
Pasti kalian yang baca cerita ini rada - rad bose ya?
Yaudah deh kalau bosen kalian skip aja.
Lanjut yuk ke episode 60. Di like ya jangan cuma dibaca doang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang ini sudah memasuki jam makan siang, setelah Tasya dan Rangga pulang dari memantau proyek danau cosmos Rangga mengajak Tasya untuk makan siang dicaffe.
Hari ini Rangga membawa mobil sendiri, karena supirnya harus mengantarkan mamanya arisan sosialita.
" Aduh Rangga! lo itu kenapa si?! liat nih rok gue ketumpahan saus tomat " Ucap Tasya sebal karena melihat rok nya dihiasi dengan warna merah tomat.
" Ya maaf Tasya. Gue kan ngak sengaja, lagian tadi.. siapa suruh lo nya ngak bisa diem " Ucap Rangga yang sama kesalnya dengan Tasya. Bagaimana tidak sebal padahal tadi dirinya berusaha baik untuk membantu Tasya berdiri dari duduk nya, tapi hal lain malah terjadi botol saus tomat yang belum tertutup malah tumpah dan mengenai rok Tasya akibat siku Rangga yang tidak sengaja menyenggol saus tomat diatas meja.
" Terus gimana dong?.. kan habis dari caffe kita mau lanjut pergi " Tanya Tasya sambil membersihkan roknya dengan tisu.
" Ya.. nanti kita mampir lah kebutik dulu " Ujar Rangga.
" Ish.. elu sih! " Ucap Tasya menyalahkan Rangga lagi. Rangga yang disalahkan hanya bisa diam dan memasang wajah kesalnya. Sumpah demi squidward yang ditakdirin jadi gurita. Rangga baru kali ini merasa sangat kesal saat disalahkan.
" Ayo berdiri " Ajak Rangga sambil menjulurkan kedua tangannya kedepan untuk membantu Tasya berdiri.
" Ish.. ngak usah - ngak usah. Yang ada malah tambah parah rok gue! " Ucap Tasya menolak dengan ketus.
" Yaudah sih.. entar kalau lo jatuh lagi gara - gara lantai basah gue ngak mau bantu " Ucap Rangga sombong sambil melihat Tasya dengan gayanya menyilangkan kedua tangannya.
" Ya, jangan gitu dong.. lo kan tau sepatu heals gue patah " Ucap Tasya tidak terima. Tadi akibat dirinya terpeleset dilantai basah, sepatu heals nya untuk kaki kanan patah dan juga pantatnya sedikit sakit, rok nya juga basah. Tapi untung ada Rangga yang menolongnya berdiri dan mengikat jasnya dipingang Tasya. Kurang apalagi tuh cucuknya squidward.
" Salah lagi!, ni cewek mau nya apasih? " Gumam batin Rangga yang melihat dan mendengar dari tadi dirinya disalahkan.
Rangga menghela nafas kasar nya. Kemudian menjulurkan kedua tangannya kedepan Tasya. " Cepet.. berdiri.. " Perintah Rangga dan Tasya langsung meraih tangan Rangga.
Kemudian setelah itu Tasya berjalan terlebih dahulu tanpa menggunakan alas kaki, karena sepatunya yang tadi sudah dibuang oleh Tasya ke tempat sampah. " Untung aja lo cewek, kalau cowok udah gue giling lu! " Gumam Rangga sebal dan langsung menyusul Tasya yang sudah keluar dari caffe.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesuai ucapan Rangga tadi mereka mampir kebutik yang berada didepan caffe, akan tetapi Tasya yang lebih dulu masuk kesana karena Rangga sedang membelikan dirinya sandal diwarung dekat caffe.
" Pak, saya ini bukan gembel ya! saya mau masuk kedalam " Ucap Tasya sebal karena dirinya dihadang oleh satpam dan dikira gembel. Hanya karena dirinya tidak pakai alas kaki.
" Tapi alas kaki anda mana? tidak ada kan?! " Tanya satpam itu dengan tegas.
" Yaampun pak, bapak tau ngak sih kalau saya ini sekertaris RJA Group. Itu loh pak... perusahaan yang terbesar se Asia " Ucap Tasya menjelaskan panjang lebar.
" Tidak. Saya tidak tau, pasti kamu lagi nipu kan?! " Ucap satpam itu curiga sambil melihat Tasya dari atas kebawah.
" Fitnah dosa loh pak " Ujar Tasya tidak terima karena dirinya dibilang tukang tipu kelas mujaer. Tak lama Rangga datang sambil tergopoh - gopoh dan tangannya juga menenteng sandal jepit bermerek Langit Kenapa. Itu loh gys.. sandal jepit yang pernah dipake sama sehun, warna nya ada yang merah, biru, putih, ijo, oren, dan hitem.
" Ini pake sendalnya " Ucap Rangga dan langsung menaruh sandal itu dibawah. " Kenapa ngak masuk? " Tanya Rangga sambil melihat Tasya yang sedang memakai sandalnya.
" Ini, pak satpam ngak ngijinin " Ucap Tasya sambil menatap satpam itu dengan sebal. Sementara satpam yang ditatap oleh dua orang muda itu sudah memasang wajah menegang.
