My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
27



Mia dan Reyhan sedang asik menonton tv sambil mengobrol - ngobrol diruang tamu rumah mereka.


Seorang pelayan laki-laki berjalan mendekat kearah mereka. " Maaf tuan, nyonya. Didepan ada seorang wanita tua yang sedang mencari tuan dan nyonya " Ujar sipelayan laki-laki memberitau.


Mia dan Reyhan saling menatap satu sama lain nya. " Ah baiklah, terimakasi atas informasinya " Ucap Reyhan kepada sipelayan.


" Kalau begitu saya permisi tuan, nyonya " Pamit sipelayan kepada majikan nya lalu menundukan setengah badannya, lalu setelah itu berjalan pergi.


Saat Reyhan akan pergi berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang kekediaman tangannya langsung ditarik oleh Mia. " Ikut... " Ucap Mia yang manja karena tidak mau berjauhan dari suaminya.


Reyhan tersenyum melihat kelakuan istrinya yang setiap hari selalu manja kepadanya. " Yaudah ayo... " Jawab Reyhan menanggapi ucapan istrinya.


Mia dan Reyhan pun berjalan keluar untuk menemui wanita tua yang ingin menemui mereka. " Yaampun... Mia... ternyata perut kamu sudah keliatan ya... " Ucap wanita tua yang heboh.


Mia tidak mengenali siapa wanita tua yang mengetahui namanya itu. " Terus ini suami kamu? " Tanya wanita tua itu kepada Mia.


Mia hanya merespon pertanyaan yang tadi dengan anggukan dan senyum yang kikuk. " Oh may good,... ganteng banget suami kamu.. kaya oppa-oppa korea lagi " Kagumnya kepada Reyhan sambil memegang kedua pipi Reyhan yang mulus.


Reyhan hanya tersenyum saja. " Oh iya,... bolehkan bibi masuk kedalam? " Tanya wanita tua itu kepada Reyhan dan Mia.


Sebenarnya Reyhan dan Mia tidak mengetahui siapa wanita tua yang sedang menemui mereka. Karena Reyhan dan Mia tidak menjawab akhirnya wanita tua itu masuk kedalam rumah milik Reyhan dan Mia dengan leluasa.


Dengan cepat Reyhan dan Mia menyusul wanita tua itu mereka harap-harap cemas dengan kedatangan wanita tua itu. Langkah mereka berdua terhenti tepat didepan pintu saat melihat wanita tua itu memegang guci mahal yang bernilai puluhan juta.


Dan seketika terdengar suara benda jatuh, apalagi kalau bukan guci yang dipegang oleh wanita tua itu. Reyhan dan Mia yang melihat kejadian itu kaget bukan kepalang, bagaimana tidak itu adalah guci yang dipesan dari China dengan waktu pemesanan selama tiga bulan dan baru saja datang dua minggu yang lalu.


Benar Mia sudah hampir emosi karen guci miliknya sudah pecah ditangan orang yang baru menjadi tamunya, tapi Reyhan yang menyadari akan hal itu langsung mengelus punggung istrinya. " Nanti kita beli yang baru ya " ucap Reyhan menenagkan Mia.


" Tapi kan... " Ucap Mia yang ingin protes tapi malah tidak jadi karena Reyhan berkata akan membelikannya yang baru.


" Dia siapa sih kak? " Tanya Mia kepada Reyhan yang terganggu atas kehadiran wanita tua yang sedang melihat isi rumahnya.


" Ya.. aku ngak tau mi.. " Jawab Reyhan.


" Yaterus,... kenapa langsung masuk nyelonong kedalam rumah..?? " Tanya Mia lagi yang heran dengan kelakuan wanita tua yang baru menemui dirinya dan suaminya.


" Aku ngak tau mi.. dia dateng nya darimana " Jawab Reyhan. " Kan tadi dia nyebut kata bibi " sambung Reyhan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tasya pagi ini sudah boleh dipersilakan pulang setelah menginap semalaman dirumah sakit hanya gara-gara obat tidur yang kelebihan dosis.


