My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
20. The Wedding



Rangga sangat kenyang oleh bekal makanan yang dibawakan Mia adiknya. " Enak sekali. Kenapa kamu pintar masak sih? " Tanya Rangga.


" Kan Mia perempuan kak , jadi.. Mia harus pintar-pintar masak " Jawab Mia.


Rangga mengangguk dengan jawaban adiknya. " Ngomong-ngomong kamu kenapa ngak ikut sama Reyhan pergi ? " Tanya Rangga.


Mia mengernyitkan keningnya. " Pergi ? , memangnya kak Reyhan pergi kemana? " Tanya Mia bingung.


Rangga juga ikut bingung. " Lah , memangnya.. kamu ngak diajak sama dia ? " Tanya Rangga.


" Ngak " Jawab Mia.


Tasya saat ini sedang berada didalam ruangan bosnya , setelah mendapatkan informasi melalui telepon. " selamat siang mbak Mia " Ucap Tasya menyapa sambil membungkuk dan tersenyum ramah.


" Siang kak " Jawab Mia yang juga ikut tersenyum ramah.


" Ada apa? " Tanya Rangga.


" Pak Rama sebentar lagi akan kesini , katanya.. dia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan bapak " Ujar Tasya memberi tau.


" Baiklah , kalau begitu kembali keruangan mu " Suruh Rangga.


Tasya menundukkan badannya lalu pergi kedalam ruangan nya dan mengerjakan kembali pekerjaan kantor yang sempat tertunda.


" Dek , kamu pulang aja ya.. kakak ada meeting " Suruh Rangga.


Mia mengangguk sambil tersenyum dan memasukan ponselnya kedalam tas kecil slempang yang dipakainya. " Kalau gitu Mia pulang dulu,... semangat kerjanya ! " Sambil mengangkat tangan kanannya sebagai ucapan semangat.


" Hati-hati ya. Maaf kakak ngak bisa nganterin kamu " Ucap Rangga yang sudah berdiri disebelah adiknya.


Mia mengecup pundak tangan kakak nya dan setelah itu pergi meninggalkan ruangan kakak nya untuk pergi kelantai bawah dan kembali pulang kemansion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


05 : 00 .


Dielusnya pipi Mia oleh mama Erina. Mia yang masih tertidur nyenyak merasa terganggu akan elusan tangan mamanya. " Sayang bangun " Ucap mama Erina.


Mia sulit membuka matanya saat mendengar suara mamanya . " Sepuluh menit lagi ma " Ucap Mia sambil memeluk guling dan meringkuk didalam selimutnya.


Mama Erina tidak habis fikir oleh kelakuan anak perempuan nya ini bisa - bisanya dia tidak bangun padahal sekarang adalah hari pernikahan nya.


" Mia.. bangun sayang ! " Ucap nya lagi , karena ucapan nya yang pertama tidak dituruti.


" Sepuluh menit lagi ma.. " Ucap Mia dengan suara yang mengantuk.


Mama Erina menghela nafasnya dan berdiri dari posisi duduknya. " Yasudah. Kalau nanti pas akad kamu tidak dandan mama ngak tanggung ! " Tegas mama Erina.


Mia yang masi erat memeluk gulingnya dan masi berada didalam selimut langsung membuka matanya setelah mamanya mengatakan akad. Dibuka nya selimut putih yang menutup dirinya , dirinya langsung duduk diataa tempat tidur.


" Tidur aja sana !. Ngak usah bagun sekalian ! " Hardik mama Erina yang sudah kesal dengan putrinya. Sebelum menikah saja dirinya bermalas-malasan apalagi nanti kalau sudah menikah.


Mia tersenyum kearah mamanya yang sedang marah sambil menyilangkan kedua tangannya didada. " Maaf ma Mia lupa " Ucap Mia sambil tersenyum cengengesan.


" Yaudah sana cepet mandi ! " Suruh mama Erina agar waktu tidak semakin sedikit.


Mia mengangguk dan turun dari tempat tidur kemudian masuk kedalam kamar mandi. Omelan mama memang terdebest : ) .


