My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
37



Dari arah depan ada seorang pelayan yang sedang mendorong meja, meja dorong itu sudah diisikan makanan dan minuman untuk tamu. Saat Tasya dan pelayan pria itu berpapasan masih belum ada hal yang menghentikan.


" Kayak pernah liat, tapi.. dimana ya? " Ucap Tasya berfikir seolah sudah pernah bertemu dengan pelayan yang baru saja lewat didepan nya. Ah tapi Tasya membuang lagi fikirannya itu karena mungkin saja dia salah.


Namun, saat sudah mengingat dan wajah pelayan itu tidak asing baginya, Tasya menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. " Tunggu! " Ucap Tasya memanggil pelayan itu.


Pelayan yang dipanggil menghentikan langkahnya dan membalikan badannya begitu juga dengan meja dorong yang sudah berisikan makanan dan minuman.


" Iya nona, ada yang... " Pelayan itu menghentikan ucapannya begitu mengetahui siapa yang memanggil nya tadi.


Tasya terkejut begitu melihat wajah pelayan pria itu, sama hal nya juga dengan pelayan itu ia terkejut begitu mengetahui itu adalah Tasya si eneng geulis.


" Abang ojol? " Ucap Tasya bertanya.


" Neng Tasya? " Ucap abang ojol yang bernama Fahri itu namun disertai dengan logat sundanya yang khas.


Setelah itu Fahri berlari menghindari Tasya dan meninggalkan meja dorongnya disana, saat ini Fahri dihantui rasa bersalah dan dihantui rasa cemas. Bagaimana tidak, dirinya kan terlibat atas kasus yang sedang diselidiki polisi saat ini.


" Tunggu bang! " Panggil Tasya saat melihat Fahri berlari.


Namun Fahri tidak juga berhenti berlari, akhirnya Tasya ikut juga berlari menyusul Fahri. " Bang, tunggu bang..! " Panggil Tasya sambil berlari menggunakan long dres dan sepatu high heals nya.


Sungguh Tasya sangat kerepotan berlari mengejar Fahri karena pengaruh baju dan sepatu healsnya, apalagi ditambah dengan para tamu yang begitu banyak. Sehingga Tasya harus berlari ditengah - tengah kerumunan tamu yang sedang berbincang - bincang.


Tapi tiba - tiba tangan Tasya ditarik saat sedang berlari. Tasya terhuyung karena keseimbangan badannya tidak dapat disesuaikan, hap.. untung saja Rangga langsung menangkap Tasya dengan cara meraih pinggangnya agar tidak terjatuh.


Mata Tasya dan Rangga saling beradu pandang saat tangan Rangga sudah memegang pinggang Tasya. Namun dari kejauhan terlihat Diki yang berjalan kearah mereka.


" Wih,.. cantik juga ya pacar lo " Ucap Diki melihat wajah Tasya. Seketika adegan romantis antara Tasya dan Rangga terhenti.


Tasya pun langsung kembali keposisi berdiri tegap, situasi canggung terasa diantara Tasya dan Rangga. Rangga berdehem. " Lo bilang apa tadi? " Tanya Rangga kepada Diki.


" Pacar lo cantik " Jawab Diki sambil tersenyum kearah Tasya.


" Pacar dari mananya! orang dia sekertaris gue! " Ucap Rangga kesal.


Mata Diki langsung memancarkan cahaya bintang saat mengetahui Tasya ini adalah sekertaris Rangga. " Wih, boleh dong kalau gitu jadi pacar gue " Ujar Diki sambil tersenyum - senyum menatap wajah Tasya yang cantik.


Sementara Tasya yang ditatap seperti itu merasa jijik, dirinya tidak suka ditatap oleh laki - laki seperti itu. Apalagi tadi Diki berujar bahwa Tasya boleh menjadi pacarnya. Jangan coba - coba.


Rangga yang mendengar bahwa Diki akan menjadikan Tasya pacarnya langsung memasang raut wajah tidak suka, hatinya juga terasa panas. " Pacar, pacar.. dia ini masi bocil tau " Tasya laangsung menatap bosnya karena sudah mengatainya bocil.


" Apa - apaan dia bilang gue bocil! " Ucap batin Tasya.


