The King Of Mafia

The King Of Mafia
EPs 10 1 bulan kemudian



Sementara di tempat lain Axell baru saja di temukan oleh para militer di bawah pimpinan Komandan Zero, Axell di bawa oleh orang orang di ke arena camp oleh para militer itu.


"Siapa yang kalian bawa, dan kenapa " Ucap nyonya Rane yang nyamperin Orang yang membawa Axell


"Maaf nyonya Rane kami menemukan dia di tepi jurang dengan luka yang sangat parah makanya kami membawa anak ini ke camp" ucap salah seorang dari mereka


"Kenapa anak ini seakan mengingatkanku pada putraku Arjuna" batin nyonya Rane


"Bawa anak ini ke dalam ruang medis dan obati dia" ucap Nyonya Rane, ia pun segera masuk dan menemui komandan Zero.


"Ada apa Rane, kenapa wajahmu seperti itu apa yang kau pikirkan Rane" ucap komandan Zero


"Zer, anggotamu menemukan anak yang sedang terluka, mereka menemukannya di dekat jurang" ucap Nyonya Rane yang terlihat sendu


"Ibu ada apa denganmu" ucap Elizabeth yang baru datang


"Aku tidak apa apa hanya saja aku kasihan melihat anak laki laki yang di bawa oleh anggota kita, aku serasa melihat Arjuna ketika melihat wajahnya" ucap nyonya Rane yang terlihat sendu


"Siapa anak laki laki itu, ayah ibu" ucap Elizabeth yang penasaran sama anak laki laki itu


"Aku tidak tahu Eliza, ibumu tidak menceritakan siapa dia" ucap Komandan Zero


"Sebaiknya kita lihat anak itu" sambunya lagi, mereka pun masuk kedalam ruang medis terlihat Axell yang terbaring lemah


"Bagaimana keadaannya" ucap komandan Zero


"Kondisinya saat sedang keritis akibat benturan keras di kepalannya serta luka tembak yang di tangan kanannya, dia juga banyak kehilangan darah dan di camp tidak mempunyai stok darahnya karna darahnya cukup langka" ucap Dokter itu


"Apa golongan darahnya" ucap Nyonya Rane


"O resus negatif" ucap Dokter itu.


"Ambil darahku, darahku sama dengan anak ini" ucap komandan Zero


Komandan Zero pun di bawa oleh Viro yang merupakan dokter pribadi di camp itu, sementara Nyonya Rane dan Eliza masih berada di ruang medis.


Nyonya Rane duduk di pinggir berangkar, ia mengemgam tangan Axell yang masih belum sadarkan diri


"Kasihan sekali anak ini, sungguh malang nasibnya, kenapa saat aku melihat wajahnya terlihat teduh seakan akan aku melihat Arjuna" ucap Nyonya Rane


"Iya ibu anak ini terlihat sangat tampan bahkan lihat wajahnya seperti ini seakan sangat teduh raut wajahnya yang seakan akan tidak punya beban apa pun" ucap Elizabeth yang mempunyai pikiran yang sama dengan Nyonya Rane


"Tapi kalau di lihat dengan seksama dia seperti punya kemiripan dengan Antonius Timofey" ucap Elizabeth


"Mana mungkin, Antonius Timofey dia tidak mempunyai anak ataupun adik jadi mana mungkin, bukankah pewaris Timofey itu sudah tewas bersama istrinya saat mansionnya terjadi perbantaian di Amerika" ucap nyonya Rane


"Mungkin itu hanya dugaanku saja" ucap Elizabeth, mereka pun kembali keruangannya masing masing,


Nyonya Rane dan komandan Zero menyuruh Ivano untuk mencari informasi tentang Axell namun hasilnya sia sia mereka gak menemukan sedikit pun tentang Axell, seakan akan identitasnya


▶1 BULAN KEMUDIAN◀


Bahkan nyonya Rane juga sangat terlihat sedih dengan keadaan Axell yang sekarang dan ntah kapan ia bisa sadar dari komanya


"Sampai kapan kau terus tertidur seperti ini apa kau tidak bosan, cepatlah bangun lihat sekarang duniamu menantimu" ucap Nyonya Rane seakan akan kata kata itu membuat Axell terbangun, bahkan Axell sempat mengigau dalam komanya


"Jangan bunuh mommyku" ucapannya dengan nada lirih ia mengucapkannya sebanyak 3 kali


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak ini, sungguh malang sekali nasibmu" ucap Nyonya Rane


"Kau tenanglah" ucap Nyonya Rane yang menegkan Axell gak lama Axell membuka matanya, ia masih Nampak bingung dengan sekitarnya, komandan Zero, Eliza serta Ivano pun masuk kedalam ruang medis


"Kau sudah sadar nak" ucap komandan Zero


"Aku dimana, dan kalian siapa" ucap Axell yang terlihat bingung


"Tenanglah kami bukan orang jahat, kau sedang berada di camp militer milikku, apa kau ingat siapa namamu" ucap Nyonya Rane dengan nada lembut, Axell hanya menggelengkan kepala


"Sepertinya dia kehilangan ingatannya paman bibi" ucap Ivano


"Jika kau tak ingat dengan namamu maka aku kasih namamu dengan Arsen Calandra dan sekarang kau akan menjadi putraku namaku Rane Calandra" ucap Nyonya Rane sambil tersenyum


"Apa kau yakin aku orang asing di sini dan aku tidak mengenal siapa kalian bahkan latarbelakangku saja aku tidak ingat" ucap Axell


"Bibi apa kau yakin dengan ucapanmu, menangkat dia sebagi putramu, dan kau kasih dia nama dari nama Arjuna anakmu" ucap Ivano


"Aku yakin, dia seperti Arjuna dari sikapnya, Zer apa kau keberatan jika aku menganggkatnyan jadi putraku" ucap nyonya Rane


"Terserah kau saja" ucap komandan Zero


"Baiklah sekarang kau akan menjadi adikku namaku Eliza dan sekarang namamu Arsen" ucap Elizabeth, Axell hanya mengangguk ia masih binggung dan mengigat semua kejadian yang menimpanya hanya rasa sakit di kepalanya


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu nak, kenapa kau sangat terluka parah saat kami menemukanmu di pinggir jurang" ucap Nyonya Rane, Axell berusaha berpikir keras dengan ingatannya


"Ledakan" ucap Axell yang wajahnya kembali memucat


"Mommyku di tembak mati" ucap Axell sambungnya lagi


"Orang orang itu mengincarku, dan menginginkan nyawaku, semua itu seakan menjadi teka teki dipikiranku" ucap Axell yang gak sadar atas ucapannya.


"Apa maksudmu" ucap Komandan Zero yang mendekat kerarah Axell


"Aku tidak tau, aku tidak mengingatnya hanya teka teki yang aku ingat" ucap Axell


"Sepertinya kau mengalami kejadian yang mengerikan" ucap Elizabeth


"Mungkin tapi aku tidak menginggatnya" ucap Axell


"Apa dia juga keturunan mafia sampai sampai banyak yang mengiginkan kematiannya" batin komandan Zero