Baju yang digunakan Tasya pulang juga bukan baju dress diacara reuni malam kemarin, yang dipakainya adalah baju baru yang dibelikan oleh bosnya.


" Abang anter pulang ya.. " Ucap Kenzi kepada adiknya.


Tasya menjawab dengan anggukan saja.


Semua biyaya rumah sakit sudah dibayar oleh Rangga dan Rangga pun sudah pergi dari rumah sakit karena masih ada pekerjaan yang dia lakukan.


Mobil milik Kenzi sudah pergi meninggalkan area parkir rumah sakit. Sepanjang perjalanan Tasya hanya melamun memikirkan siapa yang sudah memberikan nya obat tidur.


Kenzi menyadari akan hal itu dirinya bertanya kepada Tasya. " Lagi mikirin apa? ".


Tasya melihat kearah abang nya. " Ah ini... Aku cuma lagi mikir siapa orang yang sudah kasi aku obat tidur " Jawab Tasya.


Kenzi mengangguk ngerti. " Kamu tenang aja... abang sudah nyelidikin. Jadi jangan dipikirin " Ucap Kenzi santai sambil fokus menyetir.


" Ayah sama Bunda abang kabarin? " Tanya Tasya.


" Ngak, ngapain abar kabarin kalau kamu masuk rumah sakit... yang ada nanti keadaan om malah memburuk " Jawab Kenzi.


" Bagus lah kalau begitu... " Ucap Tasya merespon jawaban abangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keributan pun masih berlangsung dikediaman milik Reyhan dan Mia.


" Oh noo.. " Ucap wanita tua itu setelah menjatuhkan guci mahal yang baru datang dua minggu lalu.


Pelayan yang juga melihat dari jauh langsung dengan sigap mengambil alat untuk membersihkan pecahan guci mahal milik nyonya nya. Sebenarnya para pelayan juga bingung dan risih dengan kehadiran wanita tua itu.


Handphone Mia yang berada disofa berbunyi dengan segera dirinya berjalan bersama Reyhan begitu mendengar ada suara handphone yang berbunyi.


Tertera nama mama dihandphone nya. " Hallo ma " Ucap Mia.


" Halo sayang.. " Saut si mama dari sambungan telepon yang lain. " Gini mi, mama lupa kabarin kekamu sama Reyhan kalau... hari ini ada bibi kamu dari Semarang yang rencananya, mau nginep dirumah kamu tiga hari " Ujar simama memberitau.


" Iya sayang tiga hari,... kamu ngak keberatan kan? " Tanya mama Erina dari sambungan telepon.


" Emmm,... iya ma, ngak papa kok " Jawab Mia yang jelas berbeda dengan isi hatinya. bagimana bisa sama karena pada hari pertama bibinha datang saja sudah membuat guci kesayangannya pecah.


" Oh yaudah kalau gitu,... mama tutup telepon nya ya.." Ucap mama Erina dari sebrang telepon.


" Iya ma,... assalamualaikum " Ucap Mia mengakhiri telepon, dan telepon pun terputus.


Setelah selesai menelpon Reyhan bertanya kepada Mia. " Mama bilang apa? " Tanya Reyhan.


" Mama bilang, kalau orang itu bibi aku dari Semarang " Jawab Mia sambil melihat bibinya yang masih kepo dengan barang-barang yang berada disemua sudut rumah.


Reyhan mengangguk mengerti dengan jawaban Mia. " Tapi kak,... mama bilang juga, kalau bibi mau nginep tiga hari dirumah " Ujar Mia kepada Reyhan.


" Tiga hari? " Ucap Reyhan bertanya.


" Iya " Jawab Mia.


" Yaudah ngak papa,... namanya tamukan harus dilayani " Ucap Reyhan memberi pengertian kepada istrinya sambil tersenyum hangat menenangkan hati istrinya yang sedang sedih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil yang dikendarai oleh Kenzi telah sampai dirumah Tasya.