" Seumuran mia kah? " Tanya Diki sambil menatap Tasya dari bawah sampai atas rambutnya.


" Begitulah " Jawab Rangga berbohong. " Ya kan cil? " Lanjut Rangga bertanya kepada Tasya sambil tersenyum.


Tasya memperhatikan bosnya sebentar setelah mendengar kalau dirinya merasa dipanggil, ya.. walaupun dengan embel - embel nama bocil, lalu menampakan senyum hangatnya. " Ngak " Jawab Tasya santai lalu pergi diantara dua laki - laki itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jadi yang ikut bergabung bersama tamu - tamu hanya Ferel saja sebagai perwakilan untuk Keyla. " Mami, Keyla boleh ngak minta tolong sama mami? " Tanya Keyla sambil bersandar diatas kasur.


" Minta tolong apa key? tumben " Tanya mami Keyla.


" Keyla cuma mau minta tolong, kalau misalkan Keyla kecewain mami sama papi.. tetep anggep key jadi anak nya mami ya " Jawab Keyla menatap kedua mata maminya dengan serius.


Mami Keyla mencoba mencerna perkataan putrinya. " Maksud kamu? mami ngak ngerti " Ucap Mami Keyla


" Ah.. ngak ada deh mi. Keyla cuma bercanda " Ucap Keyla dan setelah itu dirinya tersenyum untuk mencairkan suasana.


" Kamu ini, mana ada sih orang tua,.. yang ngak nganggep anaknya sendiri anak " Ucap mami Keyla lalu menggeleng - gelengkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Acara pertunangan pun telah selesai. Kini malam telah digantikan dengan pagi dan bulaan telah digantikan oleh cahaya matahari yang terang.


Tidak ada yang terlalu penting hari ini, karena hari ini sudah masuk hari libur keadaan mansion keluarga Adimaja pun sepi karena semua pelayan hari ini cuti bersama. Hanya ada pemilik rumah saja didalam mansion itu.


Sementara dibandara soekarno hatta Tasya dan abangnya Varo sedang menunggu kedatangan ayah dan bunda Tasya. Tasya hari ini sangat senang karena mengetahui kedua orang tuanya akan pulang setelah menyelesaikan pengobatan untuk ayahnya dijerman.


Terlihat pesawat yang ditumpangi oleh kedua orang tua Tasya baru saja mendarat disana. Sayangnya Tasya harus menunggu orang tuanya dulu karena saat baru tiba dibandara harus dilakukan pemeriksaan.


" Sya, ntar abang nginep dirumah kamu ya? " Tanya Varo kepada Tasya.


" Boleh deh, kan ayah sama bunda juga udah pulang " Jawab Tasya sambil tersenyum karena hatinya merasa senang.


" Sipp " Ucap Varo sambil mengacungkan jari jempolnya.


Tak lama dari kejauhan nampak sepasang suami istri melambai - lambaikan tangannya kearah Tasya dan Varo. Tasya yang melihat itu juga ikut melambaikan tangannya.


Setelah itu Tasya memeluk kedua orang tuanya. " Ayah gimana, ngak ada yang sakit lagi kan? " Tanya Tasya.


" Ayah baik kok, tenang aja kan ada bunda juga yang ngerawat ayah disana " Jawab Ayah Tasya sambil tersenyum hangat.


" Kalau bunda, sehat kan? " Tanya Tasya.


" Sehat sayang " Jawab bunda Tasya sambil tersenyum hangat.


" Om, tante kita makan yuk. Pasti laper kan sekarang? " Tanya Varo yang memecah acara kangen - kengenan diantara keluarga itu.


" Ayo " Jawab Ayah Tasya dengan semangat. Karena dirinya senang sudah bisa bertemu dengan putri kesayangannya. " Tolong nanti taruh kopernya ya, saya mau pergi makan dulu. Kalau kamu mau makan, ajak supir juga ya " Suruh ayah Tasya kepada asisten pribadinya.


" Baik tuan " Jawab Asisten pribadi itu lalu membungkukan badannya dan pergi membawa koper nyonya dan tuanya.


Mereka berempat pun memutuskan makan direstoran yang berada didalam bandara, ya walaupun bukan untuk kelas atas tapi tidak apa - apa asalkan enak.


Next visual case ya


~ Bersambung ~