
Saat Rangga ingin membuka engsel pintu terdengar suara Zergan. " Tunggu!! " Teriak Zergan sambil berlari membawa barang Tasya yang tertinggal.
Rangga menoleh kearah Zergan. Rangga menghela nafasnya. " Ngapain sih pake nyusul kesini " Ucap Rangga malas.
" Hah.... " Suara Zergan yang lelah berlari. " Ini.. barang Tasya yang ketinggalan " Ucap Zergan memberikan kepada Rangga dan langsung berjalan kearah kursi panjang rumah sakit untuk beristirahat karena lelah.
" Ngapain sih lo nyusul kesini? " Tanya Rangga.
" Kan gue mau ngasi barangnya Tasya " Jawab Zergan.
" Oh ya,.. keadaan Tasya gimana? " Tanya Zergan penasaran.
" Baik " Jawab Rangga singkat.
" Cuma itu doang jawaban lo " Ketus Zergan kesal terhadap Rangga yang menjawab singkat.
" Hmmm " Setelah menjawab itu Rangga langsung masuk kedalam dan meninggalkan Zergan sendiri didepan kamar Tasya.
" Woii terus gue gimana ini!! " Teriak Zergan dari luar. Rangga yang mendengar itu dari dalam kamar Tasya tidak mendengarkannya melainkan Rangga hanya memutarkan kedua bola matanya malas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam kamar rumah sakit.
Rangga menaruh barang Tasya yang tertinggal diatas meja. Rangga melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul sembilan malam lebih.
Rangga merebahkan tubuhnya disofa rumah sakit. Dirinya tersenyum smrik memikirkan perbuatan Keyla yang sudah terlewat batas. " Rencana akan segera dimulai " Ucap Rangga.
Ditempat lain tepatnya didalam kamar , Keyla sedang melihat dirinya dikaca. " Apa perbuatan gue ini bener? " Tanya Keyla terhadap dirinya sendiri didalam hati.
Keyla memikirkan apa yang sudah direncanakan nya. Ada sedikit rasa menyesal didalam hatinya tapi dengan cepat dirinya membuang fikiran itu. " Ngak.. intinya ini semua gara-gara perempuan itu.. " Ucap Keyla.
" Keyla...! " Panggil maminya dari luar.
Keyla membuka pintu kamarnya. " Ada apa mi? " Tanya Keyla.
" Astaga sayang,... kamu kenapa belum dandan yang cantik? " Heran mami Keyla melihat keadaan putrinya yang hanya memakai piyama.
Keyla menegerutkan dahinya. " Dandan? memangnya untuk apa mi? " Tanya Keyla balik dengan heran.
" Kamu belum dikasi tau sama kakak kamu? " Tanya mami Keyla.
" Tentang? " Tanya Keyla yang semakin bingung.
Muka mami Keyla sekarang sudah marah karena bisa-bisanya anak lelaki nya itu tidak memberitau adiknya bahwa malam ini akan ada acara.
" Yaudah.. intinya siap-siap aja dulu. Pakai baju yang bagus! " Ucap mami Keyla lalu pergi meninggalkan Keyla yang masi bingung mengartikan perkataan nya.
" Tapi mi- " Prak.. pintu langsung tertutup sebelum Keyla menyelesaikan kalimatnya.
" Mami apaan si,.. disuru siap-siap tapi ngak ngasi tau konsepnya apa " Ujar Keyla yang kesal dengan mami nya.
Sebuah mobil mewah memasuki halamam rumah Keyla. Keyla mendengar bahwa ada suara mobil yang masuk, dengan segera dirinya berjalan kearah jendela untuk melihat siapa yang datang.
Terlihat dari dalam mobil turun seorang pria yang menggunakan jas beserta dua orang paruh baya beserta dua orang perempuan yang menggunakan pakaian elegan dan modis.
" Sebenarnya ada apa si? " Tanya Keyla heran sambil melihat tamu yang datang kedalam rumahnya.
Tak lama setelah itu datanglah lagi satu mobil mewah yang memasuki halaman rumah Keyla. Keyla semakin penasaran, tentang apa yang akan terjadi malam ini dirumahnya dengan tamu yang banyak.
" Arisan? Tapi.. mana mungkin mami arisan jam segini " Ucap Tasya berfikir keras.
Tok..Tok..Tok..
Suara pintu diketuk dari luar. " Non.. bibi bawain non baju " Seru si pelayan yang bertugas membawa baju untuk acara malam ini.
" Non,... ini gaun dari nyonya " Sambil memberikan gaun yang masi tergantung dihanger dan dibungkus dengan plastik khusus baju.
