The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 44 permintaan



" mmm baiklah, sebaiknya kau baca saja isi pesan itu biar gak ada yang mendengar, pesan itu Axell yang mengirimnya, dia memintaku untuk menjadikan aku ibu sambung dari Axell"ucap Theresa dengan nada yang cukup lirih karna ia takut ada yang mendengar pembicarannya.


Daniel pun membaca pesan dari Axell yang menyuruh Theresa untuk menjadi ibu sambungnya.


“Theresa ini aku Axell Stevano, aku cuman minta kau jadi pendamping daddyku aku tau kau orang baik Theresa, bahkan aku melihatmu seperti aku melihat mommyku, menikahlah dengan daddyku aku tau daddyku memang kejam tapi jika kau mengetahui sisi baik dari daddy, daddy cukup lembut dan sangat menyayanyi keluarganya melebihi nyawanya, kau jangan takut berada ditengah tengah mafia karna daddy, aku serta dalam jajaran daddyku yang akan melindungimu serta Cyla, anggap saja ini sebagai balas budi keluargaku terhadapmu, jangan kecewakan permintaanku aku hanya ingin kau hidup bahagia bersama daddyku aku tau kau gak pernah merasakan hal itu bersama Bastian dan daddyku yang akan jadi penyembuh penderitaanmu selama ini. Hanya itu permintaanku, salam dariku »AXELL STEVANO«


hapus pesan ini jangan sampai diketahui daddyku.


Itulah isi pesan dari Axell untuk Theresa, Daniel pun menatap intens Theresa.


"Axell yang memintanya, lakukanlah jangan kecewakan dia, dari dulu Axell gak pernah meminta hal lebih dari tuan Antoni selain setia pada mommynya, tapi sekarang Axell memintamu jadi ibu sambungnya, kau jangan takut berada ada ditengah² mafia karna kami yang akan melindungimu serta putrimu, kau bisa liat bukan putrimu bahagia bersama tuan Antoni jangan rusak mommet itu putrimu butuh seorang ayah yang mampu melindunginya bukan menyiksanya" ucap Daniel yang membandingkan Antonius dengan Bastian mantan suaminya.


"Aku mengerti Daniel" ucap Theresa yang tersenyum tipis.


"Aku juga mendapatkan pesan sama sepertimu, tapi Axell menyuruhku untuk pergi menemuinya besok ke Indonesia, tepatnya kerumah lamanya sewaktu kami tinggal disana" ucap Daniel


"Kau mendapatkan pesan juga, aku cuman mau bilang hati hatilah dan kau jangan membawa pengawal mansion, cukup kau sendiri yang datang, aku cukup tau hal itu apa lagi Axell memiliki pasukan sendiri, jadi kau berhati hatilah" ucap Theresa yang juga dulu pernah tinggal bersama Axell sebelum ia dikirim keAmerika


"Apa Axell memiliki perkumpulan mafia" ucap Daniel,


"Mungkin, tapi aku tidak tau, yang aku tau mereka sering menanggil Axell dengan sebutan King Ax's" ucap Theresa, Daniel hanya mengangguk paham.


"Sampaikan salamku pada Axell jika kau sudah bertemu dengannya, dan katakan aku akan menerima permintaanya" ucap Theresa yang berlalu pergi, ia takut ketahuan orang rumah kalau ia lama lama ngobrol sama Daniel, Daniel pun langsung bergegas kekamarnya, dan menghapus cctv yang berada didapur ia takut pembicaraannya dengan Theresa diketahui oleh Antonius.


•••


Kini Axell pergi menemui Ivano di belanda bersama Rezan dan juga beberapa anggota The Axe, sesampainya di mansion milik Ivano, Axell sempat dihadang oleh para pengawal mansion Ivano.


"Siapa kau" ucap pengawal itu yang menyodorkan senjata pada Axell,


"Siapa kau" ucap pengawal itu yang menyodorkan senjata pada Axell, dan hal itu Rezan serta anggota The Axe menyodongkan senjata kearah pengawal itu, Axell langsung mengisyaratkan untuk menurunkan senjatanya pada The Axe.


"Aku kesini mau ketemu Ivan, bilang sama Ivan aku Axell Stevano menemuinya" ucap Axell dengan nada dinginnya.


Gak lama pengawal yang tadi masuk kedalam mansion untuk memberitahukan bahwa Axell ingin menemuinya, ia pun menghampiri Axell dan The Axe.


"Tuan Axell, tuan Ivan sedang menunggu anda, mari saya antar menemui tuan Ivan" ucap pengawal itu dengan nada yang cukup sopan, Axell dan The Axe pun langsung masuk menemui Ivan, Axell yang kali ini memakai identitas sebagai sang king The Axe atau King Axs dengan memakai topeng serta baju khusus The Axe untuk menambah ciri khas mereka.


Ivan yang melihat kedatangan Axell serta The Axe cukup kaget karna penampilan Axell yang sekarang menjadi King Axs bukan Arsen Calandra, Ivan menelan silvanya karna ia cukup tau siapa The Axe, mereka perkumpulan mafia yang kekejamanya sudah diakui dunia saat menbunuh para musuhnya namun gak pernah ada yang mengetahui dimana markas utama mereka.


"A...ada kalian kesini" ucap Ivan yang terlihat gugup.


"Udahlah Ivan kau jangan gugup seperti itu, tenang saja aku gak akan membunuh kalian ko" ucap Axell dengan santainya.


"King sebaiknya kau buka topengmu biar mereka gak ketakutan saat berhadapan dengan king Ax" ucap Rezan yang menyarankan Axell untuk buka topengnya, Axell pun buka topeng dan mereka cukup kaget juga siapa yang dimaksud king Ax itu adalah Axell.


"Langsung keinti aja gimana" ucap Axell yang gak mau basa basi


"Baiklah" ucap Ivan


"Aku denger dari Eric kau udah masuk dalam jajaran dewan darkness" ucap Axell yang langsung to the point


"Iya, aku sudah masuk dalam jajaran dewan darkness apa kau yakin aku bisa melakukannya" ucap Ivano yang kurang percaya diri


"Jean, Jorge suruh tuanmu untuk menanamkan percaya dirinya" ucap Axell santainya, sementara Jean dan Jorge hanya terkekeh


"Yang diucapkan tuan Axell memang benar kalau kau harus menamamkan kepercayaanmu, kau pewaris tuan Edrick bagaimana bisa kau tidak memiliki rasa percaya diri" ucap Jorgie


"Tapi ini beda ceritanya, aku belum pernah masuk dalam jajaran Dewan darkness, asal kau tau saja saat ku memasuki area pertemuan mereka terlihat sangat lebih berkuasa dengan gaya yang so gagah seperti itu" ucap Ivano


"Itu kau belum terbiasa Ivan, jika aku harus mengingatkan lagi, kekuasaanmu lebih dari cukup untuk jadi bagian dari dewan darkness, dan seharusnya kau masuk dewan darkness dari dulu" ucap Axell


"Ya karna waktu itu aku belum siap ini juga aku terpaksa melakukannya" ucap Ivan


"Sudahlah kau terima saja ikuti saja alurnya bukankah ini permintaan terakhir dari kakekmu bukan untuk jadi bagian dari dewan darkness" ucap Jean, dan di ikuti anggukan oleh Ivan,