
Ferel sudah masuk kedalam rumah Keyla ditemuinya mami Keyla yang sedang membawa buah sambil berjalan.
" Morning tante " Ucap Reyhan menyapa si calon mama mertua.
Mami Keyla yang mendengar bahwa ada suara yang tidak asing dipendengaran nya langsung menoleh, namun masi melanjutkan langkah kakinya kearah sofa ruang tamu untuk menaruh buah yang dipegang nya ke atas meja.
" Eh ada Ferel, Ferel kapan datengnya? " Tanya mami Keyla terhadap Ferel dengan senyum ramahnya.
" Barusan kok tan, oh ya.. Keyla nya ada? " Tanya Ferel terhadap mami mertua, karena hari ini dirinya akan pergi mengajak Keyla jalan - jalan.
" Ada tuh didalem " Jawab mami Keyla, mami Keyla pun menyuruh pembantu nya untuk membangunkan Keyla yang masi tertidur pulas dikamar nya. " Bik! tolong bangun Keyla! " Teriak simama dari posisi duduknya.
Ketukan pintu sudah beberapa kali diketuk oleh pembantu namun masi belum ada jawaban yang diucapkan dari siempunya kamar. " Non! ada den Ferel nunggu dibawah ni! " Ucap si pembantu dengan suara lantang.
Keyla yang mendengar suara si bibik pembantu dari luar sudah dari tadi sebenarnya bangun saat pintu diketuk pertama kali. " Ish.. males banget gue ketemu sama tu moncong rusa! " Ucap Keyla yang malas dan masi mengantuk.
" Non den fer- " Ucapan si bibik pembantu terhenti ketika pintu sudag dibuka dari dalam oleh orang yang dari tadi dibangunkan nya.
" Iya bik, Keyla denger kok! " Ucap Keyla lalu memasang senyum kecut nya, sungguh ini adalah hari yang paling membuat moodnya rusak.
" Bilang sama mami, Keyla dua menit lagi turun " Isi pesan Keyla, lalu pintu pun ditutup oleh Keyla dengan mengacuhkan si pembantu yang masi diam berdiri didepan pintu. Tidak biasanya Keyla seperti itu terhadap orang yang lebih tua darinya apalagi tadi yang membangunkannya adalah orang yang merawat nya dari kecil.
Pembantu yang masi berdiri didepan pintu itu geleng -geleng kepala terhadap sikap Keyla yang tidak seperti biasanya. " Wis nasib,... diginiin " lalu pembantu itu turun kebawah untuk memberi tau nyonya nya.
Mami Keyla yang sudah diberitau isi pesan Keyla mengangguk mengerti. " Eh, nak Ferel mau makan apa? sementara nunggu si keyla turun " tawar mami Keyla kepada Ferel.
Ferel tersenyum dengan tawaran mami mertua nya. " Ah, ngak usah deh tante, soalnya nanti juga sama Keyla mau makan direstoran " Ucap nya berbohong, padahal sebenarnya mereka tidak ada pernah berkata akan makan direstoran.
Dua menit pun telah berlalu, Keyla yang masi memakai baju tidur dengan motif bunga turun dengan wajah natural yang tanpa polesan make-up namun sudah dicuci dengan sabun cuci muka. Yakali ngak kan, namanya cewe mana bisa ketemu cowo dengan wajah yang kaya bantal.
" Ngapain lo kesini? " Ketus Keyla dengan posisi duduk menyilangkan kaki dan tangannya, tidak lupa pula dengan tatapan yang menjengkelkan.
Mami Keyla menyikut Keyla karena berbicara dengan nada dan sikap seperti itu. " Kalau mau jadi istri itu, yang bener sikapnya! " bisik mami Keyla.
Ferel yang melihat kelakuan ibu dan anak itu hanya diam karena mendengar apa yang dibisikkan oleh mami mertuanya kepada calon istrinya.
Keyla yang mendengar bisikan maminya tidak ambil pusing dengan apa yang ucapkan oleh maminya itu. " Diem lagi lo! ditanya itu dijawab kenapa si! " Sarkas nya lagi.
Mami Keyla melototkan matanya dan mencubit Keyla karena tidak patuh terhadap apa yang disampaikan dirinya tadi. " Ish,... sakit tau ma! " protes Keyla sambil mengosok - gosok bekas cubitan maminya.
" Ehm, nak Ferel maafin Keyla ya. Maklum kan Keyla baru bangun tidur " Ucap mami Keyla yang malu dengan sikap anaknya, padahal orang yang mencarinya adalah calon suaminya.
" Ah, iya tante ngak papa kok. Saya kesini cuma mau ngajak Keyla jalan - jalan kepantai aja " Ucapnya sekaligus menjawab pertanyaan Keyla yang tadi.
Keyla menaikan alisnya begitu mendengar apa alasan Ferel datang kerumahnya sepagi ini. " Idih, mimpi apa lo ngajak gue kepantai? " Tanya Keyla dengan sinisnya dan nada bicara yang tidak sopan.
Benar mami Keyla sudah dibuat sangat marah dengan kelakuan anaknya yang satu ini. " sudah diberitau tapi tidak nurut, dasar anak muda " ucap batin mami Keyla
" Yaudah sana! kamu siap - siap! " suruh mami Keyla, karena Keyla yang masi saja duduk diam dikursi padahal sudah tau akan pergi kemana.
" Ngapain mi? ogah banget key jalan - jalan sama moncong rusa! " Ucapnya. Bagaikan rumah yang kebakaran telinga kanan dan kiri mami Keyla menjadi panas mendengar ada kalimat moncong rusa diucapan si anak.
