The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 90 pembantaian 2



dan untuk kali ini Axell menyuruh anggota the Axe untuk membantai ketua mafia sekutu yang berada dikota ostende.


Mereka yang sudah siap ditempat masing masing apa lagi bagian dari anggota Calvin, Zico dan Candra mereka sudah memasangkan bom dibeberapa sudut mansion dan juga mereka memasangkan CamAx keluaran terbaru mereka CamAx yang lebih berbahaya dari CamAx yang dulu yang kali ini mereka mengunakan CamAx pro yang mereka pasangkan dibeberapa pepohonan dekat mansion. Calvin, Zico dan Candra yang lebih dulu maju mereka langsung menyelinap masuk kemansion itu, mereka membagi 3 pasukan mereka sesuai arahan dari Axell


"Candra dan pasukannya kau masuk lewat depan, Calvin serta pasukannya kau masuk sebelah utara dan untuk Zico kau masuk lewat belakang, selamatkan para wanita yang dikurung di ruangan bawah tanah, dan buat Calvin tujuan utama selamatkan anak kecil yang disekap digudang lantai 2, apa kalian mengerti" ucap Axell lewat microphonenya bahkan Axell memantau mereka dari monitor CamAx yang sudah tersebar diseluruh penjuru mansion.


"Dan satu lagi untuk menghadapi Dulax aku sudah menyuruh Eric untuk turun langsung untuk menghadapi Dulax" sambungnya lagi


"Kenapa gak kita aja king yang habisi Dulax" ucap Zico dari sambungan microphone-nya


"Jangan gegabah dia bukan orang sembarangan, ikuti saja arahanku lagian Eric punya dendam pribadi aku memberinya peluang untuk menghabisinya" ucap Axell dari sambungan microphone-nya, dan akhirnya mereka mengerti kenapa Axell menyuruh Eric untuk turun langsung menghabisi Dulax bukan mereka.


"Baik king" ucap mereka serampak


"Jangan menganggap remeh mereka, habisi dan lenyapkan mereka" ucap Axell yang kini sudah mematikan sambungnya microphone-nya.


Mereka pun langsung masuk kedalam mansion mewah milik Dulax, yang pertama mereka lakukan melemparkan gas beracun rancangan the Axe dan juga mereka melemparkan granat mini kearah penjaga mansion.


Siiiitttsssss......


Duwarre.....


Siiitttttssssssss.........


Duwarrrr........


Duwarr.....


"Masukkk......" teriak Calvin anggota


"Hati hati Zic, banyak jebakan yang mereka pasang" ucap Axell dari sambungan microphone-nya


"Baik king"


"Ternyata mereka sudah mengetahui kedatangan The Axe" ucap Calvin dengan tersenyum simiknya


Candra yang lebih dulu beraksi bahkan ia sudah melumpukan pengawal yang berjaga didepan mansion


Ledakan serta tembakan sudah terdengar begitu nyaring dan bergema bahkan pasukan Calvin dan Zico yang belum masuk kemansion mereka sudah ditembak habis habisan oleh sniper dari kubu Dulax,


Dorr....dorr.....dorr.....


Dodododorrrrr......


Bukan cuman sniper yang sedang memgintai mereka tapi banyak senjata yang kini sedang membidik pasukan Calvin dan Zico untuk menghalagi mereka masuk kedalam mansion tersebut


"Kalian jangan lengah disini banyak jebakan" teriak Zico pada anggotanya.


Mereka terus mencoba untuk masuk kedalam mansion tersebut, Eric, Tommy mereka yang ditugaskan dibagian udara mereka melihat kalau Zico, Cal


Eric, Tommy mereka yang ditugaskan dibagian udara mereka melihat kalau Zico, Calvin, dan Candra mulai tersudut mereka segera menghubungi Axell


"Kini ini bagaimana Zico, Candra, dan Calvin mereka mulai tersudut dan sepertinya Dulax udah mengetahui pembantaian kita kali ini" ucap Eric dari layar monitornya.


"Aku sudah mengetahui hal itu, Thomy serta pasukannya kalian tetap diposisi kalian dan sebagaian anggota milik Eric ikut dengan Thommy, Eric serta sisa anggotanya kalian turun langsung untuk menghadapi bawahan Dulax, dan kayanya akan ada pasukan bantuan dari sekutu, dan untuk Daren serta pasukannya kau ikut Eric untuk menghadapi Dulax. Aku rasa Dulax masih dimansion karna tempatnya sudah kita kepung, dan untuk Dendrick serta Darell kalian tetap diposisi kalian, jika kalian terdesak akan ada pasukan bayanganku yang akan membantu kalian nanti Ax's shadow army yang akan membantu kalian" ucap Axell dari layar monitornya dan kali ini mereka terlihat bisa bernapas lega karna mereka akan kedatangan pasukan tambahan yang akan membantu mereka.


Eric sudah menyiapkan senjatanya dengan amunisi penuh dan juga beberapa senjata lainnya yang akan Eric serta anggotanya bawa, dibawah terlihat Darren serta anggotanya yang sudah menunggu Eric.


Darren dan Eric pun langsung masuk kedalam mansion tersebut, Daren yang kini akan membantu Candra sedangkan Eric dia akan membantu Calvin yang sudah mulai tersudut, begitu banyak pasukan dari Dulax untuk menghadapi Axell serta the Axe.


"Calvin, Eric sebaiknya kalian pergi kelantai atas dan berhati hatilah ditangga Dulax sudah menyiapkan jebakan dan kalian jangan pernah menyentuh apapun saat melewati anak tangga karna disana sudah terpasang aliran listrik tingkat tinggi" ucap Axell yang memperingatinya


"Siap king" ucap mereka serampak


Eric, dan Calvin pun mereka menyusuri anak tangga tanpa penyentuh apapun, Eric juga menembaki sesuatu yang yang terpasang diantara sudut mansion, begitu pun Calvin yang ia berjaga jaga takutnya ada jebakan lain ataupun sniper yang sedang mengawasi mereka


Dor....dododorrrrr....


Dor..


Dor....dorrr .....dorr....


Duwar....duwR......


Siiiitttsssss.... . duwar.....


Suara tembakan serta ledakan kini terus terdengar diseluruh penjuru mansion, Calvin dan Eric mereka terus menaiki anak tangga sampai akhirnya mereka sampai dilantai paling atas..


Prok...prokk...prokk....


Suara tepuk tangan dari arah dalam mereka pun melangkahkan kakinya menuju orang tersebut dan mereka cukup kaget bahwa orang itu adalah musuh mereka yang gak lain sararan mereka Dulax, dengan 6 orang tangan kanannya yang berada diruangan tersebut


"Ternyata kalian cukup banyak nyali juga untuk menghancurkan mansionku setelah kalian menghancurkan semua bisnis ilegalku, dan sekarang giliran kalian berdua yang akan saya lenyapkan seperti pasukan kalian, kalian kesini sama saja kalian mengantarkan nyawa kalian padaku" ucap Dulax


"Jangan senang dulu tuan Dulax, disini The Axe yang akan menghabisi kalian terutama saya yang akan menghabisi anda tuan Dulax " ucap salah satu dari orang yang bertepuk tangan itu dengan melangkahkan kakinya menghampiri tuam Dulax