My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
7



Saat ini jam sudah menunjukan jam pulang kerja semua karyawan bersiap untuk pulanh kerja hari ini.


"Akhhhh.. " Ucap Tasya sambil merengangkan otot - otot tubuh nya karena lelah bekerja hari ini ditambah lagi dirinya yang dikira menjadi calon istri dari CEO nya yang dingin dan labil itu oleh wanita yang tidak dikenalnya.


Setelah merengangkan otot - otot nya yang lelah Tasya mengambil tas jinjing nya dan segera berjalan keluar ruangan nya .


" Pak saya pulang dulu " Ucap Tasya kepada Reyhan yang sedang duduk di kursi CEO itu sambil memainkan Handphone nya tanpa memperdulikan ucapan Tasya.


Karena tidak ada jawaban akhirnya Tasya memutuskan untuk segera pulang kerumahnya.


Sementara di ruangan CEO . Setelah kepergian Tasya tadi Reyhan langsung melepas pandangan nya dari Handphone nya dan langsung pergi keluar untuk meninggalkan kantor dan segera kembali ke mansion utama keluarga Rangga .


Sebenarnya tadi ia mendengar apa yang Tasya ucapkan tapi sengaja ia mengalihkan pandangan nya dan memilih untuk memainkan Handphone nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tin tin tin..


Suara klakson dari mobil yang baru saja tiba di mansion keluarga sahabatnya itu. Satpam yang sedang berjaga di pos ronda langsung berlari ke arah gerbang dan membukakan gerbang untuk Reyhan yang sedang berada di dalam mobil.


Seorang gadis yang sedang duduk di kursi taman sambil membaca buku langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara klakson mobil yang berbunyi.


Hanya melihat sekilas saja Mia langsung mengalihkan pandangannya ke arah buku nya kembali karena ia sudah tau siapa yang datang dengan mobil kakak nya tadi. Ya Reyhan pulang dengan mobil Rangga yang kemarin dibiarkan sengaja oleh Rangga karena dirinya tidak bisa menyetir dalam keadaan kepala yang pusing.


" Hai " Ucap Reyhan menyapa gadis cantik yang sedang duduk di kursi taman .


" Ya " Jawabnya dengan singkat namun tidak melepas pandangannya dari buku yang dibaca nya .


" Kamu ngak masuk kedalam ? " Tanya nya .


" Nanti " Jawabnya lagi namun masih dengan gayanya yang sedang membaca buku.


" Ini kan sudah sore " Ucapnya lagi .


Ditaruhnya buku yang dibaca oleh nya di samping.


" Bawel banget sih " Ketusnya dengan tatapan yang datar dan langsung berlalu pergi meninggalkan Reyhan sendiri di sana tanpa membawa buku nya yang tadi dibaca.


Sambil melepas nafas lelah nya Reyhan memandang Mia yang masih berjalan meninggalkan nya dengan gaya kedua tangan nya dimasukan kedalam saku celana . " Belum berubah ternyata " Ucapnya sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini di kediaman Rangga , makan malam tengah berlangsung semua anggota keluarga termasuk Reyhan sedang melakukan makan malam bersama .


" Rey " Ucap papi Rangga memanggil Reyhan yang sedang menikmati menu makan malam .


" Iya om " Jawabnya sambil menatap papi Rangga.


" Bagaimana keadaan papa kamu ? " Tanya nya.


" Papa baik kok om " Jawabnya sambil menampakan senyum di wajah nya.


" Sukurlah " Ucapnya sambil mengangguk mengerti . " Oh ya rey , kamu sudah punya pacar ? " Tanya nya lagi namun kali ini bukan Reyhan yang menunjukan reaksi yang aneh saat papi Rangga bertanya , melainkan Mia yang menunjukan reaksi yang aneh.


" Pi , mi aku ke kamar duluan ya " Ucapnya dan langsung pergi meninggalkan meja makan tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tua nya.


Semua yang berada di meja makan langsung menatap kearah Mia saat berpamitan ingin ke kamarnya duluan .


" Kenapa dia selalu saja menghindar saat orang - orang menanyaiku pasangan ? " Gumamnya bertanya di dalam hati .


" Rey " Panggilnya kepada Reyhan yang masih menatap keatas tepatnya ke arah kamar Mia .


" Eh iya om " Jawabnya sambil tersenyum.


Papi Rangga hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat tingkah dari anak sahabatnya itu . " Bagaimana pertanyaan om yang tadi ? " Tanya nya kemudian.