" Abang ngak mau mampir dulu? " Tanya Tasya dari dalam mobil saat selesai melepas seet bellnya.


" Ngak deh, soalnya habis ini mau langsung pergi " Jawab Kenzi.


" Memangnya pergi kemana? " Tanya Tasya.


" Ish,... kepo banget sih. Yaudah sana turun.. " Usirnya karena dirinya sudah mengetahui kalau pasti dirinya akan digoda oleh adiknya habis-habisan.


" Ciee.. yang mau jalan-jalan sama pacarnya... " Goda Tasya tehadap Kenzi.


" Apaansi,.. yaudah sana turun " Suruh Kenzi dengan nada bicara yang kesal.


" Iya iya gue turun... " Ucap Tasya lalu setelah itu dirinya keluar dari mobil dan menutup pintu, mobil milik Kenzi pun pergi meninggalkan area rumah Tasya.


" Oh ya... jangan lupa salamin gue sama kakak ipar..!! " Teriak Tasya dari jauh karena mobil Kenzi sudah berjalan jauh. Sementara Kenzi yang mendengar itu pun bersikap bodo amat tidak mendengar ucapan adik misannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ruang kerja mansion keluarga adimaja. Didalam ruang kerja terdapat Rangga yang tengah sibuk mencari berkas file dirak tempatnya menaruh semua file perusahaan.


Telepon pun berbunyi dari dalam saku kantongnya. " Hmm ada apa? " Ucap Rangga menyauti orang yang sedang menelpon nya.


" Kira-kira,... lo bisa ngak ketemu sama gue ditempat biasa sore nanti? " Tanya sipenelpon dari seberang sana.


" Memangnya mau ngapain? " Tanya Rangga lagi sambil melihat kalimat difile yang berada ditangannya.


" Ada yang gue mau kasi tau " Jawab sipenelpon.


" Hmm, yaudah ntar gue dateng " Jawab Rangga. Percakapan telepon pun terhenti karena panggilan sudah dimatikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Ferel dan Keyla sedang berada ditepi pantai karena Ferel mengajak Keyla jalan-jalan kepantai.


" Lo kenapa sih mau dijodohin sama gue? " Tanya Keyla sambil melihat indahnya ombak pantai dan duduk diatas pasir putih.


" Ya, gue mau aja " Jawab Ferel.


Karena mendengar jawaban seperti itu dari Ferel, Keyla langsung menolehkan pandangannya kearah Ferel. " Lo itu sebenarnya serius ngak sih sama gue? " Tanya Keyla lagi.


Ferel memandang sebentar kearah Keyla, bibirnya memunculkan senyum tipis. " Buat apa gue nerima perjodohan ini, kalau gue ngak serius sama lo " Jawab Ferel lagi dengan gaya nya yang santai memandang wajah cantik Keyla.


Keyla yang ditatap seperti itu merasa jijik seakan Ferel adalah laki-laki yang hanya memandang dirinya dari lekuk tubuh dan kecantikannya saja. " Tapi, lo kan belum tau siapa gue yang sebenarnya " Ucap Keyla.


Ferel terdiam sejenak memikirkan ucapan yang keluar dari mulut Keyla sambil menatap mata Keyla. " Memang, gue ngak tau siapa lo sebenarnya. Tapi, gue tau apa perbuatan yang udah lo lakuin " Ucap Ferel dan setelah itu dirinya memunculkan senyum smrik yang menganggap Keyla akan takut kepadanya.


Keyla yang mendengar apa yang diucapkan oleh Ferel pun langsung terdiam dan memancarkan raut wajah seakan semuanya akan terbongkar didepan kedua orang tua nya.


" Jadi bagaimana nona Keyla,... masi berani untuk menghentikan perjodohan kita? " Tanya Ferel dengan senyum yang masi sama dan bahasa yang tidak seperti tadi.


~ Bersambung ~