My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
36



" Keyla " Ucap Ferel setelah melihat Keyla yang bangun dari pingsannya.


Keyla yang sudah bangun langsung merubah posisinya menjadi duduk. " I- ini,.. dimana? " Tanya Keyla sambil memerhatikan sekeliling nya dengan bingung.


" Kamu lagi dirumah sakit " Ucap Ferel menjawab.


Setelah mengetahui bahwa dirinya berada dirumah sakit Keyla merasa lega, namun kepalanya masi terasa pusing. Tak beberapa lama datanglah mami Keyla yang telah selesai menelpon.


" Key! " Panggil nya setelah melihat Keyla sudah sadar. " Kamu ngak papa kan key? " Tanya mami Keyla dengan khawatir sambil mengenggam tangan Keyla.


Keyla memberikan senyum nya karena melihat mami nya terlalu khawatir dengan dirinya. " Keyla ngak papa kok " Ujar Keyla dengan lesunya.


" Ada yang sakit? kalau ada mami panggilin dokter ya? " Tawar mami Keyla masih dengan perasaan yang khawatir.


" Mami,.. udah ya.. Keyla ngak papa kok " Ujar nya dengan lesu sambil tersenyum hangat seolah memberikan mami nya pengertian agar maminya tidak terlalu khawatir dengan dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


RJA Grup.


" Kamu ini gimana sih! kan saya sudah bilang, kalau sudah selesai kerjakan filenya jangan dikirim kesiapa - siapa dulu! " Hardik Rangga terhadap Tasya karena perintahnya tidak dilaksanakan dengan baik.


" Sa- saya minta maaf pak, soalnya tadi mbak Nadya yang minta " Ujar Tasya bersalah sambil menundukan kepalanya karena tidak berani melihat bosnya marah.


" Mau Nadya, mau Naya, mau Nia! saya ngak peduli! yang penting sekarang, gimana caranya file itu bisa dihapus sebelum kebuka! " Ujar Rangga dengan amarah nya yang menggebu - gebu.


Tasya menelan saliva nya dengan kasar, Tasya berfikir bagaimana cara agar dirinya bisa menghapus file yang diberikan olehnya sepuluh menit yang lalu?. Apakah file itu belum dibuka?. Ya itulah yang menjadi pertanyaan diotak kecil Tasya sekarang.


Rangga yang melihat Tasya masih diam ditempatnya langsung menghela nafas kasarnya. " Ngapain diem disitu? " Tanya Rangga sambil berkacak pinggang.


Tasya yang ditanya mengangkat kepalanya. " Kenapa pak? " Tanya Tasya karena tidak mendengar apa yang diucapkan oleh bosnya.


Geram, itu yang dirasakan Rangga saat ini, ingin sekali dirinya menyeret Tasya untuk cepat keluar dari ruangannya sehingga tidak membuang - buang waktu yang lebih banyak lagi. Tapi dirinya sadar kalau Tasya itu perempuan dan jelas tidak boleh diperlakukan seperti itu. " Keluar ya, cari yang namanya Nadya itu " Ucap Rangga dengan nada yang lembut penuh kasih sayang, tidak lupa juga senyuman manis nya diberikan.


" A- ah iya, pak " Jawab Tasya dan dengan cepat Tasya melangkahkan kakinya untuk pergi keruangan Nadya.


Sepanjang jalan Tasya mengutuk dirinya. " Mati gue, mati!! " Ucap nya kesal dengan dirinya sendiri sambil memukul - mukul dahinya.


" Gimana caranya... untuk hapus vidio itu? " Ucap Tasya bingung dan gelisah, sampai - sampai mang ujang si OB kantor yang melihat Tasya berbicara sendiri beristigfar karena heran melihat Tasya baru kali ini berbicara dengan dirinya sendiri sambil jalan pula.


Kini Tasya sudah sampai didepan ruangan yang akan menjadi saksi bisu dirinya menghapus file entah dengan cara apa. " Permisi " Ucap Tasya kepada para staf yang berada diruangan itu.


Lantas semua keryawan yang sibuk dengan layar komputernya melihat Tasya yang mengucapkan kata permisi. " Mau cari siapa ya mbak? " Tanya salah satu karyawan.


" Saya mau cari mbak Nadya. Mbak Nadya nya ada? " Tanya Tasya balik.