" Belum ada kok om , rey masih sendiri " Jawabnya sambil memotong danging sapi panggang yang sudah disediakan oleh pelayan mansion.


" Nikahlah secepatnya " Ucap nya kemudian membalas ucapan Reyhan. Reyhan yang mendengar hanya menjawab dengan senyuman saja karena dirinya sendiri belum siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan.


Makan malam pun berakhir .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok tok tok..


" Siapa ? " Ucapnya bertanya dari dalam sambil melihat Handphone nya di atas kasur .


" Kak Reyhan " Jawabanya kemudian.


Mia yang mendengar itu dengan malasnya melangkahkan kakinya ke pintu untuk membuka pintu kamar nya.


Pintu kamar pun dibuka terlihatlah sosok pria yang tinggi nan tampan dengan pakaian casual nya sambil membawa buku yang tertinggal di kursi taman tadi ditangannya.


" Ada apa ? " Tanya nya dengan heran .


" Buku mu " Jawabnya sambil memperlihatkan buku yang dipengangnya .


Dengan cepat nya Mia mengambil buku itu dan langsung menutup pintu kamarnya tanpa mengucapkan kata terimakasi kepada orang yang telah mengembalikan buku milknya.


" Hah .. menganggu saja ! " Ucapnya sambil berjalan ke arah kasurnya melanjutkan aktivitasnya memainka Handphone miliknya .


Sementara di luar kamar Mia . Reyhan yang dari tadi belum beranjak dari tempatnya berfikir mengapa gadis kecil itu berubah menjadi seorang yang dingin ? . Bukankah dia dulu gadis yang ceria ? tapi mengapa sekarang berubah ?.


" Aneh " Ucapnya dan langsung saja pergi meninggalkan kamar Mia dan pergi ke arah kamar Rangga untuk mencari Rangga.


Ceklek ..


Dibukanya pintu kamar Rangga . " Rangga ... " Ucapnya memanggil Rangga menampakan setengah badannya dan melihat kekanan dan kekiri namun tidak ada didapatinya .


" Dia kemana sih ? , Seharusnya kalau sakit dia dikamar saja " Ucapnya sambil menutup pintu dan lanjut berjalan mencari Rangga di ruang kerja.


Krek..


Suara pintu ruangan kerja Rangga dibuka dan benar saja didapatinya orang yang dari tadi dicarinya.


" Gue kira lo pergi , tenyata ada disini " Ucapnya sambil duduk di sofa ruangan kerja Rangga .


" Ada apa ? " Ucapnya bertanya sambil melepas kacamata yang dipakainya.


" Lo .. udah punya pacar nga ? " Tanya nya dengan tatapan yang menyelidik namun gaya nya seperti biasa menyilangkan kedua tangannya dan menyenderkan tubuhnya di sofa yang empuk itu .


" Memang nya kenapa ? " Tanya nya balik sebelum menjawab pertanyaan dari Reyhan.


" Tadi ya.. dikantor lo ada perempuan yang tiba - tiba masuk kedalam ruangan lo . Terus malah ngaku ngaku jadi calon istri lo " Ucapnya menjelaskan kejadian tadi siang di kantor milik Rangga.


" Siapa ? " Tanya nya lagi.


" Ya mana gue tau ... ! " Jawabnya dengan bodo amat .


" Apa mungkin itu keyla ? " Gumamnya bertanya didalam hati .


" Terus tu perempuan lo apain ? " Tanya nya .


" Gue usir .. , males gue ladenin perempuan yang gila .. " Jawabnya dengan santai.


Rangga mangut - mangut mendengar jawaban dari Reyhan . " Baguslah " Ucapnya kemudian.


" Memangnya lo tau siapa perempuan itu ? " Tanya nya dengan penasaran.


" Ngak " Jawabnya dengan singkat.


" Tapi sih ya.. kalau memang itu calon istri lo . Gue ngak akan setuju lo nikah sama tu perempuan gila " Ucapnya dengan membayangkan apa yang diucapkannya tadi . " Amit - amit deh " Sambung nya lagi .


" Ya ngak lah .. ngapain gue nikah sama perempuan yang bikin rusuh dikantor gue ! " Ucapnya dengab ketus.


" Ya kan misalnya nga .. " Jawabnya .


" Udah lah udah malam juga , ngapain mikirin masalah yang tadi siang , mending.. sekarang kita tidur " Ucapnya sambil berjalan ke arah pintu .


" Ya tidur " Ucap Reyhan yang kini sudah berada di samping nya.


~ Bersambung ~


Masih Tahap revisi yang pertama.


Jangan heran kalau alur cerita berikutnya berubah.