
Prok....prok...prok...
Seorang yang baru dateng dari ambang pintu bahkan seluruh pengunjung yang berada dicaffe udah pada pergi kecuali Kimberly serta temannya karna mereka cukup berdekatan dengan keributan itu apa lagi mereka takut kena tembak pas mereka melewati keributan itu
"Axell Stevano....akhirnya kau muncul juga, sudah lama aku mencarimu dan aku kira kau sudah tewas dalam ledakan di new york, sudahlah buka maskermu itu gak ada gunanya kau menutupi wajahmu aku sudah tau" ucap Orang itu yang menghapiri Axell yang gak lain adalah Yamma musuh Axell. Axell pun membuka topi serta maskernya dan dibuang kesembarangan arah.
"Wow ternyata kau sudah mengenalku, oh atau mungkin kau yang mengikuti dari bandara sampai keapartemenku, hey tuan Yamma kau kira aku tidak mengetahui apa, kalau kau mengikutiku bukan"ucap Axell sambil tersenyum miring
" rupanya kau lebih cerdik, tapi sayang hari ini kau akan melihat kematian kekasihmu didepan matamu sendiri Stevano "ucap Yamma yang menodongkan pistol kearah kimberly
" jangan pernah menyentuh milik ku, apa kau gak puas menyakiti orang yang paling berharga dalam hidupku hah, setelah kau dan kawananmu membunuh mommyku serta menghancurkan mansionku dan juga kau telah membunuh Bilqis dan sekarang kau mau bunuh dia juga hah"ucap Axell bahkan ia tampak menahan emosinya
"Iyah, aku akan membunuh orang orang yang yang sangat berarti dalam hidupmu, aku cuman mau liat kehancuranmu Stevano sebelum aku membunuh" ucap Yamma
Ia pun menodongkan pistol kearah kimberly, bahkan Kimberly terlihat ketakutan bukan cuman itu, 2 sahabatnya sampe menangis
Dor....
Ahhhhh....
Dor.....dor....dor....dor....
Axell menembak kaki kiri Yamma dan ia juga menembak beberapa sniper dan juga orang orang dari kubu Yama, Axell menembak orang yang dari kubu Yama ia menembak dengan peluru beracun, seketika orang itu tergeletak dilantai dengan badan mereka yang membiru dan juga mengeluarkan cairan putih dari dalam mulutnya
Ahhhhh.....
"Sial...." ucap Yamma.
"Kamu gak papakan" ucap Axell yang tadi melindungi Kimberly, dan tembakan itu mengenai tangan kananya lagi.
"Kau udah berani nyentuh milikku kau harus tau akibatnya berurusan denganku" ucap Axell bakan kini bola matanya berubah menjadi biru pekat.
Axell mengaktifkan gelang yang ia pake dari tadi
“Red hancurkan mansion yamma yang berada dikota Kassel, dan kasih tau anggota yang lain yang bertugas diBerlin serta postdam untuk mengancurkan mansion itu jangan sampai ada yang tersisa”
“Dimengerti King”
"Dasar Iblis kau jangan macam macam denganku" ucap Yamma murka
"Kau kira aku takut denganmu hah hanya seekor tikus jalanan" ucap Axell ia mendekati Yamma
"Ini semua gak sebanding dengan apa yang kau lakuin 13 tahun yang lalu, dimana kau sudah membunuh mommyku serta orang yang paling berarti dalam hidupku dan sekarang kau harus merasakannya, hahha...." ucap Axell
"Kau benar aku memang seorang iblis yang menjelma sebagai malaikat pencabut nyawamu, katakan selamat tinggal pada duniamu Yamma" ucap Axell yang mendekati Yamma karna pistol yang yamma bawa sudah Axell singkirkan dengan menghempas pistol itu kesembarangan arah,
"Axelll...aku mohon jangan lakukan itu" ucap Kimberly, namun tangannya ditahan oleh bams
"Nona saya mohon menjauhlah dari king kami ketika bola matnya berubah, saya gak mau nona terkena imbas dari kemarahan king kami" ucap Bams, Kimberly hanya mengikutinya sebenarnya ia ingin mencegahnya
Saat Axell terus mendekat dan hendak menodongkan pistolnya namun Yamma yang memegang belati ia hendak menusukan pada Axell tapi dari arah lain Valden yang baru datang ia menembak Yamma tepat pada punggungnya dengan menggunakan peluru beracun saat tau orang itu hendak menusuk kingnya itu
Dor....
Brakk....
Aghhh....
Yama langsung tewas pas terkena tembakan dari Valden, Valden pun menghampiri Axell serta yang lain bahkan ke3 wanita itu terlihat ketakutan dan juga wajahnya terlihat memucat.
"Ax kau main main seperti ini kau tidak mengajakku" ucap Valden dengan gaya khasnya bahkan mereka yang ada disana cukup kaget pas dengan kata main main
"Kau tau dari mana kalau aku ada disini" ucap Axell datar
"Aku tau dari Bams kalau kau sedang menghadapi masalah kau tak mengajakku dan juga kau hanya menyelesaikan sendirian" ucap Valden
"Dasar kau dokter psychopath" ucap Axell, ia mengalihkan pandangannya memandang Kimberly dan tersenyum tipis walaupun cukup sulit baginya ia tau kalau Kimberly pasti akan membencinya tentang apa yang Axell lakukan, namun dugaannya salah Kimberly langsung berlari dan memeluknya
"Axell......" ucap Kimberly yang langsung memeluk Axell dengan erat, Axell yang cukup kaget dengan apa yang kimberly lakukan
"Terima kasih kau sudah memolongku Axell" ucap Kimberly yang masih memeluk erat tubuh Axell seakan tidak mau dilepas
"Sudahlah kau jangan nangis aku baik baik aja" ucap Axell, walaupun Axell terlihat pucat karna banyak darah yang keluar bahkan bola mata yang tadi berwarna biru pekat ini sudah normal kembali dengan bola mata yang berwarna coklat.
"Huupss... Kau selalu saja seperti itu Axell, apa kau gak liat tanganmu sudah banyak keluar darah dan mungkin saja luka yang kemarin kebuka, sebaiknya ku obati duku lukamu" ucap Valden dan Kimberly melepaskan pelukannya
"Hey Valden sudah kubilang aku tidak apa apa, lagian ini hanya luka kecil" ucap Axell yang ia pun langsung duduk disalah satu kursi
"Kau ini selalu saja meremehkan lukamu, pantas saja nyonya Gueenci selalu mengatakan kau bocah nakal, karna kau memang anak nackal yang gak mau menuruti ucapan orang yang lebih tua" ucap Valden yang berbicara panjang lebar
"Ax sebaiknya obati lukamu, aku takut terjadi sesuatu denganmu" ucap Kimberly yang terlihat khawatir
"kau jangan mencemaskan dia nona, Axell udah biasa terkena luka seperti itu bahkan lebih dari ini pun tak membuatnya mati" ucap Valden pada Kimberly