My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
22



Reyhan dan Mia melempar bunga kearah tamu undangan beserta keluarga dan teman-teman mereka.


Hap , bunga itu ditangkap oleh tangan laki-laki.


" Ya... selamat ya masnya. Semoga cepat nikah " Ucap Mc.


Mc mendekat kearah orang yang mendapat bunga itu. " Boleh saya tau siapa nama anda? " Tanya si Mc.


" Varo " Jawabnya singkat karena merasa malu dilihat oleh semua orang yang berada dipesta.


" Selamat ya mas Varo , semoga cepat menyusul kedua mempelai " Ucap Mc , Varo yang mendengar itu langsung tersenyum kikuk.


Acara pernikahan pun berlanjut sampai jam sepuluh malam.


Didalam mobil Tasya terus saja tersenyum sambil melihat abang kesayangannya itu.


" Apaan si sya! " Ucap Varo risih ditatap seperti itu.


" Ciee.. yang lagi bentar mau nikah " Goda Tasya.


Mata Varo melirik tajam kearah Tasya. " Nikah Apa nya? , abang aja belum ada pacar! " Ketusnya.


" Iya sih.. belum ada. Tapi... bisa aja kan abang nikah tanpa pacaran " Ujar Tasya.


" Ah... udahlah jangan ungkit-ungkit soal itu! " Ketusnya. Tasya langsung diam karena abangnya saat ini sudah sangat marah.


" salah gue juga si... siapa suru ikut gabung dapetin bunga " .Ucap batin Varo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari telah tiba.


Papa Adi dan mama Erina beserta kedua besannya sedang menyantap sarapan dimeja makan.


" Morning " Ucap Rangga yang baru saja duduk bergabung dimeja makan.


" Morning to " Ucap mama Erina.


Mata Rangga melihat kearah dua kursi kosong disampingnya. " Reyhan sama Mia mama ngak panggil buat sarapan? " Tanya Rangga.


" Harap maklum lah nga , namanya aja pengantin baru " Ujar mama Erina. Rangga mengangguk mendengar jawaban mamanya.


Sarapan pun sudah selesai sekarang waktunya Rangga pergi untuk menemui teman-temannya karena sudah membuat janji bertemu.


" Ma , pa... Rangga pergi dulu ya " Ucap Rangga menemui kedua orang tuanya yang sedang berada ditaman belakang mansion.


" Mau kemana? " Tanya papa Adi.


" Mau kumpul sama temen-temen " Jawab Rangga.


" Dimana? " Tanya papa Adi.


" Di mall pa.. " Jawab Rangga.


" Jangan sampe sore " Ujarnya.


" Iya pa. Yaudah Rangga pergi dulu , assalamualaikum " Pamit Rangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reyhan dan Mia saat ini masi tertidur lelap diatas kasur. Tidur mereka sangat nyenyak mungkin saja ini karena acara resepsi yang selesai nya hampir mendekati jam sebelas malam.


Perut Mia merasa mual dengan cepat dirinya berlari kekamar mandi. Hal yang setiap pagi dirasakannya selama dua bulan membuatnya tersiksa tapi tidak apa-apa ini demi anak yang berada didalam kandungannya.


Reyhan baru saja membuka matanya , dirinya menoleh kearah samping tempat Mia tidur. Tapi tidak ada Mia disana.


Suara Mia terdengar sedang muntah didalam kamar mandi. Dengan cepat dirinya terbangun dari posisi tidurnya dan berjalan dengan langkah yang gontai seperti baru bangun tidur.


Reyhan pernah membaca diinternet kalau pada pagi hari umumnya morning sickness biasa terjadi pada ibu hamil tapi bisa juga terjadi pada siang , sore atau malam. Jadinya Reyhan tidak khawatir dengan keadaan istrinya.


Sesampainya dikamar mandi Reyhan memijit tengkuk istrinya. " Kak , tolong ambilin tisu " Pinta Mia.


Reyhan mengambil kan tisu lalu menyodorkannya kearah Mia.


Mia membasuh wajahnya dan mencuci tangannya. " Gimana sudah enakan perutnya? " Tanya Reyhan saat Mia sudah selesai dengan morning sickness nya.


" Iya " Jawab Mia lemas.


" Mau lanjut tidur lagi? " Tanya Reyhan.


" Ngak, langsung mandi aja kak " Jawab Mia.


