
Tujuh Kerajaan Bangsawan Tingkat Tinggi
Kerajaan Acacia
Identik dengan warna merah, mewakili dosa kesombongan atau pride. Nama belakang iblis-iblis bangsawannya adalah Lucifer. Ciri khas mereka adalah rambut berwarna hitam legam dan sihir merah penghancur.
Kerajaan Alasca
Identik dengan warna kuning, mewakili dosa keserakahan atau greed. Nama belakang iblis-iblis bangsawannya adalah Bael. Ciri khas mereka adalah rambut putih dan sihir elemen es.
Kerajaan Andalas
Identik dengan warna abu-abu, mewakili dosa nafsu atau lust. Nama belakang iblis-iblis bangsawannya adalah Asmodeus. Ciri khas mereka adalah rambut cokelat dan sihir elemen angin.
Kerajaan Allerion
Identik dengan warna ungu, mewakili dosa iri hati atau envy. Nama belakang iblis-iblis bangsawannya adalah Leviathan. Ciri khas mereka adalah rambut biru muda dan sihir elemen air.
Kerajaan Arutimate
Identik dengan warna biru, mewakili dosa kerakusan atau gluttony. Nama belakang iblis bangsawannya adalah Beelzebub. Ciri khas mereka adalah rambut merah muda dan sihir elemen api.
Kerajaan Athelion
Identik dengan warna coklat, mewakili dosa kemarahan atau wrath. Nama belakang iblis bangsawannya adalah Gregory. Ciri khas mereka adalah rambut blonde dan sihir elemen listrik.
Kerajaan Agatha
Identik dengan warna hijau, mewakili dosa kemalasan atau sloth. Nama belakang iblis bangsawannya adalah Belphegor. Ciri khas mereka adalah rambut hijau dan sihir elemen logam.
- O w O -
* Author PoV *
Si kembar meminta izin pada sang kakak untuk pergi ke pasar. Membeli aksesoris baru katanya, untuk pernikahan Putri Viona dan Pangeran Mahkota Nathan yang tinggal hitungan hari. Arthur tentu saja mengizinkannya. Mereka berdua juga dikawal, untuk apa melarang-larang?
"Apa yang kalian inginkan?"
"Musuh dari musuhmu adalah temanmu, bukan begitu, Nona Adelline?" tanya Alicia.
"Apa. Yang. Kalian. Inginkan?" tanya Adelline sekali lagi, dengan penuh penekanan di tiap katanya.
"Baiklah kita perjelas ini. Ayo bekerja sama."
Perkataan Aluna membuat keningnya berkerut. "Untuk apa?"
"Tentu saja agar tujuan kita tercapai dengan mudah. Kau membenci Tuan Putri Felicia, aku juga membenci perempuan itu. Akan lebih mudah jika kita bekerja sama menyingkirkannya," jelas Aluna.
"Bagaimana kalian bisa yakin bahwa aku akan membantu kalian?"
"Jangan menganggap kami bodoh, Adelline. Kau dan ibumu mengincar tahta Kerajaan Acacia, bukan?"
Kata-kata dari bibir Alicia sukses membuat Adelline bungkam. Pamannya Edgar hanya setia pada satu wanita. Brezenska namanya, iblis penuh kasih sayang dengan fisik yang sangat lemah. Dari pernikahan itu lahirlah Felicia, duri kecil yang kini telah tumbuh menjadi pedang yang tajam.
Dan pedang itu dilindungi oleh perisai yang tidak bisa ditembus siapapun. Perisai itu adalah Edgar, sang ayah.
Adelline tersenyum miring. "Kalian kira siapa yang kalian hadapi, huh? Kalian akan dipenggal ayahnya jika berani menyentuhnya sedikit saja."
Alicia turut tersenyum miring. "Kita tidak akan menyentuhnya, Nona Adelline. Kita hanya akan menjalankan beberapa rencana kecil dan ini itu dan...yah begitulah."
"Apa kalian sedang marah?"
"Ya, begitulah. Aku sangat marah saat perempuan itu merespon Pangeran Ryan dengan lembut sementara ia berkata bahwa ia belum tertarik pada percintaan."
"Dan aku sangat marah saat ada yang berani membuat adik kembarku marah."
- O w O -