
Setelah pintu kamar itu tertutup Kenan hanya menghela nafas beratnya. Dirinya berfikir kenapa bisa seperti ini. Disaat adiknya mendekam di dalam penjara tapi malah orang tuanya juga sedang bermasalah, kan seharusnya mereka mendukung Keyla yang notabene nya anak kandung mereka.
" Mami.. boleh kan Kenan bicara dulu sama papi " Tanya Kenan karena melihat maminya yang begitu ketakutan saat bertemu dengan papinya tadi.
Mami nya hanya menjawab dengan gelengan kepala saja. Ya, traumanya sekitar lima puluh lima tahun lalu terulang kembali dimana dirinya harus mengalami kekerasan. Dan sekarang dia sangat ketakutam akan suaminya yang tadi menamparnya dengan sangat keras.
Kenan hanya menghela nafas kasarnya. " Sebentar aja mi, ngak lama kok " Mohon Kenan lagi sambil menggenggam tangan maminya erat.
" Enggak ken!. Mami takut! " Tolak mami Kenan sambil menggelengkan kepalnya dan menekuk lututnya.
Kenan benar - benar harus memutar otaknya dan berfikir bagaimana caranya harua meninggalkan maminya disaat maminya ketakutan. Setelah dirinya berfikir dirinya menemukan satu cara yang akan membuat maminya susah menolak permitaannya kali ini. " Mi.. ini demi Keyla " Ucap Kenan.
Maminya yang mendengar nama anak perempuan nya langsung melihat Kenan putranya. " Kamu yakin Keyla ngak bakal diusir sama papi kamu? " Tanya mami nya sambil menatap wajah Kenan.
" Yakin mi. Tapi mami harus biarin Kenan ketemu sama papi.. " Ucap Kenan memberi pengertian.
Mami nya berfikir sebentar. " Baiklah, temui papi kamu. Tapi... jika hasilnya tetap sama mami akan kecewa " Ujar maminya memberi izin.
Kenan mengangguk mengerti, setelah itu dirinya melangkah pergi menyusul papinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Papi! " Panggil Kenan yang melihat papinya sedang menuruni anak tangga.
Papinya menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearah dirinya. " Ada apa?. Apakah kamu juga akan memaki papi mu? " Tanya Papinya yang sudah berfikir tidak - tidak duluan sambil menatap Kenan dengan mata yang sayu karena menyesal atas perbuatan yang dilakukan oleh dirinya.
Kenan yang mendengar itu hanya diam dan langsung menyusuli papinya yang sedang diam beridiri disana. " Kenan mau ngobrol sama papi, diruang kerja " Ujar Kenan memberi tau dan langsung meninggalkan papinya dan berjalan kearah ruang kerja yang berada dilantak satu.
Papi Kenan langsung menyusuli anaknya dengan cara mengekori Kenan dari belakang.
Sesampainya diruang kerja, Kenan langsung duduk disofa panjang begitu pun dengan papinya yang ikut duduk disebalahnya. Tidak lupa pula Kenan mengunci pintu agar tidak ada orang yang masuk dan menguping.
" Kenapa papi tega mengusir Keyla?. Padahalkan Keyla sekarang berada diposisi terpuruk " Tanya Kenan sambil menatap papinya.
" Buat apa mempertahankan anak yang kurang ajar seperti itu?!. Adik mu itu kan.. ahh bukan bukan dia bukan adikmu sekarang " Ucap Papinya yang meralat ucapannya. " Perempuan itu kan sudah jelas - jelas menurunkan harga saham! dan juga kamu tau! perempuan itu yang membuat perusahan hampir bangkrut! " Tegas papinya dan tidak lupa dirinya menganti dengan nama Keyla dengan perempuan itu. Jika didengar dari cara bicaranya Kenan rasa.. papinya tidak main - main dengan ucapannya tadi.
" Tolong lah pi.. Keyla kan juga masi anak papi. Kita sebagai keluarga seharus nya mendukung dia " Ujar Kenan mencoba memberi pengertian, kepa papinya yang sudah keras kepala.
" Tidak dia bukan anak papi! " Cela papinya sambil melihat Kenan.
" Jangan egois pi.. masa cuma gara - gara harga saham yang turun dan perusahaan yang hampir bangkrut, papi seenaknya mau ngusir Keyla dan mengeluarkan Keyla dari kartu keluarga? " Ucap Kenan begitu serius dan mencoba memberi pengertian.
" Ngak ken! ngak bisa! " Ucap papi nya yang kekeh dengan keputusannya.