Didalam kamar mandi Mia tidak langsung mandi melainkan dirinya berkaca terlebih dahulu dicermin. " Besok kamu sudah mempunyai suami " Ucap Mia berkaca dengan ekspresi yang malas. Tidak disangka dirinya akan menikah diumur sembilan belas tahun dan lebih tidak menyangka lagi bahwa dirinya hamil.


Suara guyuran shower sudah terdengar didalam kamar mandi. Dua puluh menit kemudian Mia keluar dari dalam kamar mandi sambil memakai handuk yang menutupi seluruh tubuhnya.


" Semangat Mia ! " Ucapnya menyemangati dirisendiri sambil berkaca dimeja rias.


Selesai sudah dirinya memakai pakaian serta melaksanakan shalat subuh dan sekarang dirinya sedang menyisir rambut didepan cermin meja riasnya.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu disela-sela dirinya menyisir rambut. " Masuk..!! " Teriaknya dari dalam kamar.


Empat orang yang bertugas untuk mendandani dirinya masuk bersama mamanya. " Pagi mbak " Ucap si penata rias yang ber make-up sudah seperti dirinya saja yang akan menikah hari ini.


Mia tersenyum sambil mengangguk. " Pagi " Ucap Mia menyauti ucapan si penata rias.


" Kita make-upin dulu ya mbak " Ucap si penata rias.


" Mi.. mama kebawah dulu , nanti mama kesini lagi kok " Ucap mama Erina memberitau. Mia menjawab dengan anggukan , mama Erina pun pergi meninggalkan Mia dengan para penata rias.


Lama proses make-up berlangsung dari pukul lima pagi sampai pukul tujuh pagi. Mia sudah sangat bosan dan lelah karena dari tadi dirinya hanya duduk saja , belum lagi dirinya merasa agak risih dengan si penata rias yang dari tadi mengajaknya berbicara tiada hentinya.


" Bagaimana mbak berlin ? " Tanya mama Erina yang melihat anaknya masi di make-up.


" Oh... tinggal dua menit lagi selesai kok jeng " Ucap penata rias bernama berlin.


Mama Erina mengangguk mengerti , setelah itu dirinya pergi melihat putrinya yang masi dimake-up. " Ish... lama banget sih ! , ngak tau apa kalau ini sudah kesemutan ! " Geram Mia dalam hati.


Mia mencoba untuk tersenyum seolah baik-baik saja kepada mamanya.


" Sudah selesai ya mbak make-up nya " Ucap berlin.


Mia menghela nafas leganya. " Akhirnya.. penderitaan ini berakhir " Ucap Mia lega.


" Ayo mbak ikut saya , untuk memakai kebayak serta roknya " Ucap asisten penata rias.


Mia mengikuti langkah kaki asisten penata rias itu sampai keruang ganti pakaian dikamarnya. Tiga menit kemudian Mia sudah keluar dari dalam ruang ganti pakaian dengan stelan kebayak serta rok yang bermotif batik.


Sekarang adalah proses pemakaian sanggul , Hanya membutuhkan waktu lima menit sanggul pun sudag dipasang dikepalanya.


" Cantiknya anak mama " Puji mama Erina sambil tersenyum. Mia adalah gambar waktu dirinya menikah dengan papa Adi , sangat persis sekali itu yang dilihatnya.


Mia tersenyum mendengar pujian itu. Mbak berlin si penata rias beserta para asisten nya sudah pamit untuk pulang sisalah Mia , mama Erina beserta Bunda Reyhan.


" Acaranya belum dimulai kan ma? " Tanya Mia.


" Iya belum. Kenapa memangnya ? " Tanya mama Erina balik.


" Ngak kenapa-kenapa " Jawab Mia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Acara sudah dimuali sekarang adalah tepat jam sembilan pagi pas , semua anggota keluarga beserta para tamu undangan sudah duduk diarea ruang tamu mansion yang telah diubah menjadi tempat pernikahan yang sangat megah.


Rangga yang ditunjuk menjadi saksi mempelai wanita juga merasakan gugup yang luar biasa. Yang nikah siapa yang gugup siapa. " Awas lo salah sebut " Ancam Rangga berbisik kearah telinga Reyhan.


Reyhan yang mendengar itu menatap sinis kearah Rangga sekaligus calon kakak iparnya. " Tenang aja " Ucap Reyhan yang sangar yakin kepada dirinya.


