
Axell menyekan air matanya, ia nampak menahan dendamnya pada Five Devils yang telah menewaskan mommynya.
"Five Devils aku bersumpah aku akan membunuh kalian sampai keakar akarnya dengan tanganku sendiri, dan aku akan memberantas semua keluarga kalian dengan sangat keji seperti yang kalian lakukan pada keluargaku, aku bersumpah Five Devils" ucap Axell yang nampak sangat emosi dan menaruh dendam pada five devils
⚡⚡⚡
Axell pun segera memasukan bajunya yang akan di bawanya, ia akan pergi malam ini ia tahu kalau nyonya Rane pasti akan menyuruh orang untuk mengikutinya dalam perjalanannya menuju Belanda, tepat pada pukul 00.00 bagian Jerman, Axell meretas semua cctv ia melihat dimana yang gak terlihat cctv bahkan Axell juga dapat meretas cctv yang tersembunyi di area Mansion.
Axell keluar lewat jendela ia melihat kesekitar sudah sepi, Axell loncat dari pagar mansion dan ia pun segera menghubungi orang yang sudah menunggunya, siapa lagi kalau bukan Rezan yang bertugas menjadi mata matanya.
"King" ucap Rezan melambaikan tangannya di dalam mobil, Axell pun langsung menghampiri Rezan, 1 mobil lainnya yang memantau keadaan sekitar ialah sniper terbaik yang udah di pilih khusus oleh Rezan untuk ikut dengannya dalam menjaga kingnya itu.
"Huh...akhirnya kau datang tepat waktu, dimana yang lain" ucap Axell yang menayakan Eric, Calvi, dan Zico
"Mereka akan sampe besok ke berlin king" ucap Rezan yang menyalakan mesin mobilnya
Axell segera mengeluarkan laptopnya dan mulai meretas cctv mansionya agar ia tidak di ketahui oleh orang mansion kalau Axell pergi dari mansion
Setelah Axell meretas cctv mansion ia pun menyenderkan kepalanya pada kursinya
"Kau kenapa king, seperti lagi ada masalah" ucap Rezan hati hati ia takut salah bicara karna melihat sang king yang terlihat sangat kacau
"Aku akan segera melenyapkan para five Devils begitu The Axe sudah kuat, mereka membuatku marah, begitu dengan kejadian kejadian sebelumnya yang pernah ku alamin, aku mendiamkan mereka bukan karna ku takut, akanku pastikan membalaskan semua perlakuan mereka terhadapku yang telah menewaskan mommyku" ucap Axell yang mengeluarkan aura mencengkam bahkan auranya bikin merinding apalagi dengan senyum devilsnya
"Aku ngerti apa yang kau rasain king, dan aku akan bersumpah akan terus bersamamu king memberantas para Five Devils, walaupun nyawaku jadi taruhannya" ucap Rezan serius
"Thanks Zan, kau banyak banget bantuku, bahkan kau, Calvin, Zico, Candra, Ran dan sekarang Eric kalian begitu banyak membantu dan aku juga gak tau harus bilang apa" ucap Axell dengan nada bicara yang cukup sendu.
"Ax kau itu udah seperti keluarga kami, Calvin, Zico, Candra, Eric, Ran mereka menganggapmu seperti ade mereka begitu denganku kau bukan hanya sebagai king ataupun seorang tuan muda, kau udah seperti keluargaku bahkan lebih dari sebagai saudara, aku berhutang budi samamu King, kau yang udah nyelamatkanku, bahkan kau udah mengubah jalan hidupku, dulu aku seorang pencuri dan perampok, Kau datang bantuin aku saat aku ketahuan mencuri, bahkan kau juga datang menawarkan ku untuk jadi anak buahmu kau juga memberikan Fasilitas lebih pada ku bahkan pada anggota the Axe sendiri"ucap Rezan dengan suara yang cukup sendu
"Makasih zan, aku hanya mampu bilang makasih" ucap Axell
Suasana nampak hening, gak lama Axell dan Rezan pun nyampe di sebuah Villa yang sudah di setiapkan oleh Eric dan Calvin untuk Rezan dan teamnya, bahkan mereka juga di fasilitasi mobil anti peluru, serta senjata lengkap untuk mereka.
"Son, tunjukan kamar untuk king" ucap Rezan yang membereskan senjatanya keruangan khusus senjata yang berada di villa.
Pagi harinya Axell sudah terbangun dari tidurnya nampak Rezan serta para anggota the Axe sudah berkumpul di ruang tengah yang sedang menunggu Axell keluar dari kamarnya.
"Kalian sudah siap" ucap Axell yang baru menghampiri mereka
"Sudah king" ucap Mereka barengan
Mereka pun langsung memasuki pesawat Zet yang sudah terparkir di belakang Villa, mereka segera berangkat keBerlin yang di sana udah ada Calvin, Eric dan Zico yang menunggu kedatangan king mereka.
Mereka telah sampai di Vila milik The Axe di Berlin, yaps setiap The Axe memiliki tugas khusus mereka pasti membeli Villa ataupun Apartement untuk mereka tinggali.
Axell dan yang lain pun langsung masuk kedalam Vila itu dan langsung disambut oleh Eric, Calvin, Zico dan yang lainnya
"Selamat datang King Ax" ucap mereka barengan
"Mmmm, persiapan semuanya dengan baik, satu jam lagi kita berangkat ke Postdam" ucap Axell yang melangkahkan kakinya melewati anggota the Axe, Axell duduk disebuah sopa dan ia termenung ntah apa yang sedang ia pikirkan, Eric dan Clavin yang mengetahui king nya seperti sedang ada masalah ia pun menanyakan pada Rezan yang sedari tadi sibuk membereskan para senjata yang akan dibawanya.
"Rezan apa kau tau kenapa king, sejak tadi gw liat dia kaya sedang ada masalah serius" ucap Eric yang meresa kasihan.
Rezan pun melihat sang king yang sedang duduk di sopa dengan tatapan kosong
"King lagi ada masalah, dan masalahnya gak beda jauh sama Five Devils, ia tahu nyawanya sekarang sedang di incar oleh Five Devils bukan cuman itu saja keluarganya juga akan jadi incaran five Devils" jelas Rezan yang menghentikan Aktifitasnya.
"aku jadi kepikiran sama ayah dan ibuku, mungkin saja mereka jadi incaran five Devils" ucap Eric
"Bukan cuman itu, Five Devils sekarang mengincar keanggotaan Dewan Darkness, apa kau tau nyonya Gueenci di tewas ditangan Five Devils tapi gak ada yang tau kalau nyonya Gueenci tewas ditangan Five Devils mereka menyudutkan tuan Timofey serta tuan Aston karna mereka yang terakhir kali menemui nyonya Gueenci" ucap Rezan
"Berarti secara gak sengaja tuan Timofey dan tuan Aston yang jadi penyebab tewasnya nyonya Gueenci" ucap Calvin
"Dan dari mana kau tau semua itu, dan apakah nyonya Gueenci masih hidup" ucap Zico yang ikut nimbung yang sedari tadi sibuk sama ponselnya
••••🏹••••🎯••••🔫••••