My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
77



Hari ini para karyawan kantor RJA Group sedang melakukan kegiatan seru, kegiatan mereka adalah camping bersama dihutan yang berada didekat taman kota.


Semua karyawan sekarang termasuk Rangga sedang duduk membuat lingkaran mengelilingi api unggun sambil bernyanyi dan ada dua orang yang memainkan gitar.


Namun malam yang semakin larut membuat mereka memutuskan untuk memberhentikan acara kumpul - kumpul mengelilingi api unggun, karena waktu sudah menunjukan pukul 22 : 00.


" Sya.. tunggu! " Panggil Rangga sambil berjalan menghampiri Tasya yang sedang membawa termos berukuran besar ditangan kanan nya.


" Kenapa? " Tanya Tasya.


Ditanya seperti itu tanpa disuruh Rangga langsung mengambil termos itu. " Aku bantuin. AYO! " Seru Rangga sambil mengandeng tangan Tasya dengan tangan sebelahnya.


Mereka berjalan kearah tenda besar tempat menyimpan konsumsi dan perlengkapan lainnya. Saat sudah menaruh termos dimeja, Tasya langsung pergi. Jujur saja dari tadi dirinya sudah menguap karena mengantuk, namun Rangga malah mengandeng tangannya dan membawanya pergi kesuatu tempat dengan terpaksa dan tidak mengucapkan kata apapun.


" Mau kemana si? aku ngantuk tau " Ucap Tasya jujur. Tapi Rangga tidak menjawab pertanyaan nya, Rangga malah berjalan sambil terus menggenggam tangannya.


Dan tiba lah mereka ditempat yang sudah dihias sempurna oleh orang suruhan Rangga. Tasya menatap Rangga tidak percaya. " Ini apa? " Tanya Tasya sambil tersenyum senang dan menatap Rangga.


Rangga yang mendengar itu tersenyum. " Ayo kesana dulu, nanti aku kasi tau " Ajak Rangga lalu kembali mengandeng tangan Tasya dan mengajak nya ketempat yang menjadi tujuan.


Dan kini tibalah mereka ditempat itu, tempat dimana didepan mereka langsung disuguhi danau yang airnya bewarna biru indah. Dan.. disitu juga ada meja berbentuk lingkaran yang sudah didekor elegan.


" ini maksudnya apa sih? " Tanya Tasya tidak percaya, tapi pikirannnya sudah berfikir bahwa akan ada kata mengejutkan yang dikeluarkan Rangga.


Rangga menggenggam kedua tangan Tasya dengan pandangan keduanya yang saling melihat antara satu sama lain. " Kamu pasti tau kenapa aku ajak kamu kesini dan... kamu pasti sudah berfikir kalau malam ini akan ada sesuatu yang sebentar lagi merubah hidup kamu " Ujar Rangga dengan nada suara yang dijeda.


Rangga menarik nafasnya agak lama lalu menghembuskannya, dirinya gugup sekarang dirasakan juga oleh Tasya bahwa tangan Rangga dingin. Setelah Rangga berujar seperti itu Tasya memasang wajah bingung dengan senyum yang coba ditahan. " Maksudnya?... aku ngak ngerti " Balas Tasya disertai gelengan.


Rangga menelen ludahnya, keringat dingin juga sudah keluar dan kelihatan didahinya. " Eh.. kamu.. " Rangga menggantung ucapannya, dirinya gugup. " Kamu.. ma.. u ngak " Ucapannya lagi digantung seperti jemuran basah namun disertai dengan jeda yang panjang, sementara Tasya saat ini sudah memasang ekspresi tersenyum sambil meyakinkan Rangga.


" Bisa - bisa kaki gue jamuran disini " Ucap batin Tasya yang kesal.


" lo mau ngomong apa sih? " Tanya Tasya yang tidak lagi memakai kata aku kamu. Sudahlah.. dirinya kesal dari tadi menunggu Rangga yang belum mengucapkan ucapannya dengan jelas.


Rangga yang mendengar Tasya berkata seperti itu langsung berdehem untuk menetralkan kegugupannya. " Gue mau lo jadi istri gue, dan ngak ada penolakan " Ucap Rangga tegas dan tanpa terbata - bata. Tapi.. anehhnya... kok malah hilang gitu ya romantisnya..


Sumpah demi ceker ayam pedes yang pernah Tasya makan. Tasya ingin sekali tertawa karena melihat perubahan ekspresi dan gaya bicara yang diucapkan suaminya, ehh.. enggak deh kan blom dijawab. " Iya gue mau jadi istri lo dan bunda dari anak anak kita nanti " Jawab Tasya sambil tersenyum tulus.


