The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 11 lingkungan baru



"Cepatlah kau sembuh setelah kau sembuh, segera temuiku" ucap komandan Zero.


"Dasar pak tua aku saja baru sadar dari koma dia malah seenaknya menyuruhku untuk menemuinya kenapa gak bilang sekarang saja kenapa harus menunggu aku sembuh, huh... Sungguh menyebalkan" batin Axell


"Apa kau tau siapa yang telah mendonorkan darahnya untukmu" ucap Nyonya Rane


"Aku tidak tau siapa yang berbaik hati mendonorkan darahnya untukku" ucap Axell


"Yang mendonorkan darahnya untukmu adalah komandan Zero, Zero Calandra kau beruntung bisa mendapatkan darah dari komandan Zero" ucap Ivan


"Ternyata di balik sikap yang mengerikan ternyata dia punya sikap yang kemanusiaan, ucapkan terima kasih dariku untuk komandan Zero tuan" ucap Axell pd Ivano


"Jangan panggil Aku tuan namaku Ivano kau panggil aku dengan sebutan Ivan saja jangan kakak atau sejenisnya aku kurang menyukainya" ucap Ivano


"Baiklah terimakasih Ivano" ucap Axell,


"Arsen mulai sekarang biasakan kau panggil aku dengan sebuatan ibu karna sekarang kau anak angkat ku jadi kau panggil aku dengan sebutan ibu, dan panggil ayah pada komandan Zero" ucap Nyonya Rane


"Aku akan mencobanya dan membiasakannya" ucap Axell dengan tersenyum tipis


"Sekarang istirahatlah lukamu masih belum sembuh" ucap Nyonya Rane


"Mmm iya" ucap Axell ia pun langsung istirahat, sementara Nyonya Rane, Eliza dan Ivano mereka keluar dari ruangannya Axell


"Sebenarnya siapa aku, kenapa aku tidak mengingat semua kejadian yang menimpaku, semuanya hanya teka teki, Arsen Calandra sekarang yang akan menjadi namaku" ucap Axell


Setelah 2 minggu dalam masa pemulihan Axell nampak terlihat sangat sudah sehat bahkan dari wajahnya terlihat sebikas senyum ketika memperhatikan orang orang yang sedang berlatih


"Sepertinya baju milik putraku sangat pas di badanmu" ucap nyonya Rane



"Hah...iya bu" ucap Axell


"Apa kau sudah siap untuk menemui ayahmu" ucap Nyonya Rane


"Sudah, aku akan menemuinya, dan di mana aku bisa menemuinya" ucap Axell


"Baiklah Arsen kau ikut dengan ku" ucap Nyonya Rane dan mengajak Axell le ruangan komandan Zero, saat di dalam ruangan itu Axell melihat lihat isi ruangan itu


"Apa kau sudah benar benar sembuh Arsen" ucap komandan Zero


"Sudah lebih baik, apa kau bisa cerita padaku untuk apa kau mengajak aku menemuimu sekarang" ucap Axell pada komandan Zero


"Nanti juga kau tau, sebaiknya kau ikut denganku Arsen"ucap komandan Zero, lalu komandan Zero mengajak Axell ke camp militer disana tempat latihan para anggota militer the Army belatih.


" Drake kosongkan tempat ini dan kau suruh James menemuiku"ucap komandan Zero


" baik komandan Zero "Ucap Drake, Drake pun mengajak james untuk menemuinya


" apa komandan Zero menyuruhku menemuinya"ucap James,


"Tentu saja komandan, tapi aku gak yakin Arsen mampu menamdingiku" ucap James


"Kau terlalu meremehkan lawanmu, sebaiknya kita buktikan dulu tuan James" Axell


Axell dan James mulai bertarung mengunakan pedang, komandan Zero nampak tersenyum saat melihat aksi Axell yang sudah sangat terlatih


"Sebenarnya siapa dia, dari gaya dia bertarung sudah seperti sudah terlatih, apa ia benaran darah keturunan mafia" batin komandan Zero


Axell sangat terlihat lihat mengunakan pedang saat melawan James, Axell bisa menandingi kemampuan James, tiba tiba Axell ke ingat sesuatu saat dirinya bermain pedang namun Axell tidak mengingat siapa orang orang yang ada dalam ingatannya.


💿Flashback💿


Axell yang kini berusia 13 tahun, tepat setelah hari ulang tahunnya, Antonius yang kini berkunjung ke tempat tinggal Axell yang berada di Indonesia.


"Axell kau ikut dengan daddy ke taman belakang" ucap Antoni yang mengajak Axell ke taman belakang rumahnya yang sekarang di jadikan tempat Axell latihan beladiri


"Ada apa dad mengajakku kesini" ucap Axell yang mengikuti Antonius dari belakang


"Kau ambil satu pedang itu, aku cuman mau lihat sampai mana kemampuanmu selama di latih oleh Mark serta Daniel di sini" ucap Antonius


"Baiklah kau lihat saja kemampuanku daddy, aku yakin aku bisa kalahkanmu dad" ucap Axell


Mereka pun mulai bermain pedang Axell yang lihay mampu menghindari serangan dari Antonius, dan sampai akhirnya permainan di hentikan


"Daddy cukup kagum dengan kemampuanmu yang sekarang Axell, daddy yakin suatu saat nanti kau akan menjadi penerusku di dunia mafia Axell karna kau keturunan darah mafia Axell, kau harus jadi penerusku di Dewan Drakness kau mengerti" ucap Antoniu


"Aku sangat mengerti daddy, kalau pun aku mau menghindar dari duniamu tapi aku gak bisa lakuin karna darah dari seorang mafia terkejam mengalir dalam tubuhku Axell Timofey" ucap Axel


"Hahh..kau memang putraku" ucap Antonius sambil mengacak² rambut putranya


"Daddy aku mau tunjukin padamu saat aku panahan apa kau mau melihatnya" ucap Axell


"Tentu daddy akan melihatnya" ucap Antonius


"Gak salah aku memilihmu jadi penerusku, semakin kau berlatih seperti ini aku yakin kau akan jadi mafia terkuat Axell" batin Antoniu


💿flashback💿


Saat keingat dengan kejadian itu Axell nampak melamun sambil memegang kepalanya yang terasa pusing, ia pun malah menghentikan pertarungan itu secara sepihak, Axell malah menaro pedang itu dan malah pergi dari tempat latihan itu.


"Arsen kenapa kau malah pergi ini belum selesai" ucap James nampak kesal


Axell gak mengubris perkataan James ia malah pergi, pikirannya malah melayang ntah kemana, ia malah pergi keruangan Gym dan memukul samsak sekeras mungkin melampiaskan emosinya


"Sebenarnya siapa aku, kenapa semua yang ada di benakku seakan menjadi teka taki bagiku" ucap Axell yang terlihat sangat emosi.


"Siapa pria yang ada di benakku, kenapa aku susah mengingatnya, dan melihat jelas sosok pria itu, apa dia ayahku" ucap Axell


"Tapi dia kemana kenapa malah aku bisa berada di sini di tempat komandan Zero, sebenarnya apa yang terjadi denganku" ucap Axell yang terlihat sangat emosi