
Mereka langsung turun dari Helikopter mereka yang jaraknya cukup jauh dari ledakan itu, tujuan mereka menyelamatkan kedua pewaris dewan darkness.
*DUWARRRRRR......
DUWWARRRRRR.....
DOR...DOR....DOR....DOR*....
The Axe yang turun mereka langsung mengedap menjadi sniper, Mereka memang ahli untuk menjadi sniper, karna itu Axell membawa mereka yang cukup ahli sebagai sniper
Mereka naik ke atas pohon dan Axell membagi 2 kelompok, kelompok pertama Axell dan Calvin, kelompok kedua Zico dan Jeremy
"Candra masuk...." ucap Axell lewat microphone-nya, tentu saja bisa di dengar oleh semua team.
"Iya king" ucap candra lewat sambungnya microphone
"Apa kau lihat dimana Arjuna dan Roberto"
"Arjuna dan Roberto sedang berhadapan dengan mafia lain yang bersekutu dengan mafia asal Israel"
"Ok, tetap pantau mereka"
"Zico, Jeremy kalian tetap stay disini tugas kalian masih sama, aku dan Calvin akan turun menjadi sniper dan masuk ke dalam mansion itu"
"Baik king"
Axell dan Calvin turun dan mereka segera masuk ke dalam mansion, didalam mansion banyak mayat yang sudah tergeletak di atas lantai, mereka masuk dengan mengendap ngendap
Saat ada mafia dari yang berada di mansion Axell langsung menembaknya
Dorr....
"Candra masuk, dimana Arjuna dan Roberto"
"Arjuna di lantai dua, hati hati king"
"Cal suruh Zico dan Jeremy masuk, dan kau kasih tugas pasang bom di beberapa sudut" ucap Axell
"Baik king"
"Rezan kau Retas cctv yang berada di mansion, dan untuk Ran pantau Zico dan Jeremy saat memasang bom, dan kau candra tetap pokus pada monitor utama "
"siap king"
Axell segera masuk kedalam mansion, ternyata ada beberapa anggota dewan yang masuk ke mansion, Axell langsung menembak mati orang yang sedang bertarung dengan Arjuna
"Siapa kau" ucap Arjuna saat Axell mendekat
Axell tidak menjawab ia hanya tersenyum devilsnya dan menujukan tato di tangannya, tato yang bersimbol bulan dan matahari.
"Gk usah takut kami bukan dari pihak mana pun, sebaiknya kau ikut denganku, sebentar lagi mansion ini akan meledak" ucap Axell
"King, pasukan dari anggota dewan berhasil membawa Roberto" ucap Calvin
"King cepat keluar, mansion akan segera meledak, ternyata mafia Israel telah memasang bom, 20 menit lagi bom meledak"ucap Candra lewat sambungan microphone-nya
"Cara satu satunya kita terjun" ucap Axell
"Apa, kau gila hah....." ucap Arjuna yang menolak bahkan Arjuna sudah terluka cukup parah
"Gak ada cara lain" ucap Calvin yang sependapat dengan Axell
Axell, Calvin dan Arjuna bersiap untuk loncat dari lantai dua mansion itu
"Kau tenang saja ini gak akan bikin kau mati dengan cepat "ucap Axell yang seakan bisa membaca pikiran dari Arjuna.
" Axell cepat loncat"teriak Candra dari layar monitor lewat sambungnya microphone-nya. Mereka pun langsung loncat dan......
*Brukk..
Brukk.
DUWAARRR*......
Ledakan yang dasyat dari mansion itu, sehingga bangunannya ikut roboh
Axell, Calvin, Arjuna terkapar di atas rerumputan beruntung Mansion itu jauh dari permukiman masyarakat.
"apa kalian gak papa" ucap Zico dan Jeremy yang nyamperin mereka
"Huh...cukup menegangkan" ucap Axell
"Sebaiknya kita menjauh dari sini" ucap Jeremy
Mereka pun langsung membopong Arjuna yang pingsan, dan mereka segera masuk kedalam hutan yang di sana sudah ada Candra dan yang lain, saat mereka hendak berjalan menuju helikoper mereka, ada orang yang hendak menembak mereka
Dor....
Tembakan dari Rezan yang menyadari ada berberapa sniper yang berada sana
Dor...Dor...
Tembakan dari Ran dan juga Jeremy pada sniper yang berada di atas pohon.
Mereka langsung masuk kedalam helikoter itu, Rezan dan Ran melemparkan granat mini pada bagian bagian tertentu, sesuai perintah dari candra yang melihat banyak sniper dari kubu anggota Dewan,
*Duwarrr...
Duwarrrr*...
Mereka langsung menerbangkan helikoter mereka, bahkan para dewan yang hampir memenagkan peperangaan itu, hampir menandai helikoper milik the Axe, bukan cuman itu mafia sekutu pun menandai helikoper milik the Axe.
"Jeremy, luncurkan roket pada helikoper dari kubu sekutu" ucap Axell
"Baik King" Jeremy pun langsung meluncurkan roketnya dan tentu saja roket yang mereka luncurkan tepat pada awak helikoper sekutu.
Duwarrr....
Helikoper the Axe pun langsung melesat meninggalkan kota Las Vegas, tujuan mereka sekarang adalah ke kota San Diego sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Singapure
Di kota San Diego mereka beristirahat di Villa yang di beli The Axe
Mereka pun segera masuk kedalam vila itu, tentu saja mereka sudah di sambut oleh Alexco dan Jefry disana, Jefri dan Alexco merupakan dokter dari kubu The Axe
"Alexco, Jefry segera obati Arjuna, sepertinya Arjuna terluka parah" ucap Axell, mereka pun langsung mengganti baju mereka dan beristirahat selagi menunggu Alexco dan Jefry yang mengibati Arjuna
Gak lama Alexco dateng menghampiri mereka "King, gawat Arjuna membutuhkan 1 kantong darah O- dan kami tidak membawa golongan darah itu karna cukup langka untuk golongan darah O-" jelas Alexco yang terlihat panik
"Kau gak perlu panik ambil saja darahku, kebetulan darahku O-" ucap Axell yang beranjak dari duduknya
Axell pun langsung melakukan tranfusi darah,
"Sebaiknya kau beristirahat king, kondisimu cukup lemah" ucap Alexco
"Baiklah aku akan istirahat, dan kalian tetap pantau Arjuna kalau ada sesuatu kabarin Aku" ucap Axell ia pun masuk kekamarnya untuk istirahat.
Pagi harinya anggota The Axe masih tertidur, sementara Arjuna ia baru saja tersadar, ia nampak bingung dengan sekitarnya.
"Dimana aku" ucap Arjuna yang masih bingung
"Kau berada di villaku" ucap Axell dari belakang
"K...kau siapa, dan kenapa aku bisa berada di sini" ucap Arjuna yang nampak gugup.
"Jangan takut kau aman, dan sekarang kau berada di tempatku, namaku Axell, apa kau masih mengenalku" ucap Axell yang mendekati Arjuna
"Tato itu, apa dia...." batin Arjuna
"Apa kau Axell Timofey pewaris resmi Timofey dan penerus resmi Dewan Darkness" ucap Arjuna yang setengah gak percaya karna ia tau rumor tentang Axell yang telah tewas dalam pembantaian di mansionya
"Yaps, aku pewaris resmi Timofey, kau pasti bingung bukan karna kau tau tentang rumor kalau aku telah tewas 10 tahun yang lalu" ucap Axell