" Papi yakin ngak akan nyesel? Dan.. papi yakin kalau suatu saat Keyla benar - benar ngak anggal papi orang tuanya? " Tanya Kenan yang bertujuan membujuk dan membuat papinya akan berifkir seribu kali.
Papinya nampaak berfikir lagi karena ucapan Kenan tadi. Kenan benar - benar berharap papinya tidak akan kekeh dengan keputusannya karena begitu dirinya melihat papinya befikir lagi, menurutnya akan ada harapan.
Papinya menghela nafas panjangnya. Kenan benar - benar berharap keputusan papinya tadi adalah gegabah. " Papi memutuskan... bahwa.. papi tetap dengan keputusan papi! " Tegas papinya. Kenan yang mendengar itu langsung kecewa, dirinya takut memberi kabar ini kepada maminya.
" Pi... ayolah demi kebaikan bersama " Bujuk Kenan lagi dengan tatapan memohon.
" Ngak ken! ngak bisa! " Ucap Papinya dan langsung beranjak dari sofa kemudian memutar kunci pintu dan keluar. Memang benar dirinya saat ini sedang keras kepala dan pasti keputusannya ini baik.
Kenan mengusap wajahnya, dirinya benar - benar tidak habis fikir dengan keputusan yang diambil paapinya yang menurut dirinya gegabah. Apa yang harus diberitaukan kepada maminya nanti?. Fikir Kenan, ahh.. sudahlah Kenan pasrah dengan apa yang dilakukan maminya nanti kepada dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Penjaga yang berjaga dirumah Keyla langsung berlari dan mencari tuannya untuk memberitau siapa yang datang.
Dilihat oleh penjaga itu bahwa tuanya baru saja kekuar dari ruang kerja dengan gesit dirinya berlari kearah tuanya. Dirinya menunduk memberi hormat. " Ada apa? " Tanya tuannya itu.
" Maaf tuan, diluar ada orang tua den Ferel " Ucap Penjaga itu memberi tau.
Papi Keyla menghela nafasnya. Dan sudah beberapa kali dirinya menghela nafas karena masalah yang sedang dihadapinya. " Suruh masuk " Perintahnya.
Satpam itu mengangguk dan langsung pergi keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tasya yang tadi pagi datang kekantor menggunakan ojek yang sekarang menjadi langganannya langsung dicerca pertanyaan oleh beberapa Karyawan. Karena Karyawan itu kepo siapa driver ojek yang mengantarnya, bukan tanpa alasan Tasya dicerca pertanyaan. Dirinya ditanyai karena driver yang mengantarnya tadi Fahri, seorang driver ojek yang memiliki wajah oriental dengan kulit putih.
Jam makan siang telah datang, semua Karyawan berhamburan kekantin kantor untuk makan siang namun ada juga yang datang kekantin hanya untuk numpang duduk menghabiskan bekal yang dibawa dari rumah.
" Kenalin mbak dong... " Pinta Winda kepada Tasya yang tadi juga melihat Tasya yang diantar oleh Fahri.
Tasya yang sedang memakan bakmie nya hanya bisa diam sambil mengunyah. " Ayolah.. mbak kan masi jomblo sya " Pinta Winda lagi.
" Yes! " Ucap Winda senang.
Tasya hanya geleng - geleng kepala saja dengan tingkah laku teman kantornya ini. " Tapi ngak janji ya... kalau misalkan dia nya nolak " Ucap Tasya kemudian.
Winda mengangguk. " Oke ngak papa, yang penting kan kamu kenalin nama mbak dulu kedia " Ucap Winda.
Perut Tasya sudah benar - benar kenyang sekarang, waktu makan siang pun sudah berakhir kini dirinya sedang berada didalam ruangannya sambil melamun memikirkan hal yang terjadi tadi malam.
" Ihh... ngak mungkin kali, pak bos mau sama bawahannya " Ucap Tasya sambil menggelang - gelengkan kepalanya.
Sedetik kemudian pintu ruangannya diketuk. Tasya langsung membuka pintu ruangannya, dan terlihatlah wajah orang yang sedang difikirkan nya tadi.
" Keruangan saya sebentar " Ujar Rangga dan langsung pergi berjalan kearah kursinya.
" Padahalkan bisa lewat telepon kenapa harus repot - repot ketuk pintu sih.. " Gumam Tasya yang melihat bosnya jalan membelakangi dirinya.