" Aduh maaf mbak, mari pak ajak sekertaris nya masuk... " Ucap pak satpam itu mempersilahkan Tasya dan Rangga masuk dengan bahasa yang sopan. Tidak lupa satpam Itu juga membukakan pintu untuk Tasya dan Rangga masuk sambil tersenyum ramah.
" Yeah... tadi aja lu bilang gue tukang tipu " Ucap batin Tasya sambil menatap satpam itu tidak suka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya didalam butik para pelayan langsung berjalan kearah Tasya dan Rangga membawakan beberapa jenis rok span untuk kerja.
" Serius gue boleh milih? " Tanya Tasya sambil menatap Rangga dengan wajah yang berbibar - binar.
" Iya. Tapi, gaji lu gue potong " Ucap Rangga melihat dengan tatapan dingin dan serius.
" Ish... kalau gitu ngapain gue beli disini " Ucap Tasya sebal lalu menyilangkan kedua tangannya dan duduk kembali kesofa.
Rangga terkekeh senang, karena mengerjai Tasya. " Gue bercanda kok. Yaudah sana.. kesian mereka dari tadi megangin rok " Ucap Rangga yang merasa kasihan dengan pegawai butik.
" Rangga ganteng deh.. " Ucap Tasya memuji lalu berjalan keruang ganti sambil tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian Tasya keluar dari ruang ganti sambil menenteng paper bag hitam dengan bertuliskan you butique. Rangga melepas pandangannya dari ponsel yang baru saja digunakan. " Eh.. tunggu - tunggu kok berubah ya? " Tanya Rangga didalam hati.
" Lo beli satu stelan? terus baju sama rok lo yang tadi mana? " Tanya Rangga. Tasya yang ditanya seperti itu mengangkat paper bag yang dipegangnya, Rangga pun mengangguk mengerti.
" Terus.. jas gue mana? " Tanya Rangga lagi sambil berdiri dari duduknya dan lanjut berjalan kekasir.
" Gue jadiin satu didalam paper bag. Besok gue bawain kekantor, biar nanti gue bawa pulang buat dicuci " Ucap Tasya sambil berjalan berdampingan dengan Rangga.
" Bagus deh. Jas gue dicuciin sama bidadari " Balas Rangga menggoda Tasya. Tasya yang digoda seperti itu berusaha menahan senyum nya. Eh... tunggu dulu senyum? berarti Tasya dah mulai...
Setelah sampai dikasir Rangga langsung membayar stelan jumpsuit yang baru digunakan oleh Tasya dengan menggunakan kartu kreditnya.
" Terimkasi " Ucap kasir dan dibalas senyuman oleh keduanya.
Setelah keluar dari butik, mereka berdua menyebrang jalan karena mobil Rangga diparkir didepan caffe. Rangga mengenggam tangan Tasya dengan erat. Lalu setelah sampai didekat mobil Rangga membukakan pintu untuk Tasya. Dan mobil mahal itu melaju kemana arah tujuan mereka selanjutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah tiga harian Keyla berdiam diri dirumahnya. Kegiatan nya harus diisi oleh kerja setelah tiga hari itu.
Sekarang dirinya sedang berada distudio foto, untuk pemotretan.
Iya, langkahnya menjadi mobil diulang dan dimulai kembali. Sudah dua jam lebih dirinya berada ditempat pemotretan tapi belum makan siang.
Nampak Ferel kelihatan baru datang disana sambil menenteng kantung plastik berisi makanan dan minuman. Farel tau Keyla hari ini ada jadwal pemotretan karena dirinya lah yang membantu Keyla mencari job pekerjaan.
Pemotretan pun diistirahatkan sebentar. Diruangan khusus untuk Keyla, mereka berdua makan siang disana. " Capek ngak? " Tanya Ferel sambil memperhatikan Keyla yang sedang makan.
Keyla meminum minumannya. " Ngak sih.. soalnya sudah biasa " Ucap Keyla sambil tersenyum kearah Ferel.
Pintu toilet diruangan itu terbuka, telihat seorang wanita paruh baya bergaya pakain mahal keluar dari sana. " Eh.. ada Ferel. Mami kira kamu ngak kesini " Ujar mami Keyla yang juga sekaligus manager Keyla.
" Iya mi, kebetulan tadi Farel ada meeting dideket sini. Jadinya mampir, terus bawain makanan juga buat mami " Ujar Ferel sambil tersenyum.
" Makasi loh.. sudah bawain mami makanan " Balas mami Keyla basa - basi lalu duduk didepan Keyla dan Ferel.
" Sayang.. Aaa.. " Ucap Keyla sambil menyodorkan burger yang baru setengah dimakan oleh Ferel. Ferel langsung membuka mulutnya dan memakan burger itu.
Mami Keyla yang melihat itu hanya bisa tersenyum bahagia melihat anak dan calon mantunya sudah saling menyayangi. Sebenarnya masalah dirinya dengan suaminya belum selesai, maka dari itu sampai sekarang dirinya tinggal dengan Keyla serumah.
~ Bersambung ~
Ahaha bersambung lagi.
Author ganti fisualnya Tasya pake foto yang diatas boleh ngak sih?
Komen ya... like nya juga... rate juga...