
Kediamannya cukup jauh dari istana, dapat ditempuh dalam waktu empat jam. Tidak ingin meninggalkan putrinya sendirian, Edgar hanya mengirimkan sepucuk surat yang berisi permintaan kepada Amber untuk datang. Surat itu diantar oleh Rekta, salahsatu makhluk kepercayaannya. Rekta Marchosias, iblis spesial yang memiliki taring tajam dan telinga seperti anjing. Makhluk ini biasa disebut dengan hellhound. Mereka memiliki kemampuan terbang paling cepat diantara iblis lainnya.
Surat itu sampai di tangan Amber kurang dari dua jam. Mengetahui nyawa putri dari orang yang dihormatinya berada dalam bahaya, Amber segera membawa barang-barang yang sekiranya perlu ke istana. Tak lupa ia juga membawa tiga batang jamur mori yang dibutuhkan untuk membuat ramuan.
Keberuntungan berpihak pada Felicia. Amber pernah berkunjung ke surga dan secara diam-diam mengambil beberapa batang jamur mori untuk diteliti dan dikembangkan di rumahnya. Ternyata penelitiannya membuahkan hasil sehingga jamur itu dapat tumbuh di rumahnya.
Mereka sampai sekitar 5 jam kemudian. Sejatinya, Amber adalah seorang gorgon dengan tubuh setengah ular. Ia tidak memiliki sayap dan tidak bersedia digendong oleh Rekta. Ia memilih untuk menaiki Fafnir, serigala bertubuh sebesar kuda yang biasa ia jadikan sebagai kendaraan.
Membuat ramuan itu cukup sederhana. Hanya dengan memasukkan jamur itu ke dalam mangkuk berisi segelas anggur merah. Mangkuk dipanaskan hingga anggur merah yang ada di dalamnya berubah warna menjadi bening, senada dengan jamur mori yang berwarna putih pucat. Setelah itu jamurnya dikeluarkan dan diperas hingga getahnya yang berwarna ungu keluar.
Sebelum meminumkan ramuan itu pada Felice, Amber memeriksa keadaan tubuh gadis kecil itu terlebih dahulu. Karena jika Felice masih berada di bawah pengaruh ramuan hitam yang diberikan alchemist istana, ramuan dari jamur mori yang dibuatnya juga tidak akan memberikan efek apa-apa.
"Kau harus bersabar, Yang Mulia. Ramuanku tidak akan bekerja jika kau terus memaksa," ucap Amber saat Edgar menanyakan hal yang sama untuk ke sekian kalinya. Kapan ramuan itu akan diberikan pada Felice?
Setelah lima belas menit berlalu, Felicia terbatuk ringan dan mengerjapkan matanya. Ramuan itu telah bekerja. Felicia telah kembali sadar.
Terjadi adegan yang cukup menyentuh saat Felicia membuka matanya. Untuk pertama kalinya Amber melihat emosi di mata Edgar. Lelaki itu tampak begitu bahagia saat putri kecilnya bangun. Kekhawatirannya telah terobati. Bahkan lelaki itu berjanji pada putri kecilnya bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya.
Edgar pernah menyelamatkannya dari serangan vampir dan menawarkannya untuk tinggal di istananya. Saat itu wajahnya datar, tidak ada emosi di matanya. Kejadian itu telah berlalu cukup lama, dan selama itu pula Amber tidak pernah melihat ekspresi dan emosi di wajah Edgar.
Felicia benar-benar membawa perubahan besar di hidup Edgar. Amber pernah memberitahu Edgar bahwa ia pernah mencuri dengar pembicaraan antara malaikat kehidupan dan malaikat kematian. Mereka mengatakan bahwa Edgar akan mati karena putrinya. Ia harusnya membunuh anak itu, namun lelaki itu malah memilih untuk membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Untuk pertama kalinya di hidup Amber, wanita terhormat yang dapat meramal masa depan itu, berharap ramalannya tentang Edgar dan Felicia salah.
-~~~-