Saat ini Tasya sudah duduk disofa ruang kerja milik Rangga. Rangga mengambil satu kotak makan yang berada dalaam paper bag coklat besar yang berada diatas mejanya.
" Nih.. " Ucap Rangga sambil menyodorkan kotak makan itu.
" Ini apa pak? " Tanya Tasya sambil mengambil kotak makan itu.
" Ini kue brownis, mama yang buat. Katanya untuk kamu.. dan baru aja sampe dianter sama ojek online " Ujar Rangga memberi tau tentang isi dari kotak makan itu.
" Oh.. emmm.. makasi " Ucap Tasya gelagapaan karena dirinya masih malu dengan kejadian tadi malam.
Rangga mengingat satu hal lagi yang lupa diberikan kepada Tasya.Dirinya langsung berjalan kearah paper bag dan langsung mengambil dua kertas yang sudah ada tulisannya.
" Ini undangan makan malam, sama pesan dari mama " Ucap Rangga sambil menyodorkan dua kertas itu.
Tasya langsung mengambil kertas itu, dan langsung dibaca oleh dirinya. Setelah mengerti isi surat itu Tasya langsung mengangguk dan berdiri dari sofa lalu merapikan roknya yang sedikir mengkerut.
" Kalau begitu saya lanjut kerja lagi pak " Ucap Tasya dan kemudian membungkukan setengah badannya.
Rangga haanya mengangguk saja, entah mengapa saat ini dirinya merasa canggung dengan Tasya ketika berbicara.
Tasya sudah berjalan kearah ruangannya dan saat Tasya akan membuka pintu, Rangga memanggil dirinya. Sontak saja Tasya langsung membalikan badannya. " Emm.. ingat jam delapan malam, tapi tanpa mengajak orang tua " Ucap Rangga.
" Dan.. saya yang akan jemput kamu " Lanjut Rangga kemudian.
" Baik pak saya mengerti " Ucap Tasya sambil menganggukan kepalanya. Dan Tasya melanjutkan aktivitasnya membuka pintu tapi setela itu namanya dipanggil lagi oleh bosnya.
" Tasya.. " Panggil Rangga.
Dirinya langsung menoleh sambil memaksakan senyum. " Iya pak " Jawab Tasya.
Rangga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, entah dengan alasan apa dirinya memanggil Tasya. " Emm.. Jangan lupa pakai baju yang bagus " Ucap Rangga kemudian tersenyum seolah menghilangkan kegugupannya.
Tasua hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, dirinya berfikir bosnya saat ini sedang dalam mode yang beda seperti kemarin - kemarin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilapas tahanan siang ini Ferel datang menjenguk Keyla sambil membawa paper bag ditangannya.
Mereka berdua sudah duduk sambil berhadap - hadapan. " Makanlah, tadi aku beli direstoran yang kamu suka " Ujar Ferel sambil menyodorkan makanaan yang ditaruh didalam kotak nasi dan sterofom.
Keyla diam memandang makanan itu, saat ini dirinya hanya menginginkan masakan maminya saja. Baru semalam disel tahanan sudah membuat dirinya rindu dengan kehangatan keluarga nya.
" Kamu tenang aja, nanti pasti Kenan bakal dateng kesini " Ujar Ferel memberitau.
Keyla mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk. " Beneran? " Tanya Keyla dengan perasaan senang. Keyla merasa masih ada keluarga yang peduli terhadap dirinya sekarang.
Ferel mengangguk sambil tersenyum. Dengan cepat Keyla mengambil kotak nasi dan sterofom dan memakan makanan itu dengan lahap. Karena saat tadi pagi waktu sarapan untuk para tahanan, Keyla tidak ***** untuk makan. Terlebih lagi makanaan itu bukan untuk kelas atas jadi lidahnya asing untuk merasakan makanan itu.
Sudah dua puluh menit waktu diberikan untuk menjenguk serta membawakan makanan untuk tahanan, setelah makan pun Keyla langsung dibawa oleh penjaga lapas.
Namun saat dirinya berjalan dirinya tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang dikenalnya. Wanita yang dipegang oleh dua polisi itu meronta - ronta ingin dilepaskan. " Natalie! " Ucap batin Keyla terkejut saat melihat Natalie yang juga ikut memakai baju tahanan seperti dirinya.
~ Bersambung ~
Sampai sini dulu walau ngak sampe 2000 kata. tapi nyampelah 1580 kata.
tahap revisi akan dilakukan nanti setelah tamat jadinya author hiatus dulu sebulan baru lanjut proyek season duanya.
See u next time yeorobun