
"Alasan apa lagi hah, hanya untuk apa lagi kau cari alasan yang semuanya hanya kebohongan" ucap Kimberly sambil menatap tajam Axell, Axell menatap tajam Kimberly dengan bola mata yang berubah menjadi warna biru pekat.
"ARSEN CUKUP" ucap Komandan Zero yang melihat pertengkaran itu, bahkan Kimberly terlihat ketakutan.
"DIAMMM....." bentak Axell sambil menatap tajam kearah orang orang yang melihat pertengkaran itu.
Mereka cukup takut dengan Axell apa lagi sorot mata yang seakan akan membunuh, warna biru pekat dimata Axell yang mereka takutkan karna mereka tau orang yang memiliki bola mata biru pekat bukan orang sembarangan.
"KALIAN SEMUA GAK PERNAH TAU APA YANG AKU RASAKAN" ucap Axell ia pun memukul tembok yang ada disamping Kimberly sampai sampai tangannya biru dan berdarah
AGGGHHHHH........
Teriak Axell sambil menarik rambutnya frustasi ia duduk menunduk dan duduk dilantai sambil menarik rambutnya, bahkan air matanya saja sampai menetes, nyonya Rane yang merasa iba sama Axell ia pun memberanikan mendekati Axell, sementara Kimberly yang menangis ia langsung dipeluk oleh Elizabeth,
Axell yang dibawa kekamarnya oleh nyonya Rane, agar ia bisa lebih tenang, bahkan ia merasa iba melihat Axell seperti tadi
"Mereka menjadikanku seperti ini, mereka yang membuatku seperti iblis, karna dendamku pada mereka yang membuatku seperti, karna mereka telah membunuh mommyku tepat didepan mataku sendiri" ucap Axell yang menatap kosong, nyonya Rane yang merasa iba, ia pun langsung memeluk Axell dengan erat
"Ibu tau apa yang kamu rasakan, jadi kamu jangan sedih lagi sekarang kamu punya ibu dan Ayah jangan dengarin ucapan Kimberly" ucap nyonya Rane
"Aku memang salah bu, seharusnya aku temui Kimberly dulu, setelah ingatanku kembali, tapi ada hal aku takutkan kenapa aku gak bisa menemui Kimberly" ucap Axell bahkan nyonya Rane baru kali ini melihat Axell sekacau ini.
"Apa kau menyukai putriku" ucap nyonya Rane
"Aku menyukai putrimu sejak kami sekolah di SMA yang ada di Indonesia, namun setelah lulus aku kembali ke Amerika namun saat itu aku berjanji pada Kimberly setelah kuliah serta urusan ku selesai di Amerika tepatnya 3 tahun setelah kelulusan aku akan menemuinya tapi aku mengingari janjiku yang telah aku buat karna ada yang aku takutkan untuk menenuinya" ucap Axell
"Apa yang kamu takutkan" ucap nyonya Rane
"Aku gak bisa mengatakan hal sekarang yang jelas nyawaku sekarang jadi taruhannya karna mereka kini mengincar nyawaku, setelah aku tewas dari ledakan itu" ucap Axell
"Ibu mengerti, jika kamu belum siap cerita sama ibu gpp, ibu akan selalu siap menjadi pendengar" ucap nyonya Rane sambil mengusap usap kepala Axell
"Terima kasih" ucap Axell singkat.
"Ya sudah kamu istirahat, sepertinya kamu cukup lelah" ucap Nyonya Rane Axell pun menuruti permintaan nyonya Rane ia pun langsung istirahat.
Sementara Kimberly sejak kejadian tadi Kimberly hanya menangis, dan sebenarnya Kimberly mencintai Axell tapi karna Axell menginkari janjinya dan Kimberly membencinya.
"Kamu cerita donk sama kakak jangan nangis terus" ucap Elizabeth yang masih memeluk Kimberly
"Axell jahat dia bohongi aku kak, katanya 3 tahun setelah kelulusan dia akan menemuiku tapi apa udah 3 tahun dia gak menemuiku kak" ucap Kimberly yang masih menagis.
"Jadi Arsen itu Axell, setau kakak dulu tempatnya 1 minggu dari kelulusanmu, the Amry menemukan Arsen yang terluka parah di tengah hutan dengan beberapa luka tembak, bahkan ayah juga mendonorkan darahnya untuk Arsen, karna dulu Arsen sempat koma, jadi ayah dan Ibu membawa Arsen ke China dan Arsen juga koma selama 1 bulan dan sempat kehilangan ingatannya yang aku tau Arsen tidak bisa mengingat selama 3 tahun ini" ucap Elizabeth
"Tapi tetap saja aku membenci Axell" ucap Kimberly
"Ya terserahmu, susah dibilangin jika kamu benaran cinta sama Axell jangan begini, Axell memang laki laki dan ia mudah berpaling kelain hati, jika kamu rela kehilangan Axell" ucap Elizabeth yang langsung keluar dari kamar Kimberly.