" Yaudah aku keluar dulu ya.. " Ujar Reyhan. Lalu dirinya menutup pintu kamar mandi dan menunggu Mia sampai selesai mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepanjang jalan dirinya mejadi pusat perhatian tapi Rangga tetap santai saja berjalan karena ini sudah mejadi hal yang sangat wajar baginya.


Rangga sudah sampai didepan restoran dirinya langsung mesuk kedalam dan mencari teman-temannya.


" Maaf gue telat " Ujar Rangga kepada teman-temannya yang sudah menunggu.


" Ngak papa , kita juga baru nyampe kok " Ucap teman Rangga yang bernama Ken.


" Oh ya.. kenapa lo suruh kita ngumpul disini? " Tanya temannya yang lagi satu bernama Ferel.


" Biasa , apalagi kalau bukan nyusun rencana " Jawab Rangga.


Teman-teman Rangga langsung saling lihat saat Rangga mengatakan rencana. " Kenapa lagi sih hidup lo nga? " Tanya Diki temannya yang lain.


" Iya. Kenapa si hidup lo? " Saut Ferel.


" Biasanya , kalau lo mau nyusun rencana pasti untuk ngejebak saingan lo. Ya kan? " Tanya Ken.


" Biasanya gitu,... tapi sekarang beda " Ujar Rangga.


" Terus siapa? " Tanya Diki.


" Ya siapa?, penasaran gue " Saut Ferel.


" Keyla " Ucap Rangga serius kepada teman-temannya.


Semua teman Rangga yang mendengar nama Keyla nampak langsung berfikir, siapa orang yang bernama Keyla.


" Keyla mantan lo? " Tanya Diki.


" Iya " Jawab Rangga.


" Wah... parah lo, Keyla kan perempuan " Ucap Ferel.


Rangga menatap malas ketemannya yang sangat geser otaknya siapa lagi kalau bukan Ferel. " Iya dia perempuan. Ya kali gue pacaran sama yang sejenis! " Ujarnya.


" Kan siapa tau lo gay " Ucap Farel lagi.


" Gue tendang jatuh lo! " Ucap Rangga nyolot mengancam Ferel.


" Hehe " Tawa Ferel cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Ampun bang jago " Sambungnya lagi.


Diki dan Ken yang melihat kelakuan Ferel juga kesal seperti Rangga. " Terus nga kita haru ngapain? " Tanya Ken.


Rangga melihat ketiga teman nya. " Jebak dia " Ucap Rangga.


" Maksudnya? " Tanya Ken yang masi bingung.


Rangga menghela nafasnya, Rangga menyuruh ketiga temannya untuk mendekat agar dapat mendengar lebih jelas apa maksud dari rencana nya.


" Gila lo!. Jangan main-main deh " Ucap Diki yang kaget dengan ucapan Rangga.


" Ayola... bantu gue " Pinta Rangga.


" Ngak bisa Rangga,... Masa iya salah satu dari kita harus begitu " Ucap Ken yang juga ikut protes.


" Ayola.. dimana rasa pertemanan kalian? " Ujar Rangga memohon.


Ferel melihat Diki dan Ken yang sedang menyilangkan dada ditangan karena tidan setuju dengan rencana Rangga. " Emm.. gue bisa nga! " Ucap Ferel yakin.


Diki dan Ken langsung menoleh kearah Ferel saat Ferel bersedia untuk membantu Rangga. " Hei jangan maen-maen deh!. Lo tau kan kalau akhirnya gimana? " Protes Ken kepada Ferel.


" Iya gue tau. Makanya gue mau " Jawab Ferel lalu menampakan senyumnya kepada Rangga , Diki dan Ken.


" Jangan gila deh rel.. " Ucap Diki.


" Gue ngak gila.. buktinya sekarang gue ada disini sama kalian kan.. " Timbal Ferel kepada Diki.


Rangga senang sekali dengan Ferel yang akan membantu nya. " Serius lo rel? " Tanya Rangga. Ferel mengangguk serius.


" Intinya kalau nanti rencana ini kebongkar,... gue ngak mau tanggung jawab! " Ucap Ken.


" Gue juga " Sambung Diki.


Rangga melihat Ken dan Diki lalu memalingkan pandangannya kearah Ferel. " Ferel memang teman... terbaik gue " Ucap Rangga lalu tersenyum.


" Iya dong... Ferel gitu loh " Ucap Ferel sombong.


~ Bersambung ~