Keyla melihat gaun yang masi dipegang oleh pelayan rumahnya. " Bibi,... ngak salah.. kan. Suruh key pakai gaun ini? " Tanya Keyla yang masi bingung.
" Iya non bener..! ini gaun yang non harus pakai..! " Ucap pelayan meyakinkan Keyla.
" Yaudah bi.. taruh aja disitu " Ucap Keyla menujuk kasurnya. Pelayan itu pun manaruh gaun yang dibawanya, setelah itu pergi kebawah.
Kedua orang tua Keyla beserta kakak laki - laki Keyla menyambut kedatangan tamu mereka malam hari ini dengan hangat.
" Mari masuk.. " Ucap mami Keyla mempersilahkan tamunya masuk.
Semua tamu pun masuk kedalam rumah Keyla yang berdesain modern. Barang - barang yang dibawa oleh mereka ditaruh diatas meja yang sudah disediakan khusus.
Semua tamu langsung dipersilakan untuk duduk dimeja makan.
" Keyla mana? " Tanya wanita paruh baya yang menjadi sahabat dari mami Keyla.
" Ada kok,... lagi sebentar turun " Ucap Mami Keyla.
Tak beberapa lama turun lah Keyla memakai gaun yang sudah disiapkan maminya, Keyla melihat dari atas tangga dan berfikir bahwa ada acara makan malam.
Tapi menurut Keyla gaun yang digunakannya tidak cocok untuk acara makan malam, Keyla berfikir dia bisa saja memakai pakaian yang lebih santai dan tidak harus seperti orang akan pergi ke pesta.
Semua orang yang berada dimeja makan pun melihat Keyla yang sedang berjalan ditangga. Setelah sampai dimeja makan Keyla menampakan senyum ramahnya kepada tamu yang datang kerumahnya.
" Nak Ferel perkenalkan ini anak tante.. namanya Keyla " Ucap Mami Keyla memperkenalkan Keyla.
Ferel yang melihat Keyla tersenyum tipis tak bisa diartikan. Sedangkan Keyla mulai bingung, kenapa bisa maminya memperkenalkan namanya kepada laiki-laki yang dilihatnya memakai jas tadi.
Para pelayan datang membawa makanan. Banyak sekali makanan yang dihidangkan dimeja makan, semuanya pun terlihat mengiurkan dan tidak seperti biasanya dimeja makan dihidangkan makanan yang keluar dari menu keluarga Keyla.
" Mari silakan dimakan... " Ucap mami Mia mempersilahkan kepada tamu nya yang datang.
Acara makan malam pun berjalan lancar dengan adanya obrolan dari orang tua Keyla dan orang tua Ferel. " Hari apa kira - kira pertunangan nya..? " Ucap Ayah Ferel.
Keyla yang mendengar ucapan pertunangan langsung tersedak saat makan, Ferel yang melihat itu dengan sigap menyodorkan air minum kearah Keyla.
" Pelan - pelan dong sayang.. " Ucap mami Keyla.
Keyla mengangguk dan langsung mengelap mulutnya. " Maaf mi.. " Ucap Keyla, Maminya hanya tersenyum sebagai jawaban.
" Mungkin... sekitar seminggu, atau lima hari lagi bisa " Jawab papi Keyla kepada ayah Ferel.
" Gimana rel.. setuju..? " Tanya ayah Ferel.
" Lebih cepat lebih bagus yah.. " Jawab Ferel.
Sungguh Keyla tidak mengerti kemana arah pembicaran saat ini, dirinya tidak mengetahui siapa yang akan bertunangan dan siapa yang menjadi mempelai wanita.
" Gimana key... kamu setuju? " Tanya balik papi Keyla.
Keyla menatap papi nya dengan tatapan terkejut. Karema kenapa dia yang harus ditanya. " Setuju?. Maks- " Belum saja selesai ucapannya papinya sudah memotong ucapan nya dan berbicara hal yang belum diputuskan oleh nya.
" Ya.. karena Keyla sudah setuju,... jadi sekitar seminggu saja persiapan nya " Ucap papi Keyla seenak nya menjawab. Padahal Keyla tidak memberikan jawab dia setuju.
Wajah Keyla terlihat tidak terima dengan keputusan papinya, dibawah meja kedua tangannya menggepal. Baru saja dirinya melakukan rencana tapi kenapa malah rencana sudah akan hancur begitu saja karena sebuah perjodohan yang dia tidak tau.
~ Bersambung ~
Maaf lama update kemarin sibuk