
"Kau menembak mati temanku, kau memang seorang iblis Axell Timofey sama seperti Ayahmu yang mengorbankan istrinya sampai dia tewas, bahkan sekarang dia mengorbakan pewarisnya dalam ledakan itu bukan, kau tidak di harapkan lagi oleh Antonius Timofey yang sekarang rumornya dia akan menikah lagi, kau sudah di buang Axell" ucap pria itu.
"DIAM..." ucap Axell dengan nada tinggi
"Daddy bukan seperti itu, mommy tewas karna ulah darimu mafia Israel" ucap Axell sepontan
"Hahhh....kau tau apa Axell, bahkan kau sudah di anggap mati oleh Timofey" ucap Pria itu, Axell yang tersulut emosi ia langsung menyerang pria itu dengan sangat brutal, Axell melakukan itu dengam spontan
"Anak ini sangat mirip sepeti Timofey" batin pria itu
"Asal kau ingat Five Devils akan melenyapkanmu Dewan Drakness termasuk dengan daddymu akan mati di tangan five Devils" ucap pria itu yang tertawa yang seperti sudah kehilangan kejiwaannya.
"Perlu kau ingat Arjuna Devils yang akan membunuh semua Five Devils dengan tangannya sendiri" ucap Axell dengan penuh penekanan
"Jangan bermimpi kau anak muda, sebentar lagi gak akan ada yang namanya dewan Darkness karna mereka sebentar lagi akan di lenyapkan oleh..." ucapnya terpotong karna Axell langsung menembaknya.
DOR... DOR...
AGHHH......
HAHHAHH....
"KAU LIAT SAJA SIAPA YANG AKAN LEBIH DULU KU LENYAPKAN KAU DAN FIVE DEVILS ATAU AKU" ucap Axell dengan suara yang lantang
"Ka...kauu..." ucapnya terbata bata
DOR ... DOR...DOR ...
Axell memberondong peluru dengan sangat brutal ia tersulut dalam Emosinya bahkan Axell tidak menyadari dengan apa yang ia lakukan serta ia katakan beruntung sekali gak ada yang melihat kejadian itu, Ling yang di suruh lari untuk mencari bantuan, Axell yang telah membunuh 2 pria itu Axell jatuh pingsan.
Bruk.....
"Arsen...." teriak Ling saat melihat Axell jatuh pingsan
Ling yang bersama komandan Zero serta Drake dan Jhon pun menghampiri Axell
"Arsen bangun nak" ucap komandan Zero
Drake dan Jhon malah mengamati orang yang telah di tembak mati oleh Axell
"Amir, tangan kanannya mafia Israel" ucap Drake
"Apa Arsen yang membunuhnya, apa mungkin" ucap Jhon yang masih mengamati orang orang itu
"Kalian cepat bawa putraku kemansion" ucap komandan Zero, mereka pun membawa Axell ke mansion, tapi sebelum itu mereka mengantarkan Ling
💿plashback on💿
Ling terus berlari mencari orang untuk membantunya serta Axell yang tengah berhadapan dengan pria bertubuh besar itu,
"Aku harus mencari bantuan, tuhan lindungilah Arsen" ucap Ling, gak lama ada sebuah mobil menghampiri Ling,
"Aling" panggil orang itu yang gak lain adalah komandan Zero
Ling pun menghapus air matanya "paman Zero" ucap Aling yang beranjak dari duduknya
"Paman...tolong Arsen, tadi kami di hadang oleh pria bertubuh besar, te..terus Arsen menyuruhku lari dari situ, saat aku lari aku mendengar suara tembakan paman" ucap Aling dengan suara gemeteran
"Terus sekarang Arsen dimana" ucap Drake
"Arsen ada di sana" ucap Ling sambil menunjuk .
Mereka pun langsung bergegas masuk kedalam mobil dan segera menemui Axell, dan mereka dengan apa yang di lihatnya, Axell telah membunuh pria bertubuh besar itu dengan membabi buta bahkan mereka cukup tak percaya dengan apa yang Axell lakukan.
Mereka segera membawa Axell keruang madis, banyak yang bertanya kenapa Axell, komandan Zero maupun Drake dan Jhon gak berani menjawab
"Apa yang terjadi dengan putraku Zer" ucap nyonya Rane
"Nanti aku jelaskan setelah Wilko selesai memeriksa Arsen" ucap komandan Zero
Gak lama Wilko yang memeriksa Axell pun keluar dari ruang medis mansion
"Wilko bagaimana keadaan putraku" ucap nyonya Rane
"Sepertinya putramu sangat tertekan sehingga di pingsan mengingat kondisinya yang belum bisa mengingat semua kejadian kejadian di masalalunya jadi saya minta jangan mengungkit ungkit tentang masalalunya" ucap Wilko
"Kami mengerti, apa Arsen sudah sadar" ucap nyonya Rane
"Arsen belum sadar, biarkan saja dia beristrahat saya juga telah memberikan obat bius agar Arsen bisa beristirahat" ucap Wilko
"Kalau gitu saya permisi"ucap Wilko yang langsung pamit undur diri
Setelah Wilko pamit, Nyonya Rane, Komandan Zero, Drake dan Jhon pun masuk keruangannya komandan Zero
" sebenarnya apa yang terjadi dengan Arsen"ucap nyonya Rane
"Saat kami menemukan Arsen, Arsen sudah pingsan, setelah menghabisi 2 orang, yang gk lain ialah Amir dan Raul orang kepercayaan Ishak dulu" ucap Drake
"Ishak mafia asal israel" ucap nyonya Rane
"Tapi kenapa Amir dan Raul masih selamat dalam pembantaian yang di lakukan oleh anggota Dewan Drakness" ucap Jhon
"Bisa saja mereka melarikan diri dalam pembantaian itu" ucap Nyonya Rane
"Kenapa Arsen bisa membunuh Amir dan Raul, bahkan Amir mendapatkan luka tembak di mana mana, apa Arsen merupakan keturunan mafia dan termasuk dalam jajaran dewan" ucap komandan Zero
"Tapi siapa, bukankah yang di tunjuk jadi pewaris dari keturunan dewan adalah Juna, Axell, serta Roberto, Axell Timofey adalah pewaris paling muda yang di tunjuk oleh anggota dewan, tapi bukankah Axell telah tewas ketika pembantaian yang di lakukan Afroad serta Ishak di mansionnya, dan Juna putraku jadi korban dari ledakan saat pembantaian besar besaran itu, sedangkan Roberto ia berhasil di amankan" ucap Nyonya Rane
"Bukankah Pewaris dari anggota dewan yang berhasil ditunjuk waktu itu memiliki tato khusus, yang berlogo bulan serta matahari" ucap Drake
"Apa Arsen memiliki tato itu" ucap komandan Zero.
"Aku tidak memiliki tato itu, bahkan aku tidak tau perkumpulan Dewan mafia itu apa" ucap Axell yang berdiri di ambang pintu
"Sejak kapan kau disitu" ucap komandan Zero yang menatap tajam kearah Axell
"Sejak kau membicarakanku tentang keterkaitanku dengan dewan mafia" ucap Axell dengan nada datarnya