That Day I Became A Daughter Of The Demon Lord

That Day I Became A Daughter Of The Demon Lord
Episode 31



"Putri benar-benar memiliki sifat seperti sifat Ratu Brezenska."


Benar juga. Aku belum pernah bertanya ini itu tentang mamaku pada penduduk istana. Dari wikipedia, Ratu Brezenska dikatakan sebagai Iblis yang begitu licik dan sangat benci pada manusia. Ia menikah dengan Edgar hanya untuk kekayaan dan kekuasaan. Akhirnya niatnya diketahui oleh Edgar. Hal itu tentunya membuat Edgar marah—tidak begitu marah karena sudah terlalu banyak iblis yang bersedia menikah dengannya karena harta dan tahta.


Edgar yang saat itu tengah berperang memerintahkan prajurit di istana membunuh Brezenska. Namun Brezenska telah lebih dulu saat melahirkan anak pertamanya, Felicia. Yap, baik di dunia ini maupun di dalam game, penyebab kematian Brezenka sama, yaitu melahirkan.


"Bisa kau cerita sesuatu tentang mama? Apapun, entah itu sifat baiknya atau sifat buruknya."


"Ssshh..." ia mendesis pelan saat aku memencet bagian samping luka paling besar yang ia miliki. Tampaknya ini benar-benar sakit.


"Baiklah, kita selesaikan ini terlebih dahulu. Kau bisa bercerita setelahnya."


"Yang Mulia Ratu Brezenska adalah iblis yang misterius."


Aku tetap fokus mengeluarkan seluruh darah cokelat dari lukanya sembari mendengarkan dalam diam.


"Sosoknya begitu hangat, murah senyum, perhatian, dan pandai berbicara. Begitu berkebalikan dengan Yang Mulia Edgar."


Brezenska yang ada di sini sungguh berbeda dengan yang ada di game.


"Bertahun-tahun yang lalu, aku hanya anjing kecil yang tidak berdaya. Aku disiksa, dibuang dari kawananku sendiri. Saat itu Yang Mulia Edgar menemukanku terluka parah di tepi hutan, ia langsung membawaku ke istana dan memerintahkan pelayannya mengobatiku.


Aku mulai ikut pelatihan menjadi prajurit dan berjuang dengan keras. Sesekali ia mengunjungiku dan memberi kata-kata semangat. Sosok yang begitu hangat bukan?"


Aku bisa melihat. Ia tersenyum dengan hangat saat membicarakan Brezenska.


"Lalu, apalagi yang terjadi?" tanyaku, mulai memencet bagian tepi luka terakhir yang masoh menyimpan darah coklat di dalamnya.


"Ia sangat pandai berpidato dan meyakinkan orang lain. Ia memperhatikan seluruh prajuritnya, memperhatikan seluruh pelayannya, memperhatikan keluhan rakyatnya. Hingga akhirnya, ia mengandung. Dan akhirnya, ia meninggal setelah melahirkanmu."


Aku menunduk. "Jadi aku penyebab mama meninggal?"


Rekta menggeleng. "Ia meninggal karena tubuhnya begitu lemah. Ia tersenyum begitu bahagia saat Tuan Putri telah lahir."


Aku hanya membalasnya dengan tersenyum. Aku bisa merasakan suhu tubuh Rekta yang panas. Sebentar lagi demamnya akan turun. Seluruh darah cokelat di lukanya telah aku keluarkan. Obat oles berwarna kuning yang aku buat dengan Madam Amber juga telah aku oleskan. Tinggal memberi perban.


Aku benar-benar bahagia saat Rekta bercerita bahwa Brezenska adalah sosok yang dicintai oleh banyak orang. Ia adalah iblis yang baik dan perhatian. Dan kelihatannya ia memiliki hubungan yang baik dengan Edgar.


Lantas mengapa Edgar memiliki keinginan untuk membunuhku saat aku masih kecil?


- O w O -