" Silahkan anda berdua saling menjabat tangan " Ucap bapak penghulu kepada Reyhan dan papa Adi.


Jangtung Reyhan berdebar kencang saat akan menjabat tangan papa Adi. " Yok bisa rey bisa " Ucap nya menyemangati didalam hati.


" Kita mulai ya " Ucap penghulu.


Acara ijab kabul pun dimulai setelah mengucap semua kata-kata sambil mengenggam tangan mertuanya akhirnya dalam satu tarikan nafas Reyhan berhasil menyelesaikannya.


" Sah !! " Semua orang bersorak ketika Reyhan telah berhasil mengucapkan kata-kata ijab kabul.


Mia beserta mama dan calon mertuanya yang mendengar ucapan sah dari dalam kamar Mia merasa bahagia , Mia yang awalnya terpaksa dengan pernikahan ini namun sekarang hatinya sudah sedikit terisi oleh cinta serta perhatian yang diberikan Reyhan kepadanya.


Reyhan tersenyum bahagia sekarang rasa gugupnya sudah hilang dan hanya tergambar senyuman diwajahnya. Mepelai wanita pun turun dari atas tangga bersama Mama Erina dan bundanya Reyhan.


Reyhan terpaku melihat keanggunan dan kecantikan Mia ketika menurunk tangga bersama mertua dan Bundanya.


Mereka berdua menandatangani surat nikah dan berfoto memamerkan buku surat nikah serta cincin yang melekat dijari manis mereka. Senyuman Tergambar di wajah keduanya apalagi pada saat Reyhan mencium kening Mia dan Mia mencium punggung tangan Reyhan.


" Hei bro.. sekarang gue kakak ipar lo " Ucap Rangga senang karena adiknya menikah dengan sahabatnya sendiri.


" Ngak nyangka lo kakak ipar gue sekarang. Oh ya... lo kapan nyusulnya ? " Tanya Reyhan.


Rangga yang mendengar pertanyaan itu tersenyum kepada Reyhan. " Bentar lagi " Jawab Rangga enteng.


" Omaigatt,.. ternyata sudah ada calon nya " Ucap Reyhan menggoda Rangga.


Rangga yang digoda seperti itu merasa ingin menampar wajah mulus adik ipar nya itu. " Diam ! " ketusnya dan langsung pergi meninggalkan Reyhan berdua dengan Mia.


Reyhan dan Mia tertawa mendengar ucapan kakaknya yang menyuruh Reyhan untuk diam. Reyhan mentap wajah Mia yang masi tertawa. " Gimana senengkan kamu karena sudah jadi istri aku " Ucap Reyhan menggoda Mia sambil tersenyum.


Mia yang semula tersenyum merubah mimik wajah nya menjadi datar. " Apaansih " Ucap Mia.


Reyhan melihat kalau Mia saat ini sedang gengsi untuk mengakuinya. " Capek ngak ? " Tanya Reyhan lagi.


" Capek lah , dimake-up in aja sampai dua jam lebih " Jawab Mia.


Reyhan mengangguk mengerti. " Yaudah nanti bobonya aku peluk biar ngak cape " Ucap Reyhan yang masi menggoda Mia.


Mia berusaha untuk menahan senyumnya. " Males " Jawab Mia gengsi.


" Kok males sih " Ucap Reyhan. " Jangan males dong kan nanti malam mau usaha lagi aku " Sambung Reyhan sambil tersenyum jahil.


Mia mengernyitkan keningnya , dirinya tidak mengerti apa maksud Reyhan saat ini. " Usaha ? "Ucapnya bingung.


" Itu lo... kaya kita lakuin dihotel " Ucap Reyhan menggoda Mia.


Wajah Mia sudah merah seperti tomat sekarang , bisa-bisa nya Reyhan mengucapkan itu padahal masi banyak orang disini. Akhirnya Mia pergi meninggalkan Reyhan karena wajahnya sudah memerah seperti tomat.


Tidak sengaja disatukan oleh sesuatu hal yang belum halal. Namun sekarang mereka sudah menjadi halal dan sah untuk mengarungi bahtera rumah tangga.


~ Bersambung ~