
Karna Axell tidak mengangkat telponnya Kimberly memberi pesan singkat dan gak lama Axell membuka pintu Apartemennya, Axell yang terlihat baru bangun tidur dengan memakai celana pendek dan kaos polos putih.
"Dasar dokter psychopath ganggu tidurku saja bukannya password apartment kau juga tau" ucap Axell yang marah marah sambil membuka pintu apartmentnya
"Hey....buka matamu"ucap Kimberly dan saat Axell memastikan lagi ternyata benar bukan Valden melainkan Kimberly
" heheh... Maaf kirain Valden, ko kamu kesini gak ngasih tau dulu"ucap Axell yang juga menahan rasa kantuknya.
"Dari tadi nona Lily sudah menghubungimu ekh.... pas dibukain malah marah marah salah orang" ucap Drake sambil terkekeh
"O iya pada masuk dulu, biar aku ambilin minum" ucap Axell menawari Darke dan Kimberly masuk
"Gak usah tuan Stev saya kembali kemansion, saya hanya nganterin nona Lily takutnya dia gak benaran nemuin tuan Stev, karna sekarang nona Lily udah ketemu sama tuan Stev jadi saya pamit dulu," ucap Drake yang langsung pamit pergi
Axell langsung mengajak Kimberly masuk kedalam Apartmentnya, dan Axell membawa Kimberly kedalam kamarnya, saat Axell membawa Kimberly kedalam kamarnya Kimberly terlihat gugup
"Ax....ka....kamu mau nga...ngapain" ucap Kimberly gugup
Axell tidak menjawab ia membereskan laptop, serta map yang berserakan dikasurnya, dan menaronya diatas nakas. Axell yang menyadari Kimberly sedang gugup ia mendekat kearah Kimberly
"Jangan takut aku gak akan ngapa ngapain kamu ko, sebelum kita benar benar sah, aku hanya ingin kamu temenin aku tidur kim, aku ngantuk banget" ucap Axell yang tersenyum tipis
Kini Kimberly bisa bernapas lega, dan menaro tasnya disebuah kursi dan ia pun naik keatas kasur yang berukuran king size itu. Setelah Kimberly duduk disamping Axell, Axell tersenyum tipis dan memeluknya
"Apa kamu sangat ngantuk Ax" ucap Kimberly yang melihat mata Axell sangat sayu
"Iya aku ngantuk banget, aku baru bisa tidur tadi pagi jam 4 pagi makanya aku masih ngantuk" ucap Axell
"Apa kamu gak tidur semalaman" ucap Kimberly dan dibalas anggukan oleh Axell
"Sebaiknya kamu tidur" ucap Kimberly yang mulai mengusap lembut rambuntnya Axell
"Tetap seperti ini aku sangat merindukanmu kim" ucap Axell yang mulai memejamkan matanya
"Aku juga sangat merindukanmu Ax" ucap Kimberly yang kini memberanikan mencium keningnya Axell
Kimberly terus tersenyum sambil memperhatikan wajah tampan kekasihnya itu,
"Kamu terlihat tampan sekarang, bahkan liat kamu tertidur seperti ini wajahmu terlihat teduh, aku harap kita terus seperti Ax, aku sangat menyayangimu dan aku gak mau kehilanganmu Ax" batin Kimberly sambil mengusap puncuk kepala Axell yang kini Axell tengah tertidur pulas didipelukannya, ada rasa nyaman dan kehangatannya dalam pelukannya yang selama ini ia rindukan.
Dulu saat mereka dipertemukan setelah Axell mengingkari janjinya Kimberly sangat kecewa, bahkan ia sangat kecewa bukan hanya sama saja tapi sama semua orang yang membelanya, walaupun sebenarnya mereka mencoba membatunya untuk menjelaskan permasalahan Namun Kimberly sama sekali tak mau mendengarkankan semua ucapan mereka sampe akhirnya Pelix Edrick yang merupakan sahabat sekaligus sepupunya datang menjelaskan kalau Axell tidak ingin menginkari janjinya namun ada alasan terbesar untuk tidak menemuinya.
Sepulang dari kampus Kimberly menemui pelix disalah satu caffe yang dekat dengan kampusnya. Kimberly masuk kedalam caffe itu mencari Pelix, setelah ia menemukan Pelix ia menghampirinya.
"Pelix" ucap Kimberly
"Hai pel, sorry yah nunggu lama" ucap Kimberly yang langsung duduk salah kursi
"Btw kamu mau ngapain ngajakin aku ketemuan gini, biasanya kemansion" sambungnya lagi
"Aku kesini cuman mau ada yang diomongin kim" ucap Pelix
"Soal" ucap Kimberly yang penasaran
"Axell" ucap Pelix
"Udalah aku gak mau bahas itu" ucap Kimberly
"Lily, sebaiknya dengerin dulu, aku tau kamu pasti kecewa sama Axell tapi dia punya alasan yang kuat karna dia gak nempatin janjinya" ucap Pelix, namun kimberly hanya diam
"Aku tau kau pasti masih sayang sama Axell, dan kamu gak bisa egois kaya gini Ly, Axell gak nempatin janjinya karna pertama dia sempat kehilangan memorinya, dan kedua yang ia takutkan musuhnya mengincar nyawamu juga, makanya Axell gak nemuin kamu, dan tanpa sepengetahuan kamu juga Axell menyuruh orang untuk mengawasimu" ucap Pelix, ntah kenapa air mata Kimberly terus menetes membanjiri pipinya
"Jika kamu terus seperti ini bisa bisa Axell beneran ninggalin kamu Li, jika kamu siap kehilangan Axell, aku bicara seperti ini bukan karna aku ngebelain Axell tapi aku tau betul dari cara ia menjelaskan padaku tentang masalahnya denganmu ada penyesalan dihatinnya" ucap Pelix yang kini menatap lekat wajah sahabatnya itu
"Aku gak mau kehilangan Axell, pel aku udah terlanjur mencintainya, aku gak mau pel, aku harus apa" ucap Kimberly yang menagis, Pelix yang merasa kasihan pada Kimberly ia memeluknya untuk menenangkan Kimberly
"Jika kamu benaran sayang dan cinta sama Axell lupain janji itu, bikin lembaran baru, Axell gak nempatin janji itu karna takut kamu jadi incaran dari musuhnya, karna ia takut kehilanganmu seperti dia kehilangan ibunya" ucap Pelix
"Terus aku harus gimana pel, Axell pasti udah kecewa pel" ucap Kimberly, Pelix hanya diam ia gak tau harus jawab apa
"Tenangkan dirimu dulu Ly, aku juga gak tau dimana keberadaannya Axell, pria itu cukup misterius untuk diketahui keberadaannya, mungkin nanti Axell datang sendiri, biasanya Axell sering menemui kak Ivan di Belanda mungkin nanti aku kabarin kamu jika Axell datang menemui kak ivan jadi kalian bisa ketemu" ucap Pelix
"Terima kasih pel, kamu memang sahabat terbaikku" ucap Kimberly yang kini menghapus air matanya
"Loh ko cuman sahabat sih, ingat Lily aku ini sepupumu jadi aku ini sepupu sekaligus sahabat baikmu"ucap pelix.
•flashback off
Kimberly terus memperhatikan wajah Axell yang terlihat sangat teduh saat ia tertidur pulas sambil memeluknya, bahkan Axell gak mau melepaskan pelukannya saat ia tertidur, Kimberly terus memeluknulya dengan hangat