" Ngelunjak kamu ya! siapa yang kamu sebut moncong rusa! " Marah mami Keyla, Tangan kanan mami Keyla sudah tidak bisa dikontrol saat ini dirinya mencubit putri kesayangannya itu dibagian lengannya yang tentu saja menciptakan warna merah yang sangat sempurna. Kulit yang awalnya seputih susu kini telah berubah menjadi kulit yang memiliki noda merah.
Keyla meringis kesakitan saat maminya mencubit dirinya, Keyla mengelus - elus bekas cubitan maminya dengan telapak tangannya. " Ish.. mami, sama anak sendiri KDRT! " Ucapnya yang marah dengan sikap si mami yang mencubitnya. Namun simami malah memasang raut wajah yang judes setelah berhasil mencubit dirinya.
Ferel yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menahan senyum dan tawanya, dirinya sangat menjaga imege dia tidak mau kalau kepribadian nya yang kocak nan lembut ditau begitupun dengan rencana awalnya akan mempersunting Keyla.
Karena menyadari arti tatapan maminya dengan segera Keyla berlari kearah kamarnya menaiki anak tangga, karena kalau sampai dirinya tidak masuk kedalam kamarnya dan segera bersiap maka perabotan rumah yang akan melayang.
Beberapa menit telah berlalu Keyla sudah siap dengan pakainnya yang casual, cantik itulah kata yang dapat mendefinisikan dirinya. Bagaimana tidak cantik dirinya adalah seorang model peraga busana yang terkenal.
" Ngak " Jawab Ferel dan langsung menghapus
raut wajahnya yang begitu mengagumi calon istrinya dengan senyuman.
" Yaudah ayo jalan! " Ucapnya dengan nada yang ngegas, tapi untunglah disana tidak ada maminya jadi dirinya bisa berbicara dengan nada seperti itu.
Mereka berdua keluar jalan - jalan setelah berpamitan dengan papi Keyla yang masi merawat tanamannya didepan pekarangan rumah, sedangkan mami Keyla tadi mendadak harus pergi karena ada sesuatu dan lain hal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rangga yang baru saja pulang dari rumah sakit berjalan masuk kedalam rumahnya dengan badan yang terasa sakit karena tidur disofa. " Meski ketukang pijet ni kayanya " Ucapnya sambil memijit bahu sebelah kirinya.
Mama Erina yang tengah sibuk mengatur meja makan dengan masakannya melihat anaknya itu yang baru saja pulang dari rumah sakit. " Makan dulu kak " Ucap mama Erina memanggil Rangga dengan sebutan kakak, entah kesambet apa mama Erina berkata seperti itu.
" Ntar aja ma, Rangga masi ngantuk " Jawab Rangga, lalu menaiki anak tangga untuk berjalan kekamarnya.
Setelah sampai dikamar dirinya langsung tewas seketika ditempat tidur dengan tidak menganti pakaiannya yang kemarin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sampai dirumah Tasya langsung memberi makan kucingnya yang kelaparan, karena sejak kemarin tidak diberi makan.
Pesan singkat muncul diponselnya, siapa lagi kalau bukan sahabatnya. " Tasya gimana kabar lo " Isi pesan yang Tasya baca.
" Baik " Jawab Tasya.
" Gue lagi otw kerumah lo " isi pesan yang selanjutnya terkirim.
" Oke, ditunggu " jawab tasya dan mengirim pesannya.
Inggin sekali dirinya bertemu dengan sahabatnya itu, karena sudah lama semenjak dirinya diantar pulang mereka tidak lagi bertemu dan hanya bisa mengirim pesan saja untuk berkomunikasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pantai yang sangat indah menjadi tujuan wisata Ferel dan Keyla. Anggin dan aroma ombak sudah tercium saat Ferel memarkirkan mobilnya.
" Yuk! " Ajak Ferel ketika sudah turun dari dalam mobilnya.
Ferel dan keyla berjalan kearah pantai layaknya seperti orang yang berpacaran, banyak orang yang pangling dengan pesona yang mereka miliki.
Mereka duduk berhenti dimeja tempat memesan makanan, karena Ferel tau kalau Keyla belum makan.
Ferel yang dari tadi melihat tatapan Keyla kearah ombak dan pasir pantai bertanya " Mau main air ngak? biar tasnya gue pegangin " Tawar Ferel.
" Lo kira gue bocil apa! Ogah gue mah main air " Ucap nya berbohong padahal dirinya sangat menginginkan bermain didekat ombak dan merasakan pasir pantai.
" Memangnya bocil doang gitu yang boleh main air? " Tanya nya.
" Ya ngak juga, tapikan- " Keyla malas melanjutkan kalimatnya karena bertolak belakang dengan keinginannya yang sangat menyukai pantai dibandingkan mall.
" Tapikan lo mau main air kan, udahlah ngak usah gengsi! kalau mau ngak papa biar sini gue aja yang bawa tasnya " Tawanya lagi karena melihat tatapan Keyla yang sangat ingin turun kebawah merasak air dan pasir pantai.
" Ah, yaudah iya gue mau turun! nih tas gue " Ucapnya pasrah lalu menyodorkan tas selempang kecilnya kepada Ferel.
Ferel turun lebih dulu kebawah kemudian keyla menyusul, dan yang pastinya Ferel membantu Keyla untuk turun melalui tangga yang terbuat dari bebatuan pantai yang memiliki ukuran besar, tangan mereka saling berpegangan karena disitu tidak ada pembatas yang bisa melindungi para pengunjung
lanjut nanti ya.
~ Bersaambung ~