Rangga tidak percaya atas apa yang didengar oleh dirinya tadi. " Beneran? " Tanya Rangga tidak percaya. Tolong dong.. sadarin Rangga kalau ini bukan mimpi.


Tasya yang mendengar itu langsung mencubit lengan Rangga. " Kok dicubit sih.. " Protes Rangga sambil mengelus - ngelus tangannya yang sakit karena dicubit oleh Tasya.


" Sakit kan? berarti kamu nya ngak mimpi " Balas Tasya. Rangga yang mendengar itu masih tidak percaya kalau ternyata sebentar lagi, beberapa langkah lagi, dan beberapa minggu atau bulan lagi dirinya akan menikahi gadis cantik yang dulu teman masa kecilnya.


Lama mereka saling memeluk antara satu sama lainnya, dan sekarang mereka telah melepas pelukan tapi saling berhadapan. Rangga mendekat ingin mencium kening Tasya tapi.. sebelum itu terjadi telapak tangan Tasya lebih dulu menyentuh bibir Rangga. " Nanti aja ciumnya. Pas udah sah.. " Ucap Tasya dan mampu membuat Rangga tersenyum dan memeluknya lagi.


Sungguh malam ini menjadi malam dimana Anastasya Amanda dan Rangga James Adimaja akan melepas masa lanjangnya untuk sebentar lagi.


Mon maaap ni ye.. kalau kalian jomblo kek author ini.. ayo monggo minggir dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Diruangan yang berukuran besar Zergan tidak hentinya dipukul pukul oleh ayah nya, ibu nya yang melihat itu hanya bisa diam sambil menangis. Sementara adiknya Rania sudah tenang berada didalam kamarnya bersama suster nya.


" KAPAN AYAH AJARIN KAMU UNTUK KURANG AJAR SAMA PEREMPUAN?! " Tanya ayah Zergan dengan amukan nya, lalu satu tinjuan dilayangkan kehidung Zergan yang sudah mengeluarkan darah dari tadi dan terlihat lebam juga disana.


" Mas.. sudah mas.. " Rengek istrinya sambil mengelus lengan suaminya. Dirinya kasian dan sedih melihat kondisi anak nya yang seperti ini lebam, darah, dan sobekan yang ada dimulutnya terlihat dengan jelas.


" Jangan belain anak kamu. Dia salah! sudah sewajarnya digituin! " Bentak suaminya sambil menunjuk anak laki - laki nya yang hanya satu yaitu Zergan.


Zergan tidak bisa berkata - kata. Mulutnya membisu namun air mata tidak jatuh membasahi wajahnya. Luka lebam dan darah segar yang terus keluar membuat semua badannya sakit. Tapi.. dirinya sadar sudah sepatutnya seperti ini.


Kesalah yang dibuatnya bukan sengaja dan dalam keadaan sadar. Pada malam dan hari itu dirinya sedang dalam kondisi terpuruk. Tapi.. malah sekarang ini lah konsekuensinya.


Prank..


Suara piring yang terbuat dari keramik terdengar nyaring terbanting ke lantai ruangan tempat dimana Zergan diberi luka oleg ayahnya.


Ayah Zergan berjalan kearah anaknya kemudian mencengkram erat kaos putih branded yang digunakan Zergan. " AYAH NGAK MAU TAU. BESOK KAMU TANGGUNG JAWAB SAMA DIA! " Bentak dan teriak ayah nya tepat didepan wajahnya.


Dan setelah berkata seperti itu Zergan dihempas dengan kasar kelantai dengan keadaan tubuh yang lemah. " Tuhan.. apa seperti ini, cara supaya gue bisa bebas untuk berhenti mencintai Tasya? " Tanya Zergan didalam batinnya.


Brak...


Pintu kayu itu pun terbanting keras oleh ayahnya. Dan ibu nya yang masih berada disana, langsung berjalan mendekati dirinya. " Ayo kamu bangun. Ibu obatin luka - luka kamu " Ucap Ibunya lalu memapah Zergan berdiri dan berjalan.


Ada apa ya kira - kira?


Yang mau tau tunggu kelanjutannya di cerita pribadi Zergan dan cewek itu, nanti author buat laij lago cerita mereka judulnya.


Dan.. akhirnya nih.. sekitar tiga atau lima episode lagi tamat! rencana mau namatin diepisode ke 80. Doain ya.. biar cepet!


~Bersambung~