
Axell hanya diam mengingat semua kejadian dimasa lalunya bersama Kimberly, dan sekarang udah hampir 3 tahun Axell belum menepati janjinya.
"Aku tidak tau, dan aku tidak bisa mengigat semua kejadian dimasalalu ku" ucap Axell berbohong
"Maafkan aku kim aku mengingkari janjiku untuk menemuimu setelah lulus kuliah, maafkan aku kim, mungkin pasti kamu bakal kecewa sama aku kim, aku telah mengingkari janjimu, aku belum menemuimu kim" batin Axell
"Sudahlah Pel, kau jangan memaksa Arsen mengingat masalalunya, Arsen mengalami amesia, jadi kau jangan pernah mengungkit masalalunya bibi Rane bisa marah padamu jika tau kau berusa mengungkit masalalunya, karna itu sangat menyakitkan bagi Arsen" ucap Ivan pada Pelix yang berusaha mengingat masalalu Axell, Axell hanya diam ia gak bisa berkata apa apa pikirannya masih kalut pada Kimberly sosok wanita cantik yang mampu menaklukan hati seorang Axell, bahkan Axell terikat janji sama Kimberly.
"Aku hanya berusa mengingatkannya kak, dan kau tidak tau bukan Lily sangat mencintai Axell dan sampai sekarang Lily masih menunggu Axell mereka terikat janji dan dan sampai sekarang dia gak nempatin janjinya udah 3 tahun dia menginkari janji, dan Lily sangat kecewa sama dia, dia gak nempatin janjinya" ucap Pelix,
"Cukup, Jika kau tak tau apa apa tentang masalaluku gak usah ikut campur, kau gak pernah tau apa yang aku rasakan, aku gak mengingkari janjiku dengan Kimberly, aku hanya butuh waktu untuk menemuinya keIndonesia, dan aju gak akan mengorbankan satu nyawa hanya karna kesalahanku, aku bukan mengingkari janji Pel dan kau gak tau gimna posisiku sekarang banyak yang mengincar keberadaanku dan kau gak taukan kenapa aku bisa berada diantara nyonya Rane dan juga komandan Zero itu semua karna kebetulan dan aku berhasil lari dari ledakan, jika aku masih nekat nemuin Kimberly bukan cuman nyawaku yang mereka incar tapi nyawa Kimberly juga dan itu alasanku kenapa aku gak nemuin Kimberly, dan setelah aku sembuh dari ingatan kembali aku gak mau ngambil resiko besar, dan aku juga gak tau gimna kondisi keluargaku setengah tau kalau aku tewas dalam ledakan 2 tahun silam" ucap Axell yang gak bisa meredam emosinya ia malah membentak pelix dan menatap pelix dengan sorot mata yang tajam seakan mau menerkam, Ivan baru pertama kali melihat Axell yang seperti iblis yang hendak menerkam.
"Arsen kau tenang dulu, kita bisa bicara baik baik" ucap Ivan yang mencoba menenagkan emosinya Axell
"Kau....bisa mengingatnya dan...." ucap Pelix
"Iya, aku bisa mengingatnya jika kalian ada dan bocorkan sesuatu tentang hal ini aku gak segan segan menghancurkan mansion ini" ucap Axell dengan sorot mata yang masih tajam
"Ar, sebaiknya kau tenang dulu, kau bisa menceritakan semuanya padaku biar aku bisa membantumu" ucap Ivano, Axell yang tadinya gk bisa merendam emosinya kini bisa terlihat lebih tenang
"Dan aku juga akan merahasiakan pada semua orang jika ingatanmu sudah kembali, percayakan padaku untuk menjaga rahasiamu Arsen" sambungnya lagi
"Jika ini demi kebaikanmu dengan Lily aku juga akan membantumu, sebagai sahabatnya Lily aku gak suka ada yang menyakitinya, aku tau kalian memang saling cinta mungkin semua itu butuh waktu" ucap Pelix yang diikuti anggukan oleh Axell dan Ivan
"Apa kau ingin menceritakan semua tentangmu Arsen, kami siap menjadi pendengar" ucap Ivan
"Apa yang aku ceritakan adalah sebuah kebenaran gak ada yang mengetahui semua rahasia besarku ini, dan ada satu hal yang mungkin akan membuat kalian gak percaya, terserah kalian mau menanggap gila karna sebuah kebenaran yang akan aku ucapkan, mungkin itu gak masuk akal bagi kalian" ucap Axell sambil menundukan kepalanya dan menatap sendu Ivan dan Pelix
"Kami siap jadi pendengar" ucap Pelix
"Sebaiknya kita bicara diruang kerjaku, biar gak ada yang mendengar pembicaraan kita" ucap Ivan, dan mereka pun pergi keruang kerja milik Ivan, Axell dan Pelix mengikut Ivan dari belakang.
Axell menarik napas dalam dalam, sebenarnya ia gak sanggup menceritakan semuanya.
"Jika kau belum sanggup gak perlu dipaksakan kalau hanya itu bikinmu tertekan, tapi lebih baik kau ceritakan agar semua bebanmu bisa menjadi ringan" ucap Ivan
"Berjanjilah untuk menjaga rahasia ini, jika kalian berani membuka mulut tentang ini aku gak segan segan membunuh kalian dengan panah beracunku, aku gak peduli kalau kau seorang mafia dan aku akan mengirimkan tank milik daddyku kesini untuk menghancurkan mansion ini " ucap Axell yang mengancam Ivan dengan Pelix, mereka hanya mengidik ngeri dengan ancaman dari Axell.
"Sudahlah kau jangan terus mengancamku, bagaimana bisa Lily mencintai laki laki sepertimu yang hobby mengancam orang" ucap Pelix
"Kau tanyakan saja pada sahabatmu kenapa dia sangat mencintaiku" ucap Axell enteng.
"Sudahlah kalian jangan bertengkar, dan kau Pelix dengarkan saja cerita dari Arsen" ucap Ivano
"Mmm baiklah" ucap pelix
"Aku gak tau harus mulai dari mana, sebaiknya kalian saja yang bertanya" ucap Axell
"Aku tau banyak teka teki tentangku dibenak kalian" sambungnya lagi
"Banyak yang ingin aku tanyakan tentang identitasmu jika kau mengizinkan" ucap Ivan
"Tanyakan saja, jika pun kalian menyelidikiku tentang identitasku kalian gak akan menemukannya karna aku sudah menutup rapat tentang identitasku" ucap Axell
"Apa kau seorang hacker Ax" ucap Pelix
"Iy" ucap Axell
"Sebenarnya kau siapa, dan dari mana asalmu, apa kau ada hubungannya dengan mafia" ucap Ivan yang langsung memberondong pertanyaan.
"Namaku Axell Stevano Timofey, aku berasal dari Rusia dan sejak umur 5 tahun aku tinggal di Amerika, sekitar 7 tahun tepatnya setelah mommyku tewas tertembak akibat pembantaian dimansionku di Amerika, jika kau mau tau apa hubunganku dengan mafia, sudah jelas terlihat dari namaku Timofey, aku seorang pewaris kerajaan bisnis legal maupun bisnis ilegal milik daddyku Antonius Timofey" ucap Axell