
Makan siang sudah selesai, perut pun sudah terisi oleh makanan yang porsinya tidak banyak seperti nasi padang.
Saat ini mereka sedang berada didalam mobil, untuk perjalan kembali kekantor. Rangga mengambil paper bag bewarna pink dengan gambar bunga - bunga sebagai hiasannya dikursi belakang mobilnya. " Ini, buka " Ucap Rangga setelah memberikan paper bag bewarna pink itu.
Tasya sedikit bingung dengan apa yang baru diberikan bos nya. " Isinya,.. apa ya pak? " Tanya Tasya bingung.
" Udah, dibuka aja dulu " Jawab Rangga sambil melihat Tasya yang masih bingung dengan maksud dan tujuan dirinya memberikan paper bag itu.
Tasya pun membuka paper bag pink itu, terlihat dengan matanya sendiri sebuah kotak perhiasan yang berwarna biru tua. Karena rasa penasarannya yang sudah terlanjur tinggi dengan cepatnya Tasya membuka kotak anting itu.
Dirinya terkejut begitu mengetahui kalau isinya adalah sepasang anting berlian. " Ini,.. buat saya? atau bapak salah ngasih barang mungkin? " Tanya Tasya masih tidak percaya.
" Ngak, saya ngak salah ngasi. Jelas - jelas itu buat kamu " Jawab Rangga dengan tatapan dinginnya.
" Terus, tujuan bapak ngasi saya anting ini buat apa? " Tanya Tasya bingung.
" Coba kamu cari surat didalam paper bag itu. Dan itu alasan kenapa saya ngasi kamu anting " Jawab Rangga tanpa basa - basi, namun masih dengan tatapan dinginnya.
Tasya mencari didalam paper bag nampak dilihat ada surat seperti undangan pernikahan, dibukanya surat itu dan tertulis nama Keyla serta Farel. " Ini undangan apa pak? " Tanya Tasya bingung sambil membaca isi undangan itu.
" Seperti yang kamu baca, jadi saya mau ngajak kamu pergi besok malam jam delapan " Jawab Rangga.
" Tapi kan, saya ngak kenal sama yang mau tunangan " Ujar Tasya.
" Kalau ngak kenal.. besok saya kenalin " Ucap Rangga.
Dan mobil pun telah sampai dikantor RJA Grup, tentunya dengan supir yang menyupir mobil milik Rangga.
kemarin ada yang nanyain supirnya Rangga kemana sekarang author kasi tau ya, jadi supir nya Rangga itu lagi cuti pulang kampung dan juga author pernah naruh keterangan sebelum bab ini ditulis kalau supirnya Rangga lagi cuti.
Mohon dibaca baik - baik para pembaca.
Sesampainya dikantor Tasya langsung mencoba antik yang baru saja diberikan oleh bosnya. " Mahal ni kayanya " Ucap Tasya bermonolog dicermin yang berada diruangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikamar Keyla, Keyla saat ini sedang membaca majalah tentunya sambil melakukan perawatan. Staf salon langganannya dipanggil kerumah untuk membantunya perawatan.
Mami Keyla, oma, tante dan para sepupunya juga ikut melakukan perawatan. Suara ponsel berbunyi. " Hp siapa tu yang bunyi? " Tanya mami Keyla.
" Punya Keyla mi " Ucap Keyla menyauti pertanyaan maminya.
Keyla mengangkat panggilan telepon itu, " Hallo, ini siapa ya? " Tanya Keyla karena nomor sipenelpon tidak masuk kedalam daftar kontaknya.
" Ini gue Natalie, nanti sore kekafe ya.. gue tunggu " Ujar Natalie.
Telepon pun dimatikan oleh Natalie saat Keyla ingin berbicara. " Ck, kebiasaan " Ucap Keyla kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pun tiba, cahaya rembulan menghiasi langit malam. Keyla saat ini sedang gelisah didalam kamarnya karena setelah pertemuannya dengan Natalie dirinya merasa terancam.
Flash back.
Sekitar jam lima sore Keyla dan Natalie bertemu sesuai janji yang sudah diatur melalui telepon.
