The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 27 dewan darkness



Tapi dalam cctv itu tidak terlihat jelas karna Axell sudah meretas dan menghapus beberapa cctv jadi mereka gak bisa melihat jelas dan detailnya kejadian itu.


"Siapa mereka" ucap Antonius Timofey yang melihat kejadian itu didalam cctv


"Dan kenapa cctv dimansion Potsdam tidak semua menyala bahkan yang menyala pun hanya terlihat samar samar"ucap Andreas Aston


"Seperti mereka sudah meretas cctv yang berada dimansion Potsdam, sehingga kita gak bisa melihat detail kejadiannya" ucap Jhon Walker


"Aku rasa mereka bukan orang sembarangan, bahkan mereka melenyapkan para pengawal dimansion dengan gas beracun" ucap Elizabeth Hopper


"Kau benar apa mereka musuh dari Dewan Darkness, dan kenapa mereka ingin melenyapakan Roberto, apa mereka sudah tau kalau pewaris Dewan Darkness hanya Roberto yang tersisa setelah Axell dan Arjuna tewas" ucap Demas Julius


"Perkumpulan apa itu, yang memiliki logo panah seperti itu" ucap Antonius Timofey


"Sam perlihatkan anak panah yang mereka tinggalkan saat memanah Hen dan Eki" ucap Bram yang menyambungkan monitor mansion dengan yang ada dianggota Dewan, Sam adalah salah satu kepercayaan Caesar Thomas untuk menjaga putrannya


Caesar Thomas yang masih kalut atas kematian putranya ia hanya menatap sendu layar monitor.


"Aku tau apa yang kau rasakan Thomas dan aku juga pernah kehilangan putraku yang akan menjadi dewan Darkness" ucap Nyonya Rane pada Caesar Thomas


"Mereka benar benar bikin aku marah, dan aku akan melenyapkan orang yang pernah membunuh putraku" ucap Caesar Thomas yang benar benar sangat emosi.


"The Axe, siapa mereka dan dari mafia mana perkumpulan itu, aku baru mengetahuinya" ucap Andreas Aston


"Perkumpulan itu, bagaimana bisa perkumpulan itu mengincar Roberto" ucap Alexander Pon


"Apa kau mengetahui perkumpulan itu dari mafia mana mereka" ucap Hans Kendrick.


"Di Asia tenggara perkumpulan itu cukup terkenal dengan kekejamanya, dan dijuluki sebagai Arjuna Devils" ucap Ramos Baxter


"Bukan cuman itu the Axe menghabisi musuhnya dengan sangat kejam bahkan mereka menghabisi musuhnya sampai keakar akarnya, walaupun perkumpulan itu cukup baru tapi pengikutnya lumayan banyak, dan senjata utama mereka panah beracun dengan hitungan detik racun yang menempel diatas dimukaan kulit mereka langsung tewas dengan cara tragis makanya mereka dijuluki Arjuna Devils" ucap Alexander Pon.


"Dan mengapa mereka mengincar putraku" ucap Caesar Thomas


"Saya gak tau tujuan mereka apa membunuh bagian dari pewaris Dewan Darkness" ucap Romas Baxter


"Kau tau siapa ketua mereka" ucap Komandan Zero


"Yang aku tau ketua mereka seorang Hecker terbaik dan bisa meretas dibeberapa situs jaringan termasuk jaringan militer milik pemerintah" ucap Alexander Pon


"Dan aku dengar juga kini the Axe makin membabi buta setelah ditemukannya sang king yang dulu sempat mendengar rumor kalau king mereka ikut tewas dalam ledakan di Amerika" ucap Ramos Baxter


"Apa kau tau siapa king mereka" ucap Jhon Walker


"Aku tidak tau, dan gak ada yang mengetahui siapa king asli mereka, dan mereka sering melakukan aksi mereka dengan tangan kanannya Eric dan Calvin dan ada beberapa lagi tangan kanan the Axe, aku gak cukup mengenal perkumpulan mereka karna semua data mereka dilindungi oleh sang king, dan rumor juga king The Axe cukup mistetius jadi gak ada yang tau siapa king The Axe" ucap Alexander Pon dan dikuti anggukan oleh Ramos Baxter,


"Apa kau tau markas utama mereka" ucap Antonius Timofey


"Gak ada yang mengetahui markas utama mereka" ucap Alexander Pon


"The Axe cukup misterius" ucap Ramos Baxter


"Bagaimana pun caranya aku harus bisa melenyapkan mereka seperti mereka melenyapkan putraku" ucap Caesar thomas


Kini mereka mulai penyerangan itu team 1 Rezan, Zico mereka masuk lewat area depan yang jumlah pengawalnya cukup banyak dibandingkan diarea utara, saat mereka masuk mereka diketahui oleh salah satu pengawal mansion


"Siapa kalian" ucap pengawal yang menjaga diarea depan


"Penyusupp....." ucap salah satu pengawal dengan suara yang lantang


Zico pun memgambil bom gas beracun yang berada di katong bajunya


Cuuussshhhhh.....


"Gunakan masker kalian" ucap Rezan, dan the Axe pun memakai maskernya agar tidak menghirup asap gas beracun


Mereka melemparkan bom asap gas beracun di beberapa titik, dan pengawal mansion yang mengirup asap gas beracun itu langsung tewas ditempat karna asap gas beracun yang mereka lemparkan cukup ampuh dalam 5 detik yang menghirup gas itu langsung tewas seketika.


"Masuk" ucap Rezan dan Zico


Axell, Eric, Calvin mereka masuk lewat utara, ada beberapa orang yang berjaga dibagian utara dan mereka pun meleparkan bom asap beracun


Busshhhhh....


"Ada apa ini" ucap pengawal yang berjaga dikubu utara


"Asap beracunnnn" teriak salah satu pengawal lainnya, dan mereka pun tewas seketika akibat menghirup gas asap beracun itu.


Setelah semuanya aman Axell, Eric dan Calvin pun masuk


"Siapa kalian" ucap salah seorang yang berada dimansion, Axell pun melesatkan panah miliknya


Jlebbb...


Brukkk.....


Anak panah yang diluncurkan Axell mengenai dada orang itu, Axell dan Calvin serta Eric langsung masuk dan mana naiki tangga


Dorr....


Terdengar suara tembakan yang mengarah ke mereka, Eric pun langsung menembak balik orang itu dan mengenai kakinya


"King sebaiknya kau masuk biar kita berdua yang urus mereka" ucap Eric yang di ikuti anggukan oleh Axell, Axell langsung masuk kesalah satu kamar yakni kamar milik Roberto


Brakkk...


Axell menendang pintu itu dengan cara paksa bahkan yang ada disitu pun langsung kaget,


"Siapa kau" ucap orang yang menjaga Roberto sambil mengarahkan senjatanya, Axell langsung melesatkan panah miliknya pada orang itu, anak panah yang memiliki racun khusus yang masih ada penawarnya


Jlebbb....


Anak panah itu mengenai tangan kananya, dan Axell pun langsung membidik Roberto dengan peliru biuss


"Kau siapa hah" ucap Roberto yang mulai ketakutan