata utama dan juga beberapa orang yang ditujuk langsung meracik racun, bahkan bahan untuk meracik racun juga mudah didapatkan disana, hanya saja sedikit yang harus mereka impor dari luar negri dan dikirim langsung oleh salah satu anggota Axe shadow army.



Axell juga memberikan pistol yang memiliki peluru beracun khusus untuk mereka berempat dengan memakai logo the Axe kepada Ciro, Andrew, Gallen dan Jordan, sebelum mereka kembali kenegara. Untuk sementara ini Axell masih menyusun rencana untuk membuat pertempuran besar melawan five devils, namun sebelum mereka kembali Axell berniat membuat pembantaian di kawasan Italia dan juga Roma tepatnya mansion keturunan Five Devils, mereka akan melakukan penyerangan dihari yang sama dengan menggunakan kekuatan dari Diamord devils dan juga Axs Shadow Army untuk melakukan penyerangan itu.



Mereka kini sedang berada dipusat komando ruangan rahasia milik stevanuss bahkan ruangan itu tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Axell sendiri, karna Axell adalah reinkarnasi dari stevanuss diesel jadi ia sedikit bisa tau dengan melalui gambaran yang datang kemimpinya bahkan terkadang sikap yang dimiliki oleh Stevanuss diesell juga terjadi pada Axell dengan mengetahui apa yang dulu pernah ia lakukan.



"Aku menyuruh kalian kesini ada yang mau aku sampaikan pada kalian berempat" ucap Axell yang kini ia berbicara dengan nada datarnya



"Apa yang akan kau bicarakan king Ax" ucap Ciro yang juga penasaran dengan dikumpulkan diruangan rahasia itu



"Lusa kita akan melakukan pertempuran di Italia dan juga Roma aku harap kalian berempat persiapkan anggota kalian" ucap Axell