The King Of Mafia

The King Of Mafia
EPs 24 rencana penculikan



"Waw...Arjuna Devils dari namanya cukup menyeramkan kenapa gak Arjuna asmara aja lebih keren gitu" ucap Zico dengan gaya so nya, Calvin langsung melemparkan bantal pada Zico


"kalo ngomong difilter dulu" ucap Calvin


"Cal bukannya ademu memang gitu ya sedikit gesrek" ucap Ran


"Sialan kau Ran" ucap Zico kesal


"Bisa gak sih gk usah berantem, aku ada tugas buat kalian"ucap Eric serius


"Tugas apa" ucap mereka barengan


"Candra pokus sama misi kita untuk meracik racun kalo perlu gak ada penawarnya" ucap Eric


"Siap" ucap Candra sambil mengacungkan jempolnya


"Ran dan beberapa sniper terbaik besok kalian berangkat ke Rusia, Rezan kau bawa beberapa Sniper andalanmu untuk terbang ke Jerman" ucap Eric


"Aku keJerman, tugas apa" ucap Rezan penasaran


"Intinya kau awasi Axell di sana, Axell yang minta selebihnya kau ikuti arahan dari King aja" ucap Eric


"Ok siap" ucap Rezan semangat


"Terus aku apa Ric" ucap Zico yang gak sabaran


"kita rekut anggota baru The Axe" ucap Eric


"Siap" ucap Calvin dan Zico barengan


"Wih pada kompak nih kalian berdua" ucap Candra


"Sebuah kebetulan" ucap Calvin, gak lama ponsel milik Erik berbunyi


"Ponsel mu bunyi tuh angkat dulu berisik" ucap Zico yang lagi mulai pokus dengan layar ponselnya


"Nomor baru, perasaan nomor kita privat tapi ko bisa nomor baru masuk ya" ucap Erik lirih


"Angkat aja terus kau lospack biar kita bisa dengar siapa yang hubungimu" ucap Calvin


"Palingan itu dari pengemar gilamu rik" ucap Zico


"Itu sih kau kali Zic yang banyak pengemar gila, secara kau itukan playboy cap ikan kakap" ucap Rezan


"Sialan, bilang aja kau sirik" ucap Zico


•calling


*📞angkat telpon lama amat bisa keburu lumutan nunggu dianggat doank


📞KING....


📞berisik kupingku sakit nih dengar suara kalian


📞king kau masih hidup


📞klo aku udah mati mana mungkin aku telpon


📞ada apa king • Eric


📞rencana kita ubah ric, besok kau terbang ke Jerman kita mulai aksi kita buat culik Roberto


📞wah serius king • Zico


📞tentu


📞tapi bagaimana caranya king, yang ada nanti kita bisa ketemu dengan orang tuaku


📞huh...bagus dech, terus kita harus apa


📞besok kalian berangkat ke Berlin kecuali candra kau harus pokus buat meracik racun, dan salah satu dari kalian yang jadi mata mata daddyku di Rusia


📞aku yang akan berangkat king • Ran


📞ok, kau harus pantau terus daddyku jangan sampai kau ketangkep oleh anggota the screet dan black Eagle


📞siap king, aku dan yang lain akan lebih berhati²


📞aku tunggu kalian di Berlin lusa


📞 king, bukannya king lagi berada di kubu komandan Zero, terus gimana king bisa nemuin kita di Berlin


📞kau tenang aja, kalian kaya gak tau aku aja, intinya aku tunggu kalian diBerlin


📞SIAP KING*


Setelah Axell menutup sambungannya mereka langsung sibuk sama Aktifitasnya.


Erik yang masih banyak kerjaan dikantor ia pun memutuskan kembali keruanganya bersama Calvin sebagai asistenya.


Axell memiliki perusahaan sendiri yang kini di urus oleh Erik sebagai presdirnya dan Calvin sebagai asistenya, nama perusahaan Axell yang di beri nama AXS CORP'S perusahaan Robotik. Axell juga punya bisnis lain yaitu Casino dan Bar serta Caffe yang cukup terkenal di Singapure dan Malaysia yang di beri nama night Axe, sedangkan caffe di berinama Axe Caffe yang kini di kelola oleh Zico, Rezan, sedangkan Candra dan Ran mereka mengelola perusahaan cabang milik Axell.


Setelah Axell menghubungi Eric ia pun langsung menghubungi nyonya Rane untuk meminta izin pergi ke Belanda tepatnya ketempat Ivano, tentu saja Nyonya Rane mengizinkan karna Axell sendiri paling jago memanipulasi keadaan.


📞hallo ibu


📞iya Arsen, kenapa


📞bu, bolehkan aku besok pergi kebelanda menemui Ivan


📞memangnya kau mau apa temui Ivan ke Belanda, ibu bisa hubungi Ivan supaya ia bisa datang ke Jerman menemuimu


📞bu, disini sangat membosankan dan aku ingin pergi Belanda dan temui Ivan, sekalian aku ingin pergi jalan jalan menikmati udara kota


📞Arsen disana sangat bahaya, ibu takut kau kenapa napa


📞bu aku bisa jaga diri, lagian aku juga sudah banyak berlatih waktu tinggal di camp milik ayah dan kak Eliza, boleh ya bu aku hanya ingin pergi bebas dan gak ada yang mengenaliku bukan


📞yasudah kalau kamu maunya gitu, ibu cuman bilang berhati hati aja, dan kau harus di temeni Jhon


📞bu kalau aku pergi bersama Jhon musuhmu akan mengenaliku, lagian aku ingin pergi sendiri kebelanda dan menjadi warga biasa bukan bagian dari mafia


📞tapikan


📞bu, ibu percaya sama Arsen, Arsen bakal baik baik saja, dan Arsen juga sekalian ingin berlibur


📞mau gimana lagi kau memang gak bisa di bantah sama seperti Juna


📞apa ibu merindukan Juna > tidak ada jawaban dari nyonya Rane


📞yasudah Arsen ibu tutup yah, Ayahmu sudah memanggil ibu


***


Axell pun menutup sambungannya, setelah itu Axell beranjak dari duduknya dan mengambil tas miliknya.


"Sepertinya ibu, sangat merindukan Juna, maafkan ku bu aku belum bisa memberi tahumu tentang Juna, suatu saat ibu bisa bertemu dengan Juna" ucap Axell lirih.


"Kenapa aku jadi kangen daddy, apa daddy juga sangat merindukanku, aku terlalu pengecut untuk menemuinya" ucap Axell yang menyenderkan kepalanya pada ujung samping kasur king sizenya


"Jika misiku sudah selesai dan Five devils bisa tewas di tanganku aku akan segera menemuimu dad" ucap Axell lirih


"Mom...apa mommy akan mendukung misiku ini memberantas para Five devils sampai keakar akarnya, apa mommy akan bangga padaku jika aku akan seperti daddy jadi mafia ada aku akan lebih kejam dari daddy dalam memberantas para musuh, apa mommy akan tersenyum bangga di atas sana apa mommy justu kecewa sama Axell mom"ucap Axell lirih, Axell yang gak bisa membendung air matanya ketika ia mengingat kenangan bersama mommy dan daddynya sewaktu ia masih kecil dulu, dan secara tiba tiba kenangan yang begitu manis berubah ketika Axell mengingat gimna keadaan mommynya saat pembantaian mansionya tepat di ulang tahunnya