
"Terus apa rencana selanjutnya Ax" ucap Ivan dan mereka pun menatap serius Axell, sementara Axell hanya terlihat santai.
"Kenapa kau terlihat santai sekali kami disni sudah tegang" ucap Jean yang terlihat kesal
"Itulah king kami" ucap Rezan yang tersenyum miring.
"Tidak ada rencana selanjutnya, kau cukup jalani saja sebagai bagian dari dewan darkness, tapi kau harus ingat, kau perlu mewaspadai mafia asal tiongkok dan juga mafia asal Taiwan, Chen Wang dan Meyleen Na, mereka juga salah satu mata mata dari dewan darkness tanpa mereka sadari" ucap Axell
"Baiklah aku akn jadi mata matamu dan juga mengawasi 2 orang tua itu, kau tau saat aku memasuki ruang pertemuan mereka terlihat sangat angkuh" ucap Ivano
"Yaps begitulah mereka musuh dalam selimut, mereka selalu jadi kompor dari perdebatan para dewan" ucap Axell
"Jangan sampai ada yang mencurigaimu kalau kau mata mata dari The Axe" sambungnya lagi
"Apa hadiahnya jika aku bisa melakukan itu" ucap Ivan
"Kami akan membantumu dalam melancarkan bisnis ilegalmu gimna" ucap Axell
"Aku hanya becanda jangan dianggap serius, lagian aku cukup senang membantumu karna kau sudah menyelamatkan Arjuna dan kau sudah melindunginya aku cukup berterima kasih padamu Ax, Arjuna sudah seperti adik bagiku" ucap Ivano
"Apa kau mau bertemu dengan Arjuna" ucap Axell
"Jika kau ingin menemuinya kau datang markasku yang berada di Singapure, jika kau ingin menemuinya jangan sampai ada yang mengikutimu" ucap Axell
"Aku harus pikirkan lagi untuk menemuinya" ucap Ivano
"Aku akan suruh Eric untuk menghubungimu, jadi kau bisa berkomunikasi dengannya" ucap Axell
"Eric, siapa dia" ucap Ivano
"Mmm maksud aku Arjuna, aku menyuruhnya menganti namanya untuk menutupi identitas, tapi nama Arjuna sekarang menjadi Eric Arseno" ucap Axell
"O iya, bagaimana kau bisa kesini dengan membawa anggotamu" ucap Ivano yang penasaran karna Axell bersama The Axe.
"Aku sudah bertemu dengan Kimberly dan dugaanku benar Kimberly membenciku karna aku mengingkari janjinya" ucap Axell
"Terus" ucap Ivano
"Ya aku terus terang pada komandan Zero dan nyonya Rane jika ingatanku kembali, terus aku bilang pada nyonya Rane kalau aku akan kembali kenegara asalku, walaupun nyonya Rane dan komandan Zero tidak mengijinkanku untuk pergi tapi aku tetap pergi, aku gak mau kalau terus terusan disana Kimberly semakin membenciku" ucap Axell
"Terus sekarang kau mau kemana" ucap Ivano
"Sebelum misiku dimulai aku akan menemui Daniel di Indonesia, tepatnya dirumahku dulu" ucap Axell yang memberitahukan tujuannya.
"Daniel" ucap Ivano yang belum tahu siapa Daniel.
"Daniel salah satu tangan kanan daddyku, adik dari Lucifer dan Daniel juga termasuk bodiguardku sewaktu aku tinggal di Indonesia" ucap Axell,
Pagi harinya Daniel sudah bersiap untuk pergi keindonesia untuk menemui Axell dirumahnya dulu di Indonesia, namun saat Daniel akan pergi terjadi perselisihan antara Daniel dan Lucifer.
"Daniel kau mau kemana" ucap Lucifer yang melihat Daniel susah rapi dengan tas gendongnya.
"Aku mau pergi sebentar menemui sahabatku sewaktu kuliah dulu, dia mengadakan acara Reuni di Malaysia jadi aku akan ikut acara itu" ucap Daniel yang berbohong
"Daniel kau mau ngapain ikut Reuni seperti itu, sebaiknya kau jangan ikut aku khawatir terjadi sesuatu denganmu apalagi kau akan berangkat sendiri" ucap Lucifer
"Hey kak, aku bukan anak kecil lagi jadi aku akan ikut keacara itu, lagian aku bisa jaga diri jadi kau tenang saja, aku hanya dua hari" ucap Daniel
"Udahlah Lucifer biarkan saja Daniel pergi mungkin ia ingin bertemu dengan teman semasa kuliahnya dulu" ucap Antonius yang melerai perselisihan antara Daniel dan Lucifer
"Tuan Antony saja mengizinkanku untuk pergi ke Malaysia, tenang saja aku bisa jaga diri ko, dan jangan sampai ada yang mengikutiku atau kalian suruh anggota the secret atau pun black eagle, aku gak mau teman kuliahku mencurigaiku kalau aku ada hubungan sama mafia bisa bahaya" ucap Daniel
"Mmm baiklah kalau kau maunya kaya gitu, tapi kau berhati hati, jika ada apa apa cepat hubungi kami" ucap Antonius
"Baiklah aku pergi dulu" ucap Daniel yang langsung pergi keluar
Daniel pergi hari ke Indonesia ia pergi sendirian tanpa ditemani para pengawal dari Antonius, bahkan Axell sendiri mengawasi Daniel agar ia tak diikuti oleh orang orang dalam jajaran daddynya.
Setelah sampai di Indonesia Daniel di jemput oleh The Axe, The Axe yang kini tidak menunjukan identitasnya, orang itu tidak memakai jaket khusus The Axe hanya memakai baju casual biasa agar tidak terlalu mencolok.
Orang itu memakai mobil sport dan menghampiri Daniel yang sedang menunggu jemputan.
"Hey bro, apa kau Daniel bukan" ucap orang itu yang gak lain ialah Darel salah satu anggota yang sudah ditugaskan oleh Axell untuk menjemput Daniel.
"Iya, aku Daniel dan kau" ucap Daniel yang menanyakan Darel
"Sebaiknya kau masuk dulu, baru aku ceritakan" ucap Darel, Daniel pun langsung masuk kedalam mobilnya Darel.
"Kenalkan aku Darel, aku yang ditugaskan King Ax untuk menjemputmu di bandara" ucap Darel yang menyalakan mesin mobilnya
"King Ax" ucap Daniel lagi
"Maksudku Axell, kami sering memanggilnya King Ax" ucap Darel
Darel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang gak butuh waktu lama mobil yang dibawa Darel pun menghentikan lajunya tepat didepan rumah Axell dulu waktu ia masih tinggal di Indonesia.
Daniel dan Darel pun turun dari mobil itu, Daniel cukup kaget karna orang² berjejeran sambil mengarahkan anak panah dan juga senapan kearah Daniel.
"Turunkan, dia bukan musuh kita" ucap Darel yang menyuruh the Axe untuk menurunkan senjatanya, mereka pun menurunkan senjatanya sesuai perintah Darel.
"Dimna king Ax" ucap Darel pada salah satu anggota The Axe, yang menanyakan keberadaan Axell