" Oh gitu ya " Jawab Tasya sambil mengangguk - anggukan kepalanya dan memasang senyum nya.


" Emang ada apa mbak? kalau ada yang mau disampein, ntar biar saya aja yang sampein " Tawar si karyawan.


Tasya menggigit bibir bawahnya, karena bingung akan menjawab apa. Ting, sebuah ide pun muncul diotak nya. " Ah ngak usah mbak, saya kesini cuma mau ambil barang saya yang dipinjem sama mbak Nadya " Ujar Tasya berbohong sambil tersenyum ramah.


" Oh... kalau begitu silahkan masuk mbak, soalnya kalau saya masi ada kerjaan " Ucap sikaryawan mempersilahkan Tasya masuk.


Tasya hanya mengangguk sebagi jawaban tidak lupa pula diukir dengan senyuman dibibir. Tanpa ada keraguan lagi Tasya langsung berjalan kearah meja Nadya.


Berhasil !!!, itu yang diperoleh Tasya saat ini dirinya sudah berhasil menghapus file yang harus dihapus tanpa ada satu pun karyawan yang curiga. Ya,... walaupun dengan alasan yang tidak seperti realita nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba, sesuai apa yang telah direncanakan maka acara pertunangan akan tetap terjadi. Walaupun ada sedikit insiden dihari ini, tapi tidak apa - apa keadaan Keyla sudah sedikit membaik karena setelah diperbolehkan pulang oleh dokter Keyla hanya berdiam diri dikamar dengan cara tidur.


Wah, itu lah satu kata yang menggambar kan acara pertuangan dilantai bawah hotel yang akan menjadi saksi bisu acara pertunangan Ferel dan Keyla. Nampak segala ornamen dan desain yang telah dipersiapkan staf hotel membuat para tamu undangan tercengang.


Ingat, ini baru saja pesta untuk pertunangan belum lagi untuk beberapa bulan kedepan akan ada pesta pernikahan. Pasti tidak akan terbayang bagaimana lebih megah dan mewah lagi pesta itu.


Keyla dan Ferel sudah ada diatas panggung, awalnya MC menyuruh Ferel terlebih dahulu memasangkan cincin kejari manis Keyla lanjut setelah itu baru Keyla yang memasangkan cincin kejari manis Ferel.


Semua tamu undangan bertepuk tangan setelah selesai melihat Ferel dan Keyla memasangkan cincin kejari masing - masing pasangannya.


Semua tamu undangan ikut merasakan kebahagiaan dari acara malam ini. Terlihat ada Tasya yang duduk disamping Rangga dengan memakai gaun bewarna hitam tidak lupa pula Ken dan pacarnya juga datang keacara itu. Mereka berempat berada dimeja yang sama.


Lalu kemana Diki pergi?, ternyata Diki sedang berkenalan dengan sahabat Keyla yang hadir diacara itu. Terlihat bahwa jiwa playboy didiri Diki terpancar saat berkenalan dengan sahabat Keyla yang notaben nya anak kolomerat semua. Maklum sahabat Keyla adalah kaum sosialita tingkat wah.


Tasya namapak agak canggung dengan suasana saat ini, walaupun disana ada pacar Ken namun mereka tidak mengobrol. " Pak, saya ketoilet bentar ya " Ucap Tasya meminta izin bukan untuk ketoilet melainkan kebagian depan hotel untuk menghirup udara segar sebentar.


Rangga hanya mengangguk sebagai jawaban, karena pada saat itu dirinya sedang mengobrol dengan Ken dan pacarnya. Setelah diberikan izin Tasya beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah luar hotel.


Dari arah depan ada seorang pelayan yang sedang mendorong meja, meja dorong itu sudah diisikan makanan dan minuman untuk tamu. Saat Tasya dan pelayan pria itu berpapasan masih belum ada hal yang menghentikan.


Namun saat sudah mengingat dan wajah pelayan itu tidak asing baginya, Tasya menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. " Tunggu! " Ucap Tasya memanggil pelayan itu.


Pelayan yang dipanggil menghentikan langkahnya dan membalikan badannya begitu juga dengan meja dorong yang sudah berisikan makanan dan minuman.


" Iya nona, ada yang... " Pelayan itu menghentikan ucapannya begitu mengetahui siapa yang memanggil nya tadi.


Tasya terkejut begitu melihat wajah pelayan pria itu.


~ Bersambung ~