••••
Pagi harinya semua orang tengah berkumpul diruang kerjanya milik komandan Zero mereka tengah membicarakan prihal Axell kemarin, karna Axell penasaran ia meretas cctv mansionnya, setelah Axell mengetahui kalau mereka tengah berkumpul diruang kerja milik komandan Zero, bahkan Axell mendengarkan pembicaraan mereka dan sampe Akhirnya Axell datang menemui mereka secara diam diam.
"Ternyata dugaanku benar mereka sedang membicarakan tentang hal kemarin" ucap Axell yang menutup laptopnya dan pergi keruang kerjanya milik komandan Zero.
"Tapi kenapa kita gak bisa menemui titik terang tentang identitasnya bahkan dari nama Axell Stevano pun gak ada datanya sedikit pun kecuali seorang siswa kelulusan SMA Royal Garden" ucap Elizabeth
"Axell menang cukup misterius bahkan dulu juga kalau kemana mana ia harus ditemani sama bodiguardnya, bahkan rumahnya saja gak beda jauh sama kita yang selalu dijaga oleh bodiguard yang sering membawa senjata" ucap Kimberly
•flashback on•
Sepulang sekolah Axell dan Kimberly akan mengerjakan tugas bareng, yaitu tugas sekompok, mereka hanya mengerjakan tugas berdua, dan Kimberly ikut pulang kerumah Axell karna bahan buat bikin tugas kelompok ada di rumah Axell, Axell mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan setelah berada diarena rumahnya ia disambut oleh pengawalnya yang berada di depan gerbang, pengawal yang berjaga didepan gerbang adalah pengawal baru rumah Axell yang gak lain anggota black eagle pasukan milik daddynya.
Saat Axell membuka pintu mobil ia langsung disambut oleh 3 pengawal baru yang berjaga didepan gerbang,
"Selamat siang tuan muda" ucap 3 pengawal baru rumahnya, Axell hanya menatap dingin anggota baru itu.
"Siapa kalian dan dimana Rom, Veto dan Reso dan kenapa malah kalian yang berjaga disini" ucap Axell dengan nada datarnya
"Saya Asan, dan ini Roron, dan yang sebelah sana Dilon kami disuruh tuan besar untuk berjaga disini" ucap Asan, dan gak lama Kimberly keluar dari dalam mobil Axell, sontak saja mereka bertiga mengangkat senjata kearah Kimberly
"Turunkan senjata kalian" ucap Axell yang menatap tajam kearah mereka bertiga
"Sebenarnya siapa Axell itu, kenapa rumahnya sangat dijaga ketat oleh bodiguard yang bersenjata lengkap" batin Kimberly
"Apa dia ada hubungannya dengan mafia, sama sepertiku" batin Kimberly lagi.
Axell yang menyadari hal itu ia langsung mengajak Kimberly untuk masuk kedalam rumahnya, Dalam rumah ternyata ada Mark, Daniel dan Reso yang berada diruang tengah, mereka tengah sibuk dengan laptop didepan mereka, saat Axell masuk pun ia langsung disambut oleh paman Liu dan bibi Ester
"Selamat siang Axell, nona" ucap bibi Ester
"Apa ada yang ingin saya buatkan Axell"ucap paman Liu
" buatkan minum aja paman dan antarkan ke rooftop kamarku"ucap Axell dan dibalas anggukan oleh paman Liu
Axell melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan saat melewati ruang tengah terlihat Mark, Daniel dan Reso sedang pokus dengan laptop didepannya,
"Kau baru pulang" ucap Daniel, yang matanya masih pokus pada layar laptopnya
"Kelihatannya" ucap Axell singkat ia langsung mengajak Kimberly kelantai atas
"Axell kau bawa siapa" teriak Mark dan Daniel
"Temanku" ucap Axell yang setengah berteriak.
Kimberly yang masih setia mengikuti Axell dari belakang sebenarnya ia cukup penasaran dengan identitas Axell, mereka pun mengerjakan tugasnya bersama Kimberly di rooftop kamarnya.
"Axell aku boleh tanya" ucap kimberly
"Tentu" ucap Axell singkat
"Apa tadi kakak dan dan ayahmu" ucap Kimberly penasaran
"Ayahku di Amerika, dan yang pertama bertanya padaku dia kakakku angkatku namanya Daniel dan sebelah kanan kakaku namanya Mark dia pamanku dan sebelah kirinya dia kepercayaan pamanku" ucap Axell menjelaskan
"Dan satu lagi kenapa bodiguard yang berjaga didepan pada memegang senjata apa kau" ucap Kimberly yang terpotong karna Axell udah tau arah pembicaraan dari Kimberly