Ya, pelanggan yang baru saja datang itu adalah Natalie, dengan healsnya Natalie berjalan kearah Keyla. " Maaf nunggu lama " Ucap Natalie lalu duduk dikursinya.
Keyla langsung mengalihkan pandangannya begitu mendengar suara Natalie. " Mau ngapain lo, tumben ngajak gue ketemuan " Ucap Keyla lalu menaruh ponselnya kedalam tas jinjing miliknya.
" Sederhana aja, gue nemuin lo cuma mau ngasi ini " Lalu Natalie mengeluarkan amplop coklat yang berisikan foto dari dalam tas jinjing miliknya.
" Apa ini? " Tanya Keyla heran, sambil melihat amplop yang baru diberikan Natalie namun dirinya enggan untuk membuka isi dalam amplop yang baru saja diberikan oleh Natalie.
" Buka aja " Jawab Natalie santai sambil meminum minuman milik Keyla, Keyla yang melihat itu hanya memutar kedua bola matanya dengan malas.
Keyla melihat foto yang berasal dari amplop coklat yang baru saja diberikan oleh Natalie. Dirinya terkejut bukan kepalang, karena bagaimana bisa ada foto saat dirinya dan teamnya pada saat berada diclup malam didapatkan oleh Natalie padahal jelas Natalie tidak ikut andil dalam hal itu.
" Maksud lo apaan ngasi gue ini? " Tanya Keyla dengan ketusnya dan wajah nya yang panik.
Natalie yang sedang meminum minuman, langsung menaruh minuman yang baru saja diminumnya. " Gue cuma mau duit doang " Jawab Natalie dengan senyum smirk diakhir kalimat nya. " Oh ya.. " Natalie mengingat kalau ada satu barang yang harus diberikan kepada Keyla.
Sebuah flashdish diberikan kepada Keyla. " Isinya tinggal lo dengerin dirumah aja " Ujar Natalie dengan santai.
Dengan cepat tangan Keyla mengambil flashdish itu dan dengan segera dimasukan kedalam tas jinjing nya. " Berapa yang lo mau? " Tanya Keyla.
" Ngak banyak sih, cuma sepuluh juta aja " Jawab Natalie sambil memainkan kukunya.
Keyla benar - benar malas dengan semua yang Natalie lakukan. " Yaudah nanti gue transfer " Setelah itu Keyla bergegas pergi meninggalkan Natalie yang masi diam dikafe.
Natalie yang melihat itu hanya bisa tersenyum saja, sungguh ini adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukannya.
Flash back selesai.
" Apa,.. gue minta tolong sama Ferel aja? " Tanya Keyla dengan dirinya sendiri.
" Tapi kan kalau gue minta bantuan sama Ferel, yang ada... gue yang repot " Ucap Keyla setelah memikirkan apa resikonya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah pagi, dimana hari ini adalah hari selasa yang artinya acara tunangan Keyla dan Ferel akan dilakukan nanti malam tepatnya pukul delapan malam.
Namun disaat sekarang seharus nya Keyla merasa bahagia karena nanti malam dirinya akan tunangan, Keyla malah semakin gelisah karena dari tadi malam dirinya tidak menemukan jalan keluar.
Pintu kamar Keyla diketuk oleh pelayan. " Non, sarapannya sudah siap " Ucap bibi pelayan memanggil Keyla.
" I- iya bik.. nanti Keyla turun!! " Serunya menyauti panggilan bibi pelayan dari luar.
" Baik non " Jawab bibi pelayan dan langsung bibi pelayan pergi kebawah untuk memberi tau tuan dan nyonya nya.
Saat ini Keyla sedang melihat isi flashdish yang kemarin malam juga sudah dilihatnya. " Sial! " umpat Keyla dengan kesalnya saat mengetahui polisi sedang menyelediki kasus penculikan Tasya.
" Gue harus gimana? " Tanya Keyla dengan bingungnya kepada dirinya sendiri. " A- apa gue harus.. " Keyla memikirkan cara yang sudah tidak wajar. Dirinya tersenyum smrik karena sudah mendapatkan cara untuk menutupi kesalahan nya.
~ Bersambung ~
jangan lupa di like, and votenya