
"King Ax sudah nunggu kedatangan kalian" ucap Salah satu anggota The Axe
"Baiklah tetap jaga didepan jangan sampai ada yang mencurigai keberadaan kita disini" ucap Darell, Darell pun mengajak Daniel masuk kedalam ruamahnya, karna Axell sudah menunggu kedatangan mereka di rofftop kamarnya.
Mereka pun langsung masuk kedalam rumah saat dirumah melihat Rezan yang baru keluar dari kamar Axell.
"King sudah menunggu kalian dirofftop kamarnya" ucap Rezan pada Daniel dan Darel
"Okay, kau mau kemana" ucap Darel
"Mau ngambil minum, kalian masuk aja dulu" ucap Rezan yang turun kebawah
Darel dan Daniel masuk kedalam kamar Axell disana Axell sedang minum wine, dengan laptop yang menyala didepannya.
"Akhirnya dateng juga Daniel, ku kira kau gak jadi, pas aku pantau ternyata udah kebandara" ucap Axell sambil meminum wine.
"Aku pasti dateng, apalagi pas tau kau selamat dari ledakan waktu di new york" ucap Daniel yang langsung duduk diselah Axell, bahkan ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya pas ketemu Axell
"Iya aku selamat, karna pas ledakan itu aku loncat dari atas jembatan tepat pas ledakan itu, aku berenang sampai keujung sungai tepatnya sampai tengah hutan, karna aku udah kehabisan tenaga akhirnya pingsan dan mungkin jatuh kejurang yang ada di hutan itu sampai akhirnya di tolong oleh komandan Zero dan nyonya Rane" ucap Axell yang menceritakan kejadian saat ledakan yang terjadi di new york.
"Terus kenapa selama 3 th ini kau gak pernah kasih tau aku kalau kau selamat dari ledakan, apa kau tidak tau daddymu semakin gila pas tau kau tewas dalam ledakan itu" ucap Daniel yang menatap sendu Axell
"Maafin aku Daniel, waktu itu aku kehilangan ingatanku selama 2 tahun, dan setelah ingatanku kembali aku mengurungkan niatku untuk menemui daddy secara langsung sebelum misiku selesai, aku cuman mau hidup damai tanpa musuh dan mereka juga yang sudah menjadikanku seperti ini, ku harap kau mengerti Dan" ucap Axell yang memejamkan kedua matanya
"Aku mengerti Ax, asal kamu beri tahu aku apa misimu" ucap Daniel yang kini menatap serius kearah Axell
"Kau sudah seperti adik bagiku jangan menyembunyikan hal apapun dariku Ax" ucap Daniel, Axell langsung memeluk Daniel, jujur ia kangen sama Daniel yang sudah seperti kakak baginya, bahkan dulu Daniel jadi teman curhatnya yang sering mendengarkan semua cerita Axell layaknya adik pada kakaknya.
"Thanks Daniel, kau emang kakakku dan sampai kapan pun kau tetap jadi kakakku" ucap Daniel yang melepaskan pelukannya, Rezan, Darel yang berada diruangan itu hanya menatap sendu sang king mereka.
"Sebaiknya kau ikut, aku bakal nunjukin sesuatu Rezan, Darel jika kalian berdua penasaran kalian berdua boleh ikut" ucap Axell dan dibalas anggukan oleh Daniel, Darell dan Rezan.
"Emang mau nunjukin apa Axell, tapi sebelum itu kau jawab dulu pertanyaanku, siapa mereka, dan juga para penjaga didepan kau jelasin dulu padaku" ucap Daniel yang penasaran sama orang orang dalam jajaran The Axe.
"Mmm baiklah, mereka temanku dan ini Rezan, nah dan yang itu pasti kau sudah kenal namanya Darel, dan yang di luar itu bawahanku dalam jajaran The Axe" ucap Axell dengan
"Ja...jadi kau ini" ucap Daniel yang masih belum percaya
"King Ax atau ketua dari The Axe" ucap Axell yang terlihat santai sedangkan Daniel ia kaget setengah mati tentang sebuah kebenaran ini yang merupakan rahasia besar.
"Dan sejak kapan kau mulai membentuk The Axe" ucap Daniel yang masih belum percaya.
"Tepatnya sekitar 6 tahun yang lalu aku membentuk The Axe tanpa sepengetahuan kalian" ucap Axell yang lihat sangat santai
"Sudahlah jangan banyak tanya sebaiknya kalian ikuti aku" ucap Axell, ia pun tertuju pada sebuah lemari baju
"Untuk apa kita kesini" ucap Darell penasaran
"Sudahlah ikuti saja king, kau jangan banyak bertanya apa king lakukan"ucap Rezan yang masih mengikuti langkah Axell
" apa disana terdapat ruang rahasia"ucap Daniel penasaran
Axell tidak menjawab pertanyaan Daniel, ia langsung membalikan sebuah bingkai photo dirinya bersama orang tuanya Antonius dan Glavieska sewaktu Axell berumur 6 tahun. Axell membalikan bingkai photo tersebut, disana terletak sebuah kotak yang menempel ditembok namun seperti password, Axell mengetikan password itu dengan tangan lahirnya dan bukan itu saja Axell menempelkan sidik jarinya dan gak lama lemari baju Axell membuka dan terlihat sebuah ruangan rahasia namun terlihat sangat kotor dan berdebu karna sudah lama tak terawat.
"Ruang apa ini king" ucap Rezan, Karna ruangan itu sangat gelap gak ada pencahayaan, Axell pun menyalakan sebuah gelang yang ada ditangannya dan berbicara sesuatu,
"Red nyalakan lampu ruang komputer dan risert ulang pusat komando AxRed" ucap Axell yang berbicara sendiri pada gelangnya.
“baik dimengerti kingAx”
Gak lama lampu menyala bersamaan dengan komputer, disitu bukan hanya ada satu komputer melainkan beberapa komputer canggih yang terpasang disitu, seperti pusat komando
"Ruangan khusus, disini tempatku meretas semua jaringan yang berada didunia ini dengan kemampuan hackerku" ucap Axell yang mulai menyalakan komputer, bahkan mereka cukup kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Dan kau Daniel kau bisa tau beberapa misiku nanti, kau cukup merahasiakannya, karna dalam misiku membantai para five devils serta mata mata yang ada dijajaran dewan darkness, dan mereka juga menargetkan daddyku jadi aku minta lindungi daddy dari musuhnya dan kau jangan khawatir the Axe yang akan ikut melindungi daddy kau tau bukan kemampuan The Axe diatas The Secret Dan juga Black eagle" ucap Axell dan ikuti anggukan oleh Daniel, Axell pun menunjukan beberapa data penemuannya tentang musuh dewan darkness yang sewaktu waktu menghancurkan kedudukan dewan darkness dari muka bumi yang akan di ganti dengan Five devils. Daniel juga sangat kaget ternyata mafia asal Taiwan dan Tiongkok mereka mata mata dan juga mafia sekutu, Daniel juga memahami kenapa